ً
2.4K posts

ً
@RuangRehatt
Akun ini dikelola beberapa admin.

📢 WE ARE HIRING Communication Staff – BOS Foundation BOS Foundation is seeking Indonesian nationals who have strong writing skills (Bahasa Indonesia & English), attention to detail, and an interest in conservation issues, we would love to hear from you. #Hiring #JobVacancy




Izin memperjelas serba-serbi coli (onani) yang dibahas oleh dr. Tirta 1. 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗯𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗽𝗿𝗶𝗮 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝘂𝗯𝘂𝗿 Penelitian terbaru tahun 2026, menunjukkan bahwa semakin lama sperma "disimpan" sebelum ejakulasi, dapat membuat kualitas sperma menjadi lebih buruk. Perburukan kualitas tersebut meliputi kerusakan DNA, stress oksidatif, hingga gangguan pergerakan sperma. Hal tersebut bisa terjadi karena sperma yang "disimpan" di tubuh akan mengalami penuaan dan kualitasnya menurun drastis. Ejakulasi lebih sering, baik melalui aktivitas seksual atau masturbasi, dapat “membersihkan” sperma rusak dan meningkatkan peluang kehamilan alami maupun IVF. 2. 𝗘𝗷𝗮𝗸𝘂𝗹𝗮𝘀𝗶 𝗺𝗶𝗻𝗶𝗺𝗮𝗹 21 𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗽𝗲𝗿 𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗮𝘀𝗼𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗿𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗸𝗮𝗻𝗸𝗲𝗿 𝗽𝗿𝗼𝘀𝘁𝗮𝘁 Penelitian tahun 2016 menunjukkan bahwa orang yang ejakulasi minimal 21 kali per bulan, ternyata memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah (19%) dibandingkan dengan yang "hanya" ejakulasi 4-7 kali per bulan. Kedua penelitian ini jadinya mempertanyakan ulang sebenarnya berapa idealnya frekuensi ejakulasi pada laki-laki per bulannya. Terima kasih dok sudah menyuarakan! Semoga bermanfaat! Sumber: 1. Sanghvi (2026). Sperm storage causes sperm senescence in human and non-human animals. 2. Rider (2016). Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up


























