๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹

21K posts

๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ banner
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹

๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹

@acy2213

new life ((bio kemarin estetik.. gatau ava, header, bionya gimana)) walaupun begitu, ttp ๐Ÿ‰๐Ÿ‰๐Ÿ‰๐Ÿ™ ์ž˜ ๋ถ€ํƒ๋“œ๋ฆฝ๋‹ˆ๋‹ค

Beigetreten Mart 2016
1.9K Folgt69 Follower
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
tasya๐Ÿงƒ
tasya๐Ÿงƒ@arlystasyaยท
afirmasi positif : aku bisa mewujudkan semua wishlist dan goalsku satu per satu. kehidupanku berubah ke arah yang lebih baik. jalanku sangat mudah dan menyenangkan. aku menjadi orang yang sukses. aku sangat beruntung. aku dikelilingi orang-orang yang baik dan tulus menyayangiku.
Indonesia
1
404
1.1K
10.9K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
mengโ˜…โ˜†!!
mengโ˜…โ˜†!!@tipestreยท
Gw sumpahin diri gw bisa tinggal dan kerja di luar negeri, di negara maju. Hidup damai begelimang harta
Indonesia
47
7.2K
24K
155.9K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
kia
kia@jmazeeyยท
Bighit lagi buka loker khusus team BTS, lagi lagi bangtan dan 19jt lapangan pekerjaan
kia tweet mediakia tweet media
Indonesia
245
2.4K
11.2K
190.7K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugmยท
Plis @ruangguru bikin COC tapi pesertanya dari IPDN, Akpol, Akmil, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, dkk (yg halo dek semua). Setiap mau mulai dan selesai ngerjain soal harus bilang, "Mohon izin soal siap dikerjakan/sudah selesai". Yg kalah push up 100ร—
๐Ÿ€ 4-leaves Clover ๐Ÿ€@WPTegar

Ruangguru has a chance to show the funniest joke ever right now...

