@dmz_4747@Cl0pidogrel Bner kn ape guwe bilang🤪🤪🤪 Islam itu pasti tolol. GK mungkin GK Jd tolol.😁😁
Lu tau bocah PAUD gak??? Itu bocah aj klo disuapin makan emaknya, tiap wkt makanan di masukkn mulutnya. Ga perlu si emaknya bilang : Kunyah nak.. kunyaah..!!!😁😁.
Om gue mau jual rumah, awal nya banyak yg minat tapi setelah tau di sebelah nya di bangun masjid, para calon pembeli jadi mundur. Alasan nya berisik gak bisa istirahat.
Suek om gue, apesss dah ‼️
😐
@Farisa_Dh@JohnAarivEd Cobak deh misal ad di hari Minggu ad CFD rame org.
gue bw spiker kenceng, trs gue yg Kapir ini teriak² klo Muhammad itu nabi cabul & pedofil. Tanpa gw cari dlu kebenaran ke kalian org ² muslim.
Hayo loh,,Terima ga elu² pd yg muslim??
Stop ngeles,Otak dipakee..!!!
@JohnAarivEd Beda sama Ahok. Ahok bawa2 ayat Al-Quran. Kalo JK konteksnya sedang bercerita pengalaman & fakta yg terjadi saat dia mendamaikan konflik agama di Ambon, saat itu orang2 Kristen & Islam di Ambon saling bunuh dgn kepercayaan di agama masing2, yg mati dibunuh akan masuk surga.
Andaikata Ahok pidato dengan kata-kata sama persis dengan yang diucapkan JK, besoknya pasti sudah dijemput polisi. Lalu di penjara juga masih dijejalin kotoran oleh para hamba Allah swt.
@Farisa_Dh@JohnAarivEd Si Chaplin ini dg gamblang menafsirkan PAHAM AGAMA lain di khalayak ramai, tanpa validasi kebenaran lbih dlu. Itu sudah Pasti FITNAH & PENISTAAN.
G ush ngeles muter² kek org tolol😁😁
Sepertinya Geng Solo mau coba-coba jualan SARA dengan menyerang Pak JK dengan memotong-motong ceramah @Pak_JK.
Sekedar mengingatkan jangan coba-coba main api dg SARA.
#WeStandWithPakJK
@RagilSaput35364@msaid_didu@Pak_JK Sekelas JEKA kok congor asal ngebacot😁😁, puny akal gak sii tu si caplin??
menceritakan Paham agama lain ke khalayak ramai. Tanpa validasi kebenaran lbih dulu. Itu sdh JELAS PASTI FITNAH &PENISTAAN.
Stop ngeles²..
Loe pikir dia bocah Paud?? Wajib di maklumi..? 🤪🤪🤪
@msaid_didu@Pak_JK nggak mungkin negarawan sekelas pak JK sengaja mau menistakan agama, cuma ada segerombolan SERIGALA lapar yg lg cari mangsa saja berkedok agama padahal dibelakangnya POLITIK
Tuhan tidak tidur..
Dulu Ahok di penjara cuma ngutif ayat mereka bilg menistakan..
Nah @Pak_JK apa namanya?
kalau ngga masuk juga ini barang, mka benar bahwa hukum di negara ini bisa di beli.
@LambeSahamjja Mangkanya sodare² seiman getol mati²an membela, menutupi kebusukannya... Wong ada dalilnya🤗🤗🤗
Wajah Islam sesungguhnya : bajingaan berzamaah, sepanjang zaman..😁😁
Guys, ada kasus yang menurut gue harus lebih banyak disorot dan ini bukan kasus kecil.
Rp28 miliar dana umat dikumpulkan selama 40 tahun raib.
Pelakunya mantan kepala cabang bank BUMN sendiri.
Kasusnya:
Paroki Aek Nabara di Sumatera Utara menjadi korban penggelapan dana sebesar Rp28 miliar oleh mantan kepala cabang BNI bernama Andi Hakim Febriansyah.
Uang itu bukan uang biasa.
Itu dana yang dikumpulkan umat selama 40 tahun untuk pembangunan gereja, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan jemaat.
