
Big Adi
421 posts


@NenkMonica Mereka itu cuma bisa ngomong "siap, komandan!" dan cuma bisa pake kekerasan.
Emang ada gitu dari mereka yg mikir ama pake hati nurani? Gak ada kan?
Indonesia

@BigABust7 @karirfess Bisnis mereka udah ancur makanya menjilat online
Indonesia

@txtdrimedia Hancurkan semua yg didirikan oleh para penjahat di negara kita ini!!!!
Indonesia

statement ini membuktikan kalau pemerintah lebih takut demo diadakan di pusat bisnis & ekonomi ibu kota daripada di depan gedung DPR/MPR
selain itu, exposure & dampaknya juga lebih besar. keren buat kalian yg inisiasi pergerakan ini 🫡
secretzz@secretzzdx
Jujur ya mahasiswa dan masyarakat sekarang lebih pinter loh, ga lagi berkoar koar di depan gedung politikus yang sudah di setting untuk kosong, tapi memanfaatkan spotlight jalanan ibukota, banyak banget gedung gedung tinggi yang dimana para manusia, orang orang penting, pengusaha pengusaha, bisa melihat langsung kejadian tersebut dari balik jendela, media juga lebih banyak yang datang dan menyoroti, keren 🙌🏻😭🔥
Indonesia

@mawarmentary Tau gak bodohnya dan idiotnya para aparat ini apa?
Dengan mereka menyuruh anggotanya untuk menyusup dan menyamar jadi pendemo, secara tidak sadar kritik-kritik yg selama ini dilayangkan ke mereka dan para pejabat itu sangatlah benar.
Indonesia

inget banget demo kemarin itu yang pada menyusup rusuh ngerusak transum, yakali mahasiswa ngerusak transum, wong baliknya aja pada pake transum, idiot.
vi🍒@bakuldimsum_
Noh yg kaos item siap-siap menyusup ke peserta aksi. Pas tahun kmrn ikut aksi juga gitu, gue sama temen gue perhatiin sibuk wa grupnya😹
Indonesia

@awaasaurus Padahal udah pada dewasa coba. Kok masih aja suka trashtalking? Udah mah di game iya, di ranah esports pun juga iya.
Emangnya yg jadi fans bisa gitu main lebih baik dari yg udah pro? Bisa gitu berkelakuan lebih baik dari mereka yg udah pro?
Indonesia


@VALO2ASIA To all of you, please, be kind. Look at what y'all have done here. How many times should y'all learn, huh?
Don't y'all think that y'all now adults? matures? Man how horrible is it now in this esports scene.
English

FULL SENSE head coach THEE says his mother was hospitalized after reading harsh online comments directed at him and the team:
"Hello to all FULL SENSE fans. First of all, thank you for following, supporting, and cheering for our team. It means a lot to me.
Regarding our recent results in an international tournament, as the team's coach, I humbly accept all the mistakes and the results that did not meet our goals. I understand very well that everyone is disappointed, and everyone has the right to criticize or suggest ways for us to play, which I am willing to listen to in every aspect.
We will stay determined and keep moving forward, practice as hard as we can, and put as much effort as possible into our preparation so that our results can be the best they can be.
But what I sincerely want to ask from everyone today is about boundaries when commenting. Over the past period, there have been many comments using harsh, vulgar, demeaning, and insulting words, both in public spaces and in my personal spaces.
Right now, this is no longer something that exists only online. Most recently, on the day we lost to FUT, my mother read those attacking comments. It caused her to suffer from accumulated stress, feel mentally down, and it affected her physically. She had a panic attack that led to an irregular heartbeat and had to be treated at the hospital. She is now feeling better and is able to live normally at home again.
And this is my fault, because I did not stop her. I could not stop her in time.
As her son, my heart is completely broken right now.
So I would like to kindly ask everyone here: if you want to criticize my performance, give suggestions, or point out issues with my work, and you are worried I might not see it, please send it through the page's inbox or my personal Instagram, theeluvfamily. I am more than willing to open, read, and listen to every message that is useful for the team.
I am sharing a photo of my mother to give encouragement to everyone.
Thank you to everyone for your kindness, and thank you to everyone who understands. 🧡🧡🧡"


English

@MorganKatalia Bukan cuma itu aja. Supaya jumlah anak-anak muda berkurang, jadi bisa nyisain yg tua-tua.
Indonesia

@Jateng_Twit Jangankan senpi, gas air mata aja pasti ada itu.
Bohong mulu ya jadi kapolri. Bukannya mengayomi masyarakat, malah membunuh masyarakat yg ngegaji dia.
Indonesia

@iceelemonntea @txtfromIR Gw malah lebih yakin kalo para buzzer inilah yg dibayar oleh soros.
Indonesia

@dukeofmalang Gak aneh sih gw liatnya. Giliran anaknya gak mau lagi silahturahmi, barulah tau rasa bahwa anaknya benar-benar sakit hati liat chat kayak gitu.
Dan ini akan terbawa terus sampe mati pun.
Indonesia

@oliversykessc Aplikasi yg diisi oleh para monyet yg ternyata para buzzer itu sendiri wkwkwwkwkwk
Indonesia

@myshawti Bukannya relawan itu gak dibayar? Kok ini mah ngakunya relawan tapi digaji wkwkwkwkwkwkwk.
Gw mah lebih kasian sama yg jadi guru. Para guru itu berusaha mengajar anak-anak. Eh para monyet yg nyebut diri mereka "relawan" ini malah sok lebih berjasa wkwkwkwkwwkwk.
Indonesia

@veycutness Jangan dibales lagi. Biarin aja dia bangga ama pilihannya dia.
Nanti kalo dia nge-DM lu, terus basa-basi mau minjem duit dengan alasan apapun, nah baru lu balikkin kata-kata dia ke lu.
Indonesia

@tiramissad Biarin aja, jangan direspon.
Nah nanti misalkan mereka bikin postingan ngaku sebenernya ngeluh, baru ledekkin balik dan ketawain balik, sampe mereka hapus akun.
Indonesia

@Sorayaame Udah jadi buzzer itu mah, makanya masih banyak yg bilang gak ngaruh kan.
Indonesia


