Indonesia
200
6.4K
33.5K
474.9K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
CatatanAli7
CatatanAli7@Catatan_ali7ยท
Namanya Bu Soe Tjen Marching Dosen di London dan penulis Seorang dosen Financial freedom tapi masih peduli keadaan bangsa dan negara Itu buzzer rupiah untuk makan dan bayar sekolah anak harus jual kesedihan dan nipu dulu Kok bisa bisanya jilat jilat penguasa
Indonesia
82
9.3K
27.4K
297.6K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62ยท
10 DAERAH TAMBANG TERBESAR INDONESIA NAMUN TINGKAT KEMISKINAN ADA YANG HAMPIR 20% PENDUDUK MISKIN !! MASIH YAKIN PASAL 33 UNTUK RAKYAT? ATAU COVER PARA PENJABAT AJA? Maia Estianty nanya hal yang bener. Dan jawabannya memang tidak nyaman. Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 berbunyi: "Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat." Pertanyaannya sederhana: sudah terjadi belum? Mari kita lihat datanya. 10 DAERAH PALING KAYA TAMBANG DI INDONESIA VS KONDISI RAKYATNYA 1. Morowali, Sulawesi Tengah Tambang: Nikel (smelter terbesar, bahan baterai EV global) PDRB per kapita: Rp 1 miliar (tertinggi di Indonesia versi BPS 2024) Kemiskinan: Masih banyak kantong miskin yang belum tersentuh investasi Angkanya fantastis di atas kertas, tapi uangnya lebih banyak berputar di kawasan industri dan tenaga kerja asing. 2. Mimika, Papua Tengah Tambang: Emas dan tembaga Freeport Grasberg, tambang terbesar di dunia PDRB per kapita: Rp 450 juta Kemiskinan: Papua secara keseluruhan masih 18,09% (September 2024, BPS) Triliunan dolar emas keluar dari tanah Papua. Tapi Papua tetap provinsi termiskin kedua di Indonesia. 3. Kutai Timur, Kalimantan Timur Tambang: Batu bara, minyak, gas PDRB per kapita: Rp 340 juta Kemiskinan: Kaltim 5,78% (lebih baik dari nasional 8,57%) Salah satu yang paling "berhasil" mendistribusikan hasil tambang, tapi kesenjangan desa-kota masih nyata. 4. Bengkalis, Riau Tambang: Migas, salah satu penghasil minyak terbesar PDRB per kapita: Rp 320 juta lebih Kemiskinan: Riau sekitar 6,4%, tapi daerah pelosok masih jauh tertinggal Kesimpulan: Infrastruktur kota bagus, tapi desa-desa sekitar sumur minyak banyak yang masih tanpa air bersih layak. 5. Teluk Bintuni, Papua Barat Tambang: Gas alam (LNG Tangguh, salah satu ladang gas terbesar Asia) PDRB per kapita: Lebih dari Rp 600 juta Kemiskinan: Papua Barat sekitar 20% lebih Gas Tangguh dinikmati oleh dunia. Rakyat Bintuni masih berjuang. 6. Natuna, Kepulauan Riau Tambang: Minyak bumi dan gas alam PDRB per kapita: Rp 260 juta Kemiskinan: Masih ada kesenjangan signifikan antara angka PDRB dan kondisi riil nelayan lokal Kekayaan migas besar, tapi penduduk hanya 84 ribu jiwa dan tidak semuanya merasakan dampaknya secara langsung. 7. Halmahera Tengah, Maluku Utara Tambang: Nikel (kawasan industri Weda Bay) PDRB per kapita: Naik drastis sejak 2020 Maluku Utara sekitar 6,9%, turun, tapi distribusinya belum merata Kesimpulan: Nikel booming, tapi konflik lahan dengan masyarakat adat masih terus terjadi. 8. Bangka Belitung Tambang: Timah (salah satu penghasil timah terbesar dunia) PDRB per kapita: Sekitar Rp 60 juta Kemiskinan: 4,9%, relatif rendah Timah sudah dieksploitasi ratusan tahun. Hasilnya? Laut dan darat rusak parah, dan saat harga timah jatuh, ekonominya langsung goyang. 9. Kalimantan Selatan Tambang: Batu bara (Tanah Bumbu, Banjar, Kotabaru) PDRB per kapita: Sekitar Rp 50 juta Kemiskinan: 4,4%, salah satu yang terendah nasional Relatif lebih baik, tapi banjir ekstrem akibat tambang batu bara sudah menghancurkan ribuan rumah warga berulang kali. 10. Sulawesi Tenggara (Konawe, Kolaka) Tambang: Nikel dan aspal PDRB per kapita: Sekitar Rp 40 juta Kemiskinan : 11,2% (di atas rata2 nasional) Nikel dikirim ke China diolah jadi baterai. Rakyat sekitar tambang masih hidup di bawah rata-rata nasional. Dari 10 daerah di atas, polanya hampir seragam: PDRB per kapita tinggi bukan berarti rakyat sekitar tambang sejahtera. PDRB itu dihitung dari nilai produksi di wilayah tersebut, bukan dari pendapatan yang masuk ke kantong warga. Jadi kalau sebuah perusahaan tambang asing produksi Rp 10 triliun di Mimika, angka itu masuk ke PDRB Mimika, tapi uangnya terbang ke Jakarta, Singapura, dan Amerika. YG PALING UNTUNG? Pemerintah pusat lewat royalti dan pajak Perusahaan tambang (mayoritas asing atau konglomerat Jakarta) Elit lokal yang dekat dengan perizinan Tenaga kerja terampil yang didatangkan dari luar daerah
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
2
11
22
860
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
Lukman Simandjuntak
Lukman Simandjuntak@hipohanยท
Era nabi hanya ada zakat mal (2,5%/thn bagi yg penuhi syarat), zakat pertanian (jk panen penuhi syarat), zakat ternak (jk jmlh ternak penuhi syarat) dan zakat fitrah (setiap ramadhan, 2,5 kg bahan makanan). Meski tdk banyak tapi rakyat tidak kekurangan. Sementara saat ini ๐Ÿ˜ด
Lukman Simandjuntak tweet media
Indonesia
6
43
67
1.1K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
atokdalang
atokdalang@atokdalangs4ยท
manifest omongan adalah doa: - pulang teng go - kerja di tempat yang tepat - gaji 15jt ++ - karir jelas - kerja sesuai job/role - lingkungan positif ga toxic - perusahaan gak pelit/dzolim - hak karyawan dipenuhi - senin-jumat - tanggal merah libur - bisa beli apapun tanpa liat harga atau diskon - bisa wfh/remote cc:threadvaneshaaurelya
Indonesia
96
6.3K
19.4K
176.2K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
ะฏizal do
ะฏizal do@afrkmlยท
Tanda2 Indonesia Cemas might come sooner krn masih bnyk org dewasa yg: 1. Gabisa baca jam analog 2. Gabisa bedain mana kanan & kiri 3. Gabisa perkalian & penjumlahan sederhana 4. Gabisa bedain depan belakang, samping, seberang, dsb 5. Gabisa menghargai waktu orang lain 6. Ga ngerti pecahan; ga ngerti bedanya 1/2, 1/3, 1/4 ๐Ÿ˜ฉ Apa lagi tuh? Coba tambahin!
Indonesia
84
248
1.2K
36.2K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
BABAH๐Ÿ‘ฝโœจ
BABAH๐Ÿ‘ฝโœจ@ustadchenยท
Sumpah, udah di tahap kerjaan yang bikin gue mempertanyakan moral diri sendiri pun mulai gue pertimbangkan
ismi ๐™šห™โ‹†.หš แกฃ๐ญฉ@glowinbeautyy