Empat dekade tabungan kolektif.
Habis dalam satu pengkhianatan.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya penggelapannya:
Bendahara gereja menyampaikan sesuatu yang menurut gue adalah inti dari seluruh masalah ini:
Deposito berjangka yang resmi bisa dicairkan tanpa tanda tangan saya, tanpa kehadiran saya, tanpa berhadapan dengan teller.
Lalu di mana pengawasan BNI?
Ini bukan pertanyaan retorika.
Ini pertanyaan teknis yang serius.
Dalam sistem perbankan yang sehat pencairan deposito berjangka membutuhkan verifikasi ketat.
Ada prosedur.
Ada tanda tangan.
Ada konfirmasi kehadiran.
Kalau semua itu bisa dilewati oleh seorang kepala cabang itu bukan hanya soal oknum.
Itu soal lubang sistemik dalam pengawasan internal bank.
Dan respons bank yang dikritisi:
Paroki Aek Nabara menyatakan BNI kurang kooperatif dalam menangani kasus ini.
Pihak gereja bahkan harus datang ke bank dan meminta pertanggungjawaban secara langsung setelah kasus ini sudah jelas melibatkan pegawai bank yang datang atas nama BNI, bukan atas nama pribadi.
AHF adalah wajah BNI bukan AHF sebagai pribadi. Karena itulah kami percaya.
Dan ini adalah poin hukum yang sangat kuat. Ketika seseorang datang dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala cabang bank BUMN kepercayaan yang diberikan bukan kepada individu itu. Kepercayaan diberikan kepada institusi yang dia wakili.
Kalau institusinya kemudian cuci tangan dengan mengatakan itu oknum itu adalah respons yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab.
Ini bukan pertama kalinya:
Kasus penggelapan oleh oknum pegawai bank BUMN bukan fenomena baru di Indonesia.
Dan polanya hampir selalu sama: pelaku adalah orang dalam yang dipercaya, korban adalah nasabah yang percaya pada nama besar institusinya, dan respons institusi hampir selalu lambat dan defensif.
Yang berbeda dari kasus ini adalah skalanya Rp28 miliar dari komunitas yang mengumpulkan uang selama 40 tahun dan korbannya adalah umat yang mempercayakan tabungan hidup mereka kepada bank negara.
Yang perlu dituntut secara konkret:
Satu BNI harus menjelaskan secara transparan bagaimana deposito berjangka bisa dicairkan tanpa prosedur verifikasi yang seharusnya berjalan.
Dua Kalau ada lubang sistemik dalam pengawasan internal itu bukan hanya tanggung jawab pelaku. Itu tanggung jawab manajemen dan sistem audit internal bank.
Tiga Korban berhak mendapat kompensasi dari institusi bukan hanya menunggu proses pidana terhadap individu pelaku yang mungkin butuh bertahun-tahun.
Empat OJK sebagai regulator perbankan perlu memberikan penjelasan publik apakah ada kelalaian pengawasan dari sisi regulasi.
Kalau bank BUMN tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang beroperasi atas nama bank lalu untuk apa ada bank negara?
@LambeSahamjja Hadits riwayat Muslim no. 2699 (dari Abu Hurairah RA):
"Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat.
@OneLove4Human@Smaradahana__ Ngaku kristen, tp lu terima agama lu di bahas umat lain, ajaran Tuhan lu di tafsirkn seenak jidat.
Memaafkan & mengampuni sdh pasti,
tp lain urusan dg menuntut negara. Agr hukuman yg sm jg diberlakukan.
Cengooh aj ngaku kristen loe. Org kapir ga ad yg cengooh..blok goblokk!!
Beredar potongan video di media sosial, yang mana menampilkan pernyataan Bapak Jusuf Kalla, yang menyiratkan bahwa baik Islam maupun Kristen sama-sama mengadopsi praktik "sahid" dalam artian saling membunuh demi agama, adalah sebuah simplifikasi yang sangat keliru secara teologis, historis, dan kanonik. Meskipun pernyataan tersebut mungkin lahir dari ketidaktahuan atau upaya untuk mencari kesamaan sosiologis di antara agama-agama, tetapi sebagai umat beriman yang rasional, kita harus menempatkan kebenaran pada porsinya yang tepat.
