

bernando J. sujibto 🇮🇩
36.3K posts

@_bje
sociologist at @UINSK on sociological theory, cultural sociology and youth studies l translator l @_orhanpamuk & türk kültürü & edebiyatı & @spiritturki



Ada satu esai menarik dari Eka Kurniawan dan menjadi kegelisahan saya sebagai pembaca sastra terjemahan akhir-akhir ini. Kecendrungan raksasa kapital penerbitan melihat buku atau sastra hanya sebagai produk industrial hanya akan menciptakan suatu formula produksi. Formula produksi sastra yg "sejenis". Penerbit kapital besar yg menguasai distribusi dan percetakan akan menciptakan selera pembaca yg "sejenis" tanpa disadari oleh pembaca. Di sini pasar diciptakan, bukan cipta dipasarkan. Semakin masif penerbit kapital menciptakan selera pembaca, semakin sedikit ruang untuk sastra alternatif. Keanekaragaman bacaan juga terancam jika industri hanya dikuasai bacaan sejenis. Asian literature yg digadang-gadang penerbit Gramedia masuk ke dalam penerbit kapital yg menyeramgamkan selera pembaca. Asian Literature sungguh luas, berbeda dengan penerbit kapital lainnya, Mizan. Mizan masih menerbitkan sastra Asia dari beberapa negara tidak hanya Jepang dan Korea. Jika menyangkut penerbit kapital yg memang fokus menerbitkan keanekaragaman sastra dunia, salah satunya adalah Penerbit Obor. Obor menerbitkan beberapa sastra dunia bahkan dari negara tetangga kita.

US Treasury Secretary revealed how the U.S. ENGINEERED protests in Iran: “We created a dollar shortage in the country. The Iranian currency went into free fall, inflation exploded”

Kita atau lebih tepatnya saya, menginginkan karya sastra terjemahan dari negara-negara di luar sastra canon Eropa dan Amerika dan Asia Timur. Semisal Afrika dan Asia Selatan maupun Asia Barat. Seperti contoh buku di bawah, buku-buku bagus yg mungkin saya tidak akan tahu dan baca jika tidak diterbitkan penerbit yg memang kurasinya unik.

🇮🇷🇺🇸⚡️– Reporter: How would it not be a war crime to strike Iran’s bridges and power plants? Trump: They’re animals.




Smartest Republican President of the new millennium

EASTER IN IRAN: Christians attend service in Tehran's Saint Sarkis Cathedral

🇺🇸🇮🇷 Archbishop Timothy Broglio, head of the US military archdiocese, says the Iran war “does not meet just war criteria” and is therefore not morally justified. Broglio warned Catholic troops they are not bound to obey every order in such a conflict, advising them to “do as little harm as possible” and protect innocent lives. He noted US law allows objection to war in general, not specific conflicts. Broglio also called Defense Secretary Pete Hegseth’s use of Jesus to justify the war “problematic,” saying it is “hard to cast this war as something sponsored by the Lord.” Follow: @europa







JUST IN: 🇺🇸🇮🇷 President Trump warns Iran has 48 hours to make a deal or open the Strait of Hormuz before "all hell will reign down on them."