Tengah malem kepikiran โ€œnyari duit tambahan kemana lagi, ya?โ€ Saking udah hopeless nya sama pertumbuhan ekonomi di negara ini๐Ÿ’”

Indonesia
24
926
4.1K
109.4K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimediaยท
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya" "memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?" duarrr ๐Ÿ”ฅ
Indonesia
257
14.2K
44K
483.7K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
Hakeem
Hakeem@WaldoFarrelkeemยท
WKWKWKW PALANYA LANGSUNG NUNDUK KE BAWAH. GAK GERAK SAMSEK
Indonesia
635
14.4K
62.8K
1.2M
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62ยท
Dari wawancara ini Mahasiswa UI dan DPR ini, ternyata selama ini mereka tau masalah besarnya di mana, untuk memajukan bangsa Indonesia. Tapi kok solusinya malah melencengggg, - Tau masalah Jembatan rusak : solusinya makan - Tau masalah Jalan rusak : solusinya makan - Tau masalah Sekolah rusak : solusinya makan - Tau masalah Guru honorer menderita gaji 300rb : solusinya makan Analoginya gini, Bayangin lagi naik motor tapi bensinnya habis. Dikasih 2 pilihan antara SPBU buat isi bensin atau warung makan buat makan tapi lebih memilih buat makan di warung makan biar lebih semangat dorong motor!!!! Rip logika sehat
Hidup sebagai +62 tweet mediaHidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
62
1.3K
4.2K
121.9K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62ยท
Kerja dimana mas ? "Saya pengusaha" Oh pengusaha dibidang apa? "Saya punya 5 dapur MBG" Lo bukan pengusaha anying, lo pengemis proyek Kerja dimana mbak? " Saya relawan " Wah, mulia sekali relawan apa? "Relawan sppg" Lo bukan relawan, lo dibayar pakai dana pendidikan yang dirampas dengan paksa, dzolim.
Indonesia
21
376
1.2K
30.1K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
ใƒ•ใƒฉใ‚คใƒ‡ใƒณใƒฌใ‚คใƒ• ๐ŸŽฌ
lah emang, mas adam adenan itu penerima chevening. salah satu scholarship tersulit buat lolos, nonton lengkapnya di podcast seminggu buat bahas karir mereka sampai memutuskan buat resign. seru!
azka โœฆ@agngw_

Personil band Perunggu ternyata karirnya gak main-main ๐Ÿ”ฅ

Indonesia
9
96
1.4K
50.9K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
๐„๐œ๐ก๐š๐Ÿงšโ€โ™€๏ธ๐Ÿชญ|| ๐’Š๐’” ๐’”๐’†๐’†๐’Š๐’๐’ˆ ๐‘ฉ๐‘ป๐‘บ๐Ÿ”œ
Jelas sih org2 marah, semua terlalu kebetulan. Ada waktu 3 tahun BTS istrahat grup dan semua kategori berjalan seperti biasa. Tbtb pas BTS comeback, albumnya meledak dan BTS kembali ngacak2 chart global. Duarrrrr gak ada angin gak ada hujan tbtb grammy bikin kategori baru udh gitu di kotakin โ€œASIANโ€ like what?! Keliatan bgt gak mau nya BTS masuk dan take over award yg ada disana. Issue ini jg makin kesini udh makin banyak narik org2 di industri musik utk ikut konsen. FORBES : โ€œBTS akan terus tur dan merilis musik, dan fans akan terus mendukung mereka tanpa henti, terlepas dari pengakuan Grammy. Akademi mungkin akan mengakui grup K-pop itu suatu hari nanti. Tapi sementara BTS terus memecahkan rekor dan Grammy terus kehilangan relevansinya, siapa yang sebenarnya butuh siapa?โ€ BTS PAVED THE WAY #BTS_ARฤฐRANG
๐„๐œ๐ก๐š๐Ÿงšโ€โ™€๏ธ๐Ÿชญ|| ๐’Š๐’” ๐’”๐’†๐’†๐’Š๐’๐’ˆ ๐‘ฉ๐‘ป๐‘บ๐Ÿ”œ tweet media
Pop EMPIRE@PopEmpirex

The Grammys are receiving MASSIVE BACKLASH for Introducing the "Best Asian Pop Music Performance" Award. People are furious that Asian artists are being separated from the International Level.

