K retweetet
K
702 posts

K
@Hemo_dialga
M3X | Akun sambat tapi ya gitu | INTP-A Straight as a stick If you recognize me, no you didn't.
Jakarta Beigetreten Ağustos 2025
213 Folgt27 Follower

Selamat ohayou gozaimasu everyone.
Watashi udah muak jadi indojin, mohon izin sumimasen mau naturalisasi jadi nihonjin aja 🙏
Kompas.com@kompascom
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi untuk Pertamax dan Pertamax Green per Rabu (10/6/2026). Jika sebelumnya harga Pertamax (RON 92) Rp 12.300, kini naik menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter, dari sebelumnya Rp 12.900 per liter. Baca di: money.kompas.com/read/2026/06/1…
Indonesia

Goodbye Indonesia - welcome to Philipina.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) tercatat telah menutup lebih dari 500 gerai sepanjang 2026 yang dilakukan secara bertahap.
Manajemen menyebut sebagian besar penutupan disebabkan berakhirnya kontrak sewa, kenaikan biaya sewa, hingga evaluasi lokasi yang dinilai kurang optimal.
Namun di tengah munculnya Kopdes Merah Putih dan perubahan peta persaingan ritel nasional, penutupan gerai tetap memunculkan kekhawatiran mengenai potensi berkurangnya lapangan pekerjaan di sektor ritel.

Indonesia
K retweetet

Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah.
Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik
Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik
Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan
Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
Indonesia

@karirfess Saya ga enakan orangnya, Pak
Samain aja sama Bapak (Interview dengan Presdir)
Indonesia

@VelouraNoir_ Tapi daya tariknya di situ ga sih? Wkwkwk
Btw namanya siapa? Dua2nya Doong kasih tau.
Indonesia













