
Faith x Clown
756 posts




Setelah baca reply di cuitan ini, saya agak tergelitik dg pemaknaan verifikasi. Gini, menurut saya, verifikasi ya emang tugas jurnalis. Gak tepat kalo narsum bilang A dan kita langsung tulis A tanpa kroscek. Kalo langsung ditulis setiap komentar pejabat atau siapa pun tanpa pembanding, itu istilah kami jurnalisme tadah ludah. Risikonya, si jurnalis bisa menyebarkan info yg keliru. Sesuai mau narsum. Lagian disiplin verifikasi itu tertuang kok di kode etik jurnalistik pasal 3. Juga masuk dalam standar internasional untuk jurnalistik, SPJ code or ethic. Verifikasi info sebelum rilis. Terserah narsum, entah itu pejabat bilang apa, tugas jurnalis memeriksa apakah fakta yg disampaikan sudah tepat atau belum. Gunakan sumber lain sebagai pembanding.





Orang miskin mengejar uang. Orang kaya mengejar reputasi. Itulah kenapa Elon Musk mengatakan memulai ulang hanya dengan $1.000 hampir mustahil. Bukan karena ia tidak bisa menghasilkan uang lagi, tapi karena di level itu, uang bukan lagi aset utama. Aset sebenarnya adalah: • nama • reputasi • pengalaman • jaringan • kemampuan membangun sesuatu dari nol Sam Altman dipecat dari OpenAI. 48 jam kemudian Microsoft siap memberinya sumber daya tanpa batas. Mira Murati keluar dari OpenAI tanpa produk, lalu mengumpulkan miliaran dolar hanya bermodalkan kepercayaan pasar. Adam Neumann menghancurkan WeWork, tetapi investor masih menulis cek ratusan juta dolar untuk proyek berikutnya. Kenapa? Karena pasar tidak membeli masa lalu. Pasar membeli kemungkinan masa depan. Saat reputasi dan kemampuan masih dipercaya, uang akan selalu datang kembali. Sebaliknya, ketika kepercayaan hilang, bahkan miliaran dolar pun tidak bisa menyelamatkanmu. Itulah aturan kapitalisme yang jarang dibahas: Uang bukan sumber kekayaan. Reputasi, skill, dan kemampuan menciptakan nilai adalah sumber kekayaan sebenarnya.





Mohon maaf kalau teman2 banyak yg kurang suka. Dari yg aku denger di sekeliling, mereka yg tidak main medsos rata2 ternyata suka dengan kepemimpinan Prabowo. Yang petani suka sama pemerintahan sekarang karena menurut mereka Prabowo memperhatikan petani. "Harga pupuk turun dan harga beras stabil tinggi, ya baru era Prabowo ini." Demikian yg aku denger dari salah satu tetangga. Sementara emak2 yg tidak terjangkau medsos suka dengan program MBG lantaran dengan program tersebut uang jajan untuk anaknya jadi berkurang. Saya rasa, inilah yg kerap tidak disadari sama oposisi. Mereka hanya fokus pada perang opini via medsos, tapi melupakan kalangan grassroot yg tidak main medsos. Okelah, mungkin 70% rakyat Indonesia sekarang punya akun medsos. Masalahnya dari jumlah tersebut, yg benar2 aktif di medsos berapa persennya? Katakanlah 60%, berarti 60% dari 70%, ketemulah angka 42% rakyat Indonesia yg sehari2 tak bisa lepas dari medsos. Nah, dari jumlah tersebut yg aktif mengikuti perkembangan politik berapa persennya? Yaaah, paling 45-50% lah. Artinya hanya sekitar 20% rakyat Indonesia yg melek politik karena rajin mengikuti berbagai opini dan isu2 politik yg kerap mendominasi topik perbincangan di medsos. Selebihnya adalah pengguna medsos yg lebih sering menjadikan medsos sebagai ajang hiburan, konten kreator yg hobi joged2 nggak jelas, hingga mereka yg jadi fansbase selebritis. Itu data kasarnya. Alhasil oposisi hanya fokus menggarap sekitar 20% calon pemilik suara Pilpres 2029. Belum lagi, Prabowo selaku petahana memiliki akses luas terhadap anggaran puluhan triliun yg dapat ia cairkan menjadi bantuan sosial jelang perhelatan 2029. Melihat realita ini, jika tidak ada kejadian luar biasa yg mengubah arah politik sekelas Reformasi 1998, prediksi saya Prabowo akan terpilih kembali pada Pilpres 2029. cc:arygumintang

@gelas_kosong01 Rule pertama : tidak ada yg 100 % benar. Rule kedua : kalau hijau, hold. Kalau salah cut loss. Itu saja.

"WAH BOTTOMMM INI, ga asal ngmg, ini ad alasannya" apa alasannya? "you have to know me first. and i dont have any obligation to answer." nenek gw jg bs blg bottom stelah turun 25% 🤣🤣🤣 salah = "wrong is part of the game" benar = "i told you" just stop with the circus.



Coba MU sekalian beli Mateus Fernandes dari westham Komentar nya kan bingung mau panggil Bruno bingung guimaraes atau Fernandes nyebut Fernandes, bingung Bruno atau Mateus Bruno Fernandes Bruno Guimaraes Mateus Fernandes






Jadi tertanya nanti suku Jawa sudah sangat bercampur dan sudah sedikit bilangannya yang tulen 100% Jawa, apakah juang “Jowo yo Jowo lah” ini akan diteruskan. Sekarang saja sudah begitu ramai Jawa sudah tak tulen 100% Jawa. Perkahwinan antara suku rantau ini sudah sangat meluas.




ADA PRASASTI DITEMUKAN UMURNYA LEBIH TUA DARI MAJAPAHIT BRURRR



