白川、KOTA。

2.5K posts

白川、KOTA。 banner
白川、KOTA。

白川、KOTA。

@TheCaligaran

SHIRAKAWA KOTARO ( 白川虎太郎 ): 静かな白い川の下には虎の意志が流れている—目に見えないが、それでも潮流を導いている。2511KSI008、3年生、2位。

ILLUSIVE BY NOIR ﹡ LSGG, TENGU Beigetreten Kasım 2025
231 Folgt217 Follower
白川、KOTA。
白川、KOTA。@TheCaligaran·
( Malu nya ada banget ini muka saya masuk ke sini. )
Ryōma, 武田。@kageitsu_

@rosetvte @noctnoroi @Mikarry_ @lightfuwzy Mission: Benarkah kalian layak mendapatkan harta yang terkubur dalam keheningan? Persiapkan grimoire tersebut dan pecahkan sandi yang tersembunyi. Batas Waktu: Gerbang kesempatan akan tertutup dalam 7 menit setelah instruksi ini diberikan.

Indonesia
0
1
0
55
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Langkahmu pasti akan terhenti di depan GenkiPop!, sebuah kedai kayu mungil beratapkan hijau dengan dekorasi warna-warni pastel yang tampak seperti oase penyegar dahaga. “Mari kita bersantai sejenak” aku mengambil beberapa minuman dingin yang sudah di siapkan oleh Gen. —
久我, Zora tweet media
Indonesia
1
4
0
232
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Kedai itu dijaga oleh osok mungil berkulit hijau dengan jubah sederhana ia Bernama Gen. Yokai penjaga kedai yang sudah menjadi legenda hidup di Kōsei. Sembari menikmati indahnya Kōsei Himawari Field. —
Indonesia
1
5
0
77
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
“Sudah rapih semuanya??? Oke sekarang kalian boleh berdiri, mari ikuti aku.. Ada sedikit hadiah buat kalia” ujarku berjalan lebih dulu menuju GenkiPop!. Sebuah kedai yang letaknya berdampingan dengan taman Himawari. —
久我, Zora tweet media
Indonesia
1
4
0
168
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
“Jika kalian ragu… ia akan tumbuh lemah.” “Jika kalian teguh… ia akan menghadap cahaya.” Aku membuka mata, melihat mereka satu per satu. “Rawatlah dengan segenap hati kalian agar tumbuh semakin indah”. —
Indonesia
1
5
0
82
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Penyiraman dilakukan dengan hati-hati “Secukupnya saja, jangan terlalu basah nanti benih akan busuk jika terlalu banyak air”. Angin berhembus pelan. Untuk sesaat, semuanya terasa sunyi. “Apa yang kalian tanam hari ini… akan tumbuh bersama kalian,” lanjutku. —
Indonesia
1
4
0
76
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
“Benih tidak tumbuh karena dipaksa.” Dia mengangguk, perlahan menenangkan dirinya. Sementara itu, yang lain mulai menanam benih mereka. Tanah tertutup kembali. Namun… ritual belum selesai. —
Indonesia
1
4
0
74
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Seorang murid tampak kesulitan. Tangannya gemetar. Aku berlutut di sampingnya. “Usahakan jangan terlalu menutupi agar saat tunas tumbuh nanti dapat tumbuh dengan baik”. “Tidak perlu terburu-buru,” kataku pelan. —
Indonesia
1
4
0
72
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Setiap shinnyūsei menerimanya dengan cara berbeda—ada yang hati-hati, ada yang ragu, ada yang langsung menggenggam erat. Aku mengamati. “Gali tanahnya. Jangan terlalu dalam. Jangan terlalu dangkal. Buat sekitar 3-5cm” Aku berjalan di antara mereka, sesekali berhenti. —
Indonesia
1
3
0
117
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Aku berjongkok, menekan tanah dengan telapak tanganku. “Tanah ini… bukan hanya tempat tumbuh,” lanjutku. “Ini adalah saksi.” Aku menoleh ke arah mereka. “Kalian akan menanam benih ini… bersama niat kalian.” Aku membagikan benih satu per satu. —
Indonesia
1
4
0
79
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Di tanganku, terdapat sebuah benih kecil—Himawari. Bunga matahari. Dalam bahasa Jepang berarti bunga yang selalu menghadap matahari—simbol harapan, kesetiaan, dan pertumbuhan. Dengan beberapa alat menanam seperti sarung tangan, sekop kecil, dan kendi penyiram. —
久我, Zora tweet media久我, Zora tweet media久我, Zora tweet media
Indonesia
1
5
0
130
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
“Selamat sore, salam kenal aku Kuga Hoshizora, yang akan membantu kalian melakukan ritual Himawari”. Aku menarik napas perlahan. “Ini bukan sekadar menanam benih,” ucapku, suaraku tenang namun tegas. “Ini adalah ritual. Apa yang kalian tanam… akan mencerminkan diri kalian.” —
久我, Zora tweet media久我, Zora tweet media
Indonesia
1
4
0
216
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
Hari ini, aku bukan peserta. Aku pembimbing. Sekelompok shinnyūsei—berdiri di hadapanku. Wajah mereka masih menyimpan rasa canggung dan sedikit gugup. Aku bisa mengenali perasaan itu. Dulu, aku juga seperti mereka. —
Indonesia
1
5
0
87
白川、KOTA。 retweetet
久我, Zora
久我, Zora@ofIlusi·
@KoseiHouse Langit sore itu cerah, namun tidak terlalu menyilaukan. Angin laut dari kejauhan membawa aroma asin yang tipis. Aku berdiri di tengah tanah lapang yang telah disiapkan—barisan tanah gembur yang rapi, seolah menunggu sesuatu untuk dimulai. —
Indonesia
1
5
0
105
白川、KOTA。 retweetet
KŌSEI。
KŌSEI。@KoseiHouse·
“Setelah ini, kita memasuki agenda terakhir yaitu penanaman bibit himawari bersama Kuga Hoshizora-san (@ofilusi) tolong perhatikan dan ikuti setiap agenda dengan baik.” Kemudian, Ryujiro pun membiarkan atensi seluruh shinyusei beralih pada sang puan.
Indonesia
1
5
0
110
白川、KOTA。 retweetet
KŌSEI。
KŌSEI。@KoseiHouse·
@TamanKosei Ryujiro nampak tersenyum bangga. “Baiklah, kalau begitu jangan lupa untuk mengumpulkan games di tempat yang tersedia, agar setiap pencapaian yang kalian lakukan tercatat dengan baik.” Ujar Ryujiro.
Indonesia
1
3
0
82