Membedah kesalahan logika Bapak Jusuf Kalla, Dalam tradisi tertentu di luar Kekristenan, gugur di medan perang (jihad tempur/qital) untuk membela agama memang sering dikategorikan sebagai mati syahid. Di sana, ada ruang di mana tindakan ofensif atau defensif bersenjata diikat dengan janji surgawi. Namun, memaksakan kacamata teologis tersebut ke dalam tubuh Kekristenan adalah tindakan mencampuradukkan apel dan jeruk (false equivalence).
Bapak Jusuf Kalla adalah seorang tokoh yang dihormati, namun dalam hal ini, beliau harus lebih bijak dalam memberikan pernyataan publik yang menyentuh dogma esensial agama lain. Kesalahan utama dari pernyataan beliau adalah praktik proyeksi teologis, yakni mengambil konsep dari latar belakang agamanya sendiri dan memaksakannya sebagai kacamata untuk menilai Kekristenan.
Ketika seorang yang mengaku Kristen membunuh orang lain (apapun agamanya) atas nama Tuhan, ia tidak sedang menjadi martir. Sebaliknya, ia sedang melanggar Perintah Allah Kelima: "Jangan membunuh" dan Gereja akan memandangnya sebagai seorang pendosa besar, bukan seorang pahlawan iman.
Bahkan saat Yesus ditangkap, Yesus menegur Petrus yang menghunus pedang untuk membela-Nya: "Masukkan pedangmu itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang."
Jika Tuhan Yesus sendiri menolak kekerasan untuk membela diri-Nya, sangatlah tidak masuk akal secara teologis jika pengikut-Nya dianggap "martir" ketika mereka membunuh demi nama-Nya. Kekristenan tidak mengenal Tuhan yang haus akan darah manusia yang berbeda keyakinan. Pengorbanan yang berkenan adalah penyerahan diri karena kasih, meniru Sang Anak Domba Allah yang dikurbankan.
Kemartiran dalam Kekristenan bukanlah tentang pertumpahan darah musuh. Kemartiran adalah panggung di mana kasih mengalahkan kebencian, di mana darah sang martir tumpah bukan untuk menuntut balas, melainkan sebagai benih bagi Gereja ("Sanguis martyrum semen christianorum" – Tertullianus). Menyamakan martir Kristen dengan konsep pelaku kekerasan atas nama agama adalah sebuah degradasi terhadap makna luhur kesaksian iman yang telah dihidupi oleh Gereja selama lebih dari dua milenium.
@nadiraginaa@KakekHalal Menceritakan 1 kisah yg Ga valid kebenaranny. sdh psti FITNAH!!! & Dg lantangnya dia sebarkan ke khalayak ramai.
Dia Bkn bocah paud, kelasnya mantan wapres. Klo dia punya otak. Hrusnya sebelum kisah itu dia sebarkan. Validasi dlu kbenaranny
Paham GK, blok guwoblokk???🫣🫣
@KakekHalal Ada yg upload video lanjutannya.. Pak JK lagi nerangin yg lagi ribut antar agama didaerah. Yg 2 2 nya punya pemahaman spt itu. Dijelasin sama pak JK kalo membunuh itu masuk neraka dua duanya... Konteksnya dia lg ceritain konfik yg terjadi.. Nonton lengkapnya deh biar clear.
@KakekHalal Jongosnya ad yg ngancem, gimana?? mo perang sekalian gak nih???😁
Tk bilangin y, jgn prnah prcy Islam agama damai. otak mreka mentok, mk kekerasan adlh pilihan utama & satu²ny..🫣🫣
Jgn heran, umat si Mamad ini akn Jd mnusia² yg primitif & tolol. Sepanjang zaman🤪🤪
@LurahYudea Klo aku di jepang, walopun sbg WNI. Pasti aku bakarr sihh itu kandang iblizz 😁😁😁 sebelum suara bising Toa, mulai dibiasakan 5 x sehari.. yg bkin budeegg🫣🫣