Wira

1.1K posts

Wira banner
Wira

Wira

@adisp04

.......

Semarang Barat, Indonesia Beigetreten Kasım 2009
674 Folgt48 Follower
Angehefteter Tweet
Wira
Wira@adisp04·
Utas sekitar data Bansos aka DTSEN Data sakti ini memuat seluruh data kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia yg di kelompokkan berdasarkan Desil/Peringkat/Rangking sosial ekonominya. Untuk semua bansos baik bansos PKH, bansos BPJS Kesehatan, bansos Sembako, PIP, KIP kuliah
Indonesia
1
0
1
372
Wira
Wira@adisp04·
@hasyimmah Siapa yang merasakan ketidaknyamanan dlm keluarganya krn beda idul Fitri? Ealah hal sepele gini kok bikin ribut keluarga, di keluarga kecil & besar kami dan bertetangga di lingkungan beda Idul Fitri biasa sj. Yg lebaran dulu ya Sholat Id dulu hbs itu y merayakan brsma besoknya.
Indonesia
0
0
0
15
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Perbedaan NU dan Muhammadiyah dalam banyak hal bagi saya tak masalah. Mau soal qunut, soal ziarah kubur, soal tahlilan dll, itu tak masalah KARENA tak pengaruhi Islam-nya. Tapi kenapa saya tak suka ada perbedaan tentang hari idulfitri? KARENA yang terlihat adalah Islam-nya. Orang "di luar" Islam tak akan melihat perbedaan kita terkait qunut, ziarah kubur, tahlilan, atau hal sejenisnya. Namun ketika ada 2 Hari Raya yang berbeda, mereka akan melihat Islam sebagai agama yang "berselisih". Kalau mau diskusi lebih lebar, ini seperti perbedaan dalam Islam terkait "Islam radikal". Saya mendukung semua perbedaan pandangan dalam Islam. Namun kalau sudah berpandangan Islam radikal, saya menolak perbedaan itu. Bagi saya, ketika ada Islam radikal, maka pandangan itu merusak nama Islam di mata masyarakat dunia. Ingat, non-muslim itu belajar Islam pertama kali bukan baca buku Islam, tapi baca perilaku umat Islam. Islam radikal, secara sederhananya adalah Islam yang menghalalkan tindakan kekerasan atau terorisme. Pemikiran seperti bagi ssya bukan perbedaan yang bisa diterima, tapi harus dihilangkan (pemikirannya). Kembali ke Idulfitri, perbedaan hari Idulfitri di lokasi (negara) yang sama hanya akan membuat kemeriahan Idulfitri berkurang. Nggak bisa dipungkiri. Dalam 1 keluarga pun bisa berbeda. Betapa tidak nyamannya berlebaran seperti itu. Hubungan orang tua dan anak, hubungan tetangga, hubungan bisnis, semua jadi serba-tak nyaman karena ada perbedaan hari Idulfitri. Meski begitu saya sekarang merasa tak bisa berharap lagi, baik ke NU atau Muhammadiyah. Keduanya sangat merasa dirinya paling benar sehingga mengabaikan kenyamanan masyarakat muslim Indonesia serta tak peduli akan syiar Islam secara umum. Saya kini meyakini, mereka tak mungkin bisa disatukan. Ego keduanya terlalu kuat. Namun saya akan terus menyampaikan bahwa untuk perbedaan yang terkait menentukan awal bulan Hijriah, menurut saya itu adalah perbedaan yang seharusnya dihilangkan. Saya buat ilustrasi di bawah ini. Perbedaan seperti tahlilan, jumlah rokaat tarawih, dll itu seperti di Gambar 1. Namun perbedaan tentang hari Lebaran, itu seperti di Gambar 2.
Hasyim Muhammad tweet mediaHasyim Muhammad tweet media
Indonesia
73
10
45
9.8K
Wira
Wira@adisp04·
@innovacommunity Mantep, Min. Ya dikatakan beruntung ya beruntung sih. Gara² ngikutin saran cari saja 2nd, akhirnya coba cari 2nd dulu.. Ini habis tes perjalanan siang hari ini gambar jernih. Yg malam tanpa lampu jalan ini samar², pas ada lampu lumayan terlihat jelas plat nomor kendaraan lain.
Indonesia
0
0
1
33
Innovacommunity
Innovacommunity@innovacommunity·
Minnov lebih suka apps nya AZDOME. Spesifikasi kurang lebih mirip2. Tapi AZDOME lebih murah
al ab@terduakali

@innovacommunity Bang dashcam antara azdome vs 70mai yg 3 kamera mana yg oke

Indonesia
2
0
17
4.2K
🍉
🍉@huftbosan·
@husain_fahasbu Ga ada tuh masnya mengoreksi Ainun yang mengolok-olok, bahkan memfitnah, Muhammadiyah😌
🍉 tweet media
Indonesia
4
4
7
633
Wira
Wira@adisp04·
@Elzafi89 @husain_fahasbu Tinggal nyindirnya di forum apa. Internal atau umum? Dan penyampaiannya seperti apa juga. Saya sering melihat untuk tingkat kabupaten 'gojlokan' antar 2 ormas ini sering terjadi bahkan di muka umum, tapi ini dalam balutan jokes saja dan saling memahami.
Indonesia
0
0
0
10
Wira
Wira@adisp04·
Sikap 'ekslusif' ini baik untuk beberapa kondisi, tapi ndak baik jika sudah ada turut campur kepentingan lain yang berbau duniawi. Wahabi ini kalau sampai Takfiri ke yang beda ya meski dijauhi.
Fauzan Al-Rasyid@fauzanalrasyid

Untuk verifikasi, saya unduh videonya, saya transkripsikan dan terjemahkan dengan bantuan AI. Berikut isi video di bawah ini: Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, mengakui bahwa penyebaran paham Wahabi yang keras oleh negaranya merupakan permintaan dari pihak sekutu, dalam rangka menghadapi meluasnya pengaruh dan penetrasi Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Dalam wawancaranya dengan The Washington Post, ia menyatakan bahwa pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya telah menempuh jalur penyebaran paham Wahabi yang ketat. Ia menegaskan bahwa kini saatnya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang semestinya. Dalam pernyataan yang sarat pengakuan, Muhammad bin Salman menyebut bahwa penyebaran paham Wahabi oleh negaranya merupakan sebuah keniscayaan yang didorong oleh kepentingan serta tekanan Barat terhadap Riyadh, guna membendung ekspansi pengaruh Uni Soviet selama Perang Dingin. Akar dari investasi Saudi dalam pembangunan sekolah dan masjid bermula pada periode Perang Dingin, ketika sekutu meminta Arab Saudi untuk memanfaatkan sumber dayanya demi mencegah Uni Soviet memperluas pengaruhnya di negara-negara Islam. Ia menambahkan, “Saya percaya bahwa Islam itu rasional dan sederhana, tetapi ada pihak-pihak yang mencoba membajaknya.” Dengan demikian, Perang Dinginlah yang, menurut pernyataan Putra Mahkota, mendorong Riyadh melakukan kebijakan tersebut. Namun, saat ini Riyadh harus menanggung konsekuensi dari pemanfaatan dana-dananya oleh Barat dalam perang melawan ideologi komunis. Di sisi lain, terdapat pengakuan terbuka dari sang pangeran muda bahwa berbagai tuduhan yang diarahkan kepada rezim Al Saud, terkait pendanaan kelompok ekstremis dan teroris secara ideologis, merupakan akibat dari arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa saat ini perlu dilakukan upaya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang benar. Pendanaan terhadap paham Wahabi saat ini, menurutnya, sebagian besar berasal dari lembaga-lembaga swasta yang berbasis di kerajaan, bukan dari pemerintah. Ia juga menyebut bahwa dialog dengan institusi keagamaan telah berlangsung lama. Yang mencolok dari pernyataan-pernyataan ini adalah adanya kontradiksi yang jelas dengan fondasi Wahabi yang menjadi dasar berdirinya Arab Saudi modern. Penafsiran-penafsiran fikih yang khas dari lingkungan Saudi, yang di masa lalu turut memicu konflik dan bahkan menyeret sejumlah negara ke dalam perang saudara multidimensi, seperti di Aljazair pada tahun 1990-an, kini kembali menjadi sorotan. Hal ini memunculkan pertanyaan: apa dampak dari pernyataan Mohammed bin Salman terhadap masa depan arus Salafi, khususnya di Aljazair?

Indonesia
0
0
0
58
Wira
Wira@adisp04·
@raykairi ... Prof Amin Abdullah salah satu tokoh Muhammadiyah yg konsisten dalam ucapan dan tindakan menjaga kerukunan baik intern umat beragama maupun antar umat beragama. Tentu banyak lagi yang seperti ini. Di grassroot aslinya adem sj terkait perbedaan. Bukan zamannya lagi bhs itu.
Indonesia
0
0
0
19
Wira
Wira@adisp04·
@raykairi Jika ada yang bersikap 'radikal' begitu asal bukan tokoh atau pengurus Muhammadiyah apalagi disampaikan di muka umum ya setidaknya itu bukan sikap resmi dan ajaran organisasi. Kemungkinan besar tetap ada yg 'koreksi' dr simpatisan atau kadang tokohnya. Di UIN Jogja...
Indonesia
1
0
0
422
Call me Al 🇵🇸
Call me Al 🇵🇸@raykairi·
Muhammadiyah tidak pernah menyindir atau mengolok-olok organisasi atau kelompok lain. Selama jadi warga Muhammadiyah pun guru saya gak pernah membanggakan kita bisa menetapkan tanggal puasa dan lebaran sambil menyendiri kelompok lain. Entahlah beliau ini warga Muhammadiyah atau bukan, tapi saya gak pernah diajarkan untuk bicara seperti ini.
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin

Muhammadiyah sudah bisa menetapkan tanggal puasa dan lebaran untuk 100 tahun ke depan, sisa waktu dan sumber daya bisa difokuskan untuk produktivitas bisnis dan melayani ummat. Sementara itu ada yang selalu distracted karena repot sidang isbat setiap tahun.

Indonesia
86
426
2.7K
218.7K
Wira
Wira@adisp04·
@husain_fahasbu ... Prof Amin Abdullah salah satu tokoh Muhammadiyah yg konsisten dalam ucapan dan tindakan menjaga kerukunan baik intern umat beragama maupun antar umat beragama. Tentu banyak lagi yang seperti ini. Di grassroot aslinya adem sj terkait perbedaan. Bukan zamannya lagi bhs itu.
Indonesia
0
0
0
95
Wira
Wira@adisp04·
@husain_fahasbu Jika ada yang bersikap 'radikal' begitu asal bukan tokoh atau pengurus