Uta Okkotsu 歌
3K posts

Uta Okkotsu 歌
@ChatRataKanan
Seorang Esper yang suka random thoughts daily 🌌



Gue punya temen yang sampai sekarang masih nyimpen nama seseorang di kepalanya. Bukan mantan. Bukan gebetan yang pernah jadian. Tapi seseorang yang nggak pernah beneran dia sentuh dalam artian yang sesungguhnya. Ceritanya dimulai dari SMA. Dia suka sama satu orang. Tipe yang bikin lo tiba-tiba sadar keberadaan seseorang di ruangan yang sama. Tipe yang bikin lo punya alasan buat lewat jalur tertentu bukan karena lebih dekat, tapi karena ada kemungkinan ketemu dia di sana. Tapi dia nggak pernah maju. Bukan karena nggak mau. Tapi karena orangnya udah ada yang pegang. Dan reputasi temen gue di lingkaran itu bikin dia ngerasa gue nggak layak masuk ke dunianya. Ternyata mereka satu kampus. Beda fakultas. Dan temen gue tiap hari sengaja lewat di depan fakultas orang itu. Bukan kebetulan. Sengaja. Kadang lihat punggungnya dari jauh. Kadang lihat dia naik motor melewati trotoar tempat temen gue jalan. Kadang nggak ketemu sama sekali dan hari itu rasanya hampa tanpa alasan yang jelas. Nggak pernah ngobrol. Nggak pernah berhadapan langsung. Nggak pernah ada momen yang cukup untuk bilang apapun. Pas temen gue akhirnya sendiri dan orangnya juga sendiri dia tanya ke sahabatnya. Boleh nggak gue coba dekatin dia serius? Sahabatnya bilang jangan. Ada banyak pertimbangan masa lalu temen gue, masa lalu orangnya, situasi yang complicated. Dan temen gue percaya. Dia mundur. Lagi. Sampai akhirnya temen gue pindah jauh. Beda negara. Dan untuk pertama kalinya mereka ngobrol. Bukan ketemu langsung. Bukan telepon. Cuma balas-balesan mention di Twitter. Dan temen gue bilang ke gue Cuma dari itu doang, gue udah bahagia banget. Gue diem waktu dia bilang itu. Karena gue nggak tahu harus respons apa ke seseorang yang bisa bahagia hanya dari satu mention dibalas setelah bertahun-tahun cuma lihat punggungnya dari kejauhan. Tapi mungkin itu yang namanya cinta sepihak yang beneran. Bukan yang dramatis. Bukan yang bikin chaos. Yang diam. Yang sabar. Y ang nggak minta apa-apa dan nggak dapat apa-apa tapi tetap ada. Sekarang temen gue udah nikah. Sama orang lain. Dan dia bilang bahagia. Tapi sekali waktu gue tanya soal orang itu dia masih senyum dengan cara yang beda. Bukan sedih. Bukan menyesal. Lebih kayak seseorang yang lagi inget cerita favorit yang nggak punya ending tapi tetap berharga untuk diingat. Dan mungkin itu yang paling jujur soal cinta sepihak Nggak selalu butuh dibalas untuk berharga. Kadang cukup jadi bagian dari cerita yang bikin lo tumbuh meski orangnya nggak pernah tahu lo ada.


yap! unpopular opinion about relationship





Menikah👉ekonomi sulit👉ribut👉cerai Menikah👉kaya👉selingkuh 👉ribut👉cerai Menikah👉suami kobam, berjudi👉ribut👉cerai Menikah👉pasangan terlalu menuntut👉ribut👉cerai Menikah👉ada kekerasan👉ribut👉cerai Dalam realitas rumah tangga, satu hal yang sering muncul adalah konflik. Dari situ Kita Belajar, bahwa kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh ekonomi atau status. Ada hal yang jauh lebi penting, penerimaan yang utuh, tutur kata yang lembut, rasa aman, dan hati yang takut kepada tuhan, karna rumah yang tenang dibangun dari cara saling memperlakukan, bukan sekedar apa yang dimiliki Maka menikahlah dengan seseorang yang baik hatinya, yang menghargaimu, yang menjaga dan menyayangimu dengan tulus, karna tidak ada label Harga untuk keluarga yang bahagia yang hangat, sering merangkul, dan tetap bersama dalam keadaan apapun
