Guys, Menkeu Purbaya baru pulang dari pertemuan dengan deretan lembaga keuangan terbesar di dunia Goldman Sachs, Fidelity, IMF, World Bank, sampai rating agency S&P.
Dan yang dia ceritakan cukup bikin gue angkat alis.
Yang terjadi di pertemuan dengan investor besar:
Purbaya ketemu 18 investor besar dalam satu sesi termasuk Goldman Sachs dan Fidelity.
Pertanyaan utama mereka?
Satu hal yang bikin mereka bingung sejak lama:
Kenapa Indonesia bisa tumbuh lebih cepat tapi anggarannya tetap terkendali?
Purbaya bilang dia jelaskan dengan detail dan investor senang dengan jawabannya.
Bahkan sudah ada sinyal akan masuk ke pasar modal Indonesia dalam waktu tidak lama.
Yang paling menarik percakapan dengan IMF:
Purbaya tanya langsung ke Direktur IMF Kristalina Georgieva:
apakah IMF punya kebijakan khusus untuk membantu negara-negara di tengah ketidakpastian global ini?
Jawaban IMF:
tidak punya otoritas untuk itu.
Tapi menyediakan dana bantuan untuk negara yang membutuhkan.
Dan Purbaya langsung menjawab dengan kalimat yang cukup keras untuk ukuran diplomasi keuangan:
Indonesia tidak membutuhkan.
Anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan 420 triliun.
IMF yang biasa didatangi negara-negara dalam kondisi krisis untuk minta dana talangan kali ini bingung karena Indonesia datang bukan untuk minta bantuan, tapi untuk menjelaskan kenapa mereka aman.
Respons IMF soal ketahanan Indonesia:
Kristalina mengakui sempat bingung kenapa Indonesia bisa bertahan di tengah kondisi global yang berat seperti sekarang.
Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan sudah diubah sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah kelihatan. Ekonomi sedang mengalami percepatan justru ketika ada tekanan global tambahan dari harga minyak yang tinggi.
Kita bisa menyerap syok yang terjadi.
Dan IMF mengakui akan memberitahukan ke seluruh dunia negara mana saja yang performanya bagus. Indonesia masuk dalam daftar itu.
World Bank dan rating agency:
Purbaya bilang keduanya amat puas dengan penjelasan strategi fiskal Indonesia.
Keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik sekaligus menciptakan pertumbuhan sepertinya sudah hilang.
World Bank bahkan menggali kemungkinan kerja sama lebih dalam yang saling menguntungkan.
Yang perlu dicermati dari semua ini:
Kalau pernyataan Purbaya akurat ini adalah pergeseran narasi yang signifikan.
Indonesia biasanya datang ke forum seperti ini sebagai pihak yang menjelaskan diri dan meminta kepercayaan.
Kali ini posisinya terbalik lembaga-lembaga globalnya yang bingung dan Indonesia yang menjelaskan.
Bantalan fiskal 420 triliun yang disebut Purbaya itu angka yang konkret dan bisa diverifikasi.
Kalau benar tersedia ini adalah buffer yang cukup besar untuk menghadapi gejolak global yang sedang berjalan.
Tapi ada pertanyaan yang tetap perlu dijawab: a
pakah pertumbuhan yang lebih cepat ini sudah terasa di level bawah?
Di warung.
Di petani.
Di pekerja harian.
Karena investor global yang senang tidak otomatis berarti rakyat sudah merasakannya.
Purbaya membawa sinyal yang cukup kuat dari forum internasional Indonesia dipandang sebagai salah satu yang paling stabil di tengah ketidakpastian global.
IMF bingung.
Investor senang.
World Bank mau kerja sama lebih dalam.
Dan Indonesia yang ditawari dana talangan menolak karena tidak butuh.
Itu bukan hal kecil kalau memang berjalan sesuai yang diceritakan.
@LambeSahamjja fokus belajar bahasa asing ya gaes, supaya bisa kerja diluar negeri bahkan kalo bisa pindah keluar negeri. selamatkan dirimu dan anak2mu. apakah kalian rela anak2 kalian ikut menyaksikan dan mengalami ketidak adilan ini. keadaan negeri ini sudah akut tidak akan tertolong
ini benrrann???
ternyata jadi bupati itu gak wajib punya gelar S1.
Sementara kalau daftar CPNS atau BUMN, jangankan cuma S1 biasanya ada syarat IPK minimum juga dan umur
Terus dia mulai kuliah tahun 2024?
apa gw yang salah nangkep apa gimana? Soalnya kalau bener dari 2024, masa iya S1 bisa kelar cuma 2 tahun?
sepintar apa beliau inii
ngalaahinn einsteinkah??
@tempodotco Karena Wartawannya tolol sering bertanya dan wawancara si Tedy,bukannya mewawancarai yang lebih tinggi jabatannya.
Ah... Tempo mana pernah wawancara secara langsung,mana berani ketemu pemerintah, entah dari mana ngambil informasi bodong
Wkwkwk
@PngAdilnR4kyt lumayan fee. dan ceperan2. semua akan dinikmati pejabat2, partai2, dan keluarga2nya. rakyat dapet ampas dan berita baik saja. hahahahaha
🇯🇵 Fun fact: this song actually isn't that well known in Japan but for whatever reason got super popular abroad.
Because of that, you can sometimes hear it playing at some shops.
ANAK BIADAB!
Kecanduan Jud1 online Seorang pemuda bacok l3her ibu kandungnya sendiri hingga ny4ris putu5.
Tak sampai disitu, pelaku kemudian membak4r & memutilasinya jas4d sang ibu hingga menjadi beberapa bagian, (8/4/2026)
📍Lahat
🚨HORRIFYING🚨
Jurors will listen to the audio of 7-year-old Athena Strand being strangled to death by FedEx driver Tanner Horner.
Horner pleaded guilty to capital murder, but a juror will decide if he should be sentenced to death.
Strand told the child, “Don't scream or I'll hurt you,” as he picked her up and put her in his truck.
The child tried to fight Strand off during the attack—his DNA was found under her nails.
Prosecutors added that his DNA was found, “in places where you shouldn't find DNA on a 7-year-old girl.”
The girl’s mother is for the death penalty being implemented.
Last photo of Brazilian tourist, 26-year-old Juliana Marins, who was left to die by Indonesian guide and authorities after she fell during a hike on Rinjani Volcano.
She fell hundreds of metres down a steep ravine while hiking near the crater of Mount Rinjani in Indonesia in June 2025.
She had stopped to rest due to exhaustion and was left behind before slipping off the trail.
Remarkably, she survived the initial fall. Drone footage and rescuers confirmed she was alive, moving, and calling for help, but she was stranded deep on a cliff face in extremely dangerous terrain.
Rescue efforts were repeatedly delayed by thick fog, landslides, and the steep, unstable landscape.
Over the next four days, she remained trapped without confirmed access to food, water, or shelter.
She was eventually found d*ad on June 24.
An autopsy later revealed she passed from severe injuries and internal bleeding shortly after the fall, not from exposure.
The case sparked widespread outrage, with her family accusing authorities of delays and mismanagement.
@Gendoet3G supaya surat ijin hajatan keluar, harus ada amplopnya. apalagi yang namanya hajatan pernikahan, banyak faktor yang bisa bikin tiba2 berubah hari pernikahannya. tanggal berubah maka duit lagi. xixixixi.
Keputusan cerdaskah?
Orang hajatan dipalak serta dianiaya sampai tewas oleh preman maka ijin hajatan yang diperketat.
Bukankah Premannya yang seharusnya diberantas?