Indonesia
17
814
2.7K
63.1K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
Irilrahmanr
Irilrahmanr@catonlythoughtsยท
Ada satu kalimat yang sering gue dengar dari fresh graduate: "Gue lagi cari kerja." Tapi jarang banget gue dengar: "Gue lagi nyiapin diri buat kerja." Padahal dua hal itu berbeda. Karena cari kerja itu soal kesempatan. Tapi siap kerja itu soal persiapan. Dan masalahnya, kesempatan sering datang tanpa ngasih peringatan. Hari ini lo scroll LinkedIn. Besok ada recruiter yang hubungi. Minggu depan interview. Dua minggu kemudian keterima. Cepat banget. Pertanyaannya: kalau itu terjadi besok, lo siap ga? Siap lihat spreadsheet yang isinya ribuan baris? Siap bikin report? Siap baca dashboard? Siap kerja dengan data? Karena itu yang terjadi di banyak pekerjaan sekarang. Mau marketing. Mau HR. Mau finance. Mau operasional. Ujung-ujungnya tetap ketemu data. Dan sayangnya, banyak fresh graduate baru mulai belajar setelah mereka duduk di kursi kantor. Saat tekanan sudah ada. Saat deadline sudah jalan. Saat ekspektasi sudah tinggi. Makanya menurut gue, kesalahan terbesar bukan kurang pengalaman. Tapi menunggu terlalu lama untuk mulai membangun skill. Karena setiap hari yang lewat, ada kandidat lain yang lagi belajar Excel. Ada yang lagi bikin dashboard pertama mereka. Ada yang lagi menambah skill Power BI ke CV mereka. Dan mereka semua nantinya akan masuk ke pasar kerja yang sama. Itulah kenapa gue bikin course ini. Biar lo bisa mulai membangun skill yang memang dipakai di dunia kerja sekarang. Excel, Google Sheets, Power BI, Looker, dan Domo. Lengkap dengan studi kasus supaya lo ga cuma belajar teori, tapi juga latihan menghadapi situasi yang mirip dengan kerjaan nyata. Karena di fase fresh graduate, kesempatan itu penting. Tapi kesiapan saat kesempatan datang jauh lebih penting. Kalau lo mau mulai membangun kesiapan itu dari sekarang: lynk.id/fadhlirrahman/โ€ฆโ 
Indonesia
0
9
48
1.7K
๐’œ๐“‡๐’พ๐’ถ๐“ƒ๐’ถ ๐’ฆ๐’พ๐“‚ ๐Ÿฆ‹ retweetet
ฮปL-D1 | AI for Buzzer ๐Ÿ‰
Menurutku kita perlu hati-hati sama narasi โ€œinflasi pendidikanโ€. Karena kalau narasi ini diterima mentah-mentah, kesimpulan yang muncul bisa bahaya. Sekolah tinggi percuma, kuliah percuma, sarjana kebanyakan. Padahal menurutku root cause-nya bukan itu. Tesisnya kan kayak gini "problem utama Indonesia bukan kebanyakan orang kuliah, tapi terlalu sedikit pekerjaan formal dan produktif yang butuh orang berpendidikan tinggi"" Kalau mau bilang โ€œinflasi pendidikanโ€, definisinya harus jelas dulu. Inflasi pendidikan itu terjadi ketika gelar makin banyak, nilainya makin turun, dan jumlah lulusan pendidikan tinggi jauh melebihi kebutuhan pasar kerja. Indikatornya apa? berapa banyak penduduk yang benar-benar lulus perguruan tinggi? apakah pekerjaan formal cukup banyak? apakah industri, kantor, startup, pabrik, dan perusahaan produktif tumbuh cukup untuk menyerap mereka? Nah, kalau lihat Indonesia, indikatornya belum cocok untuk bilang akar masalahnya adalah sarjana kebanyakan. Penduduk yang tamat perguruan tinggi 2025 baru sekitar 11%. Di tenaga kerja, D4/S1 ke atas juga sekitar 10,44%. Jadi agak susah bilang โ€œhampir semua orang bisa kuliahโ€. Faktanya, yang kuliah sampai lulus masih sedikit. enggak ada 20% dari total penduduk kita. Yang lebih kelihatan justru sebaliknya. pekerjaan formal dan high-skill kita belum cukup banyak. Pekerja informal masih sekitar 59% dari total pekerja. Artinya banyak orang masih hidup dari kerja yang tidak stabil, tdk pnya BPJS, dan gaji layak. Kalau pakai analogi Sim City, ini gampang kebayang. Kamu bisa bangun sekolah dan kampus, tapi kalau kotanya tidak punya cukup zona industri, kantor, dan bisnis, lulusan itu mau kerja di mana? Masalahnya bukan sekolahnya kebanyakan. Masalahnya kotanya tidak cukup dibangun untuk menyerap orang yang sudah sekolah. Itu yang menurutku terjadi di Indonesia. Anak mudanya disuruh sekolah tinggi, tapi setelah lulus, lapangan kerja formalnya sempit. Akhirnya perusahaan bisa bikin proses seleksi makin panjang, makin ribet, makin mahal buat pelamar, karena supply pelamar jauh lebih besar dari demand pekerjaan bagus. Jadi kalau ada fresh graduate harus isi data panjang, online test berlapis, FGD, interview, psikotes, sampai MCU untuk posisi entry-level, itu bukan bukti bahwa pendidikan kita kebanyakan. Itu gejala pasar kerja yang timpang. Dan di titik ini, menurutku jangan dibalik jadi menyalahkan anak muda yang kuliah. Problemnya ada di kebijakan. Kenapa pemerintah? Karena yang bisa mengatur arah investasi, industrialisasi, perizinan, kualitas pekerjaan, dan belanja negara ya pemerintah. Bukan individu pencari kerja. Contoh, daripada kebijakan populis seperti MBG dijadikan jawaban utama, menurutku lebih masuk akal kalau energi dan uang negara dipakai untuk membangun pabrik, industri, dan pekerjaan layak. Kalau orang tua punya kerja yang layak, mereka bisa kasih makan anaknya sendiri. Mereka bisa sekolahkan anaknya sampai lulus. Anak itu juga punya peluang masuk lapangan pekerjaan yang lebih sehat. Jadi kesimpulannya, jangan kejebak narasi โ€œsarjana kebanyakanโ€. Sarjana kita masih sedikit. Yang kurang itu pekerjaan produktif, industri, perusahaan, dan kebijakan ekonomi yang serius menyerap tenaga kerja terdidik. Yang harus diturunkan bukan aspirasi pendidikan rakyat. Yang harus dinaikkan adalah kualitas ekonomi dan jumlah pekerjaan layak.
ฮปL-D1 | AI for Buzzer ๐Ÿ‰ tweet mediaฮปL-D1 | AI for Buzzer ๐Ÿ‰ tweet mediaฮปL-D1 | AI for Buzzer ๐Ÿ‰ tweet media
Asura ๐Ÿ”ฅ@Asura0599

Kita ngalamin yang namanya Inflasi Pendidikan. Gelar S1 zaman now itu nilainya udah setara sama ijazah SMA zaman dulu karena hampir semua orang bisa kuliah. Efeknya, HRD jadi kebingungan ngefilter lautan sarjana ini. Solusinya? Mereka nyiptain rintangan ala Ninja Warrior atau Hunger Games (Online Test berlapis, FGD/LGD, presentasi kasus, psikotes berjam-jam). Proses ribet itu berevolusi bukan karena kerjaannya butuh skill yang bagus, tapi semata-mata buat nge-eliminasi ribuan kandidat dengan cepet aja. ๐Ÿค“ Supply and Demand buat lapangan pekerjaan disini juga jomplang banget cik. Supply tenaga kerja di Indo kata GIBRAN membludak ruah, sedangkan lapangan kerjanya seret. Dampaknya? Karena tahu yang butuh kerja itu ada jutaan orang, perusahaan seenaknya melempar beban biaya penyeleksian ke pelamar. ๐Ÿ‘น Kalo dibandingin di US atau di Eropa mah proses rekrutmen rata-rata straight to the point. Kirim CV/Resume - Screening (via telepon) - Interview (1 atau 2 kali sama user/manager) - Offering. Tes aneh-aneh berjam-jam atau MCU sampai disuruh puasa dan bugil itu jatuhnya red flag dan bisa kena tuntutan pelanggaran privasi malahan di US/Eropa. KECUALI lu daftar masuk militer, kerja di lab berbahaya, atau buruh fisik berat. Di Indo? Daftar staf admin entry level aja MCU-nya kayak mau dikirim dinas ke daerah konflik ๐Ÿ’€

Indonesia
16
451
965
23.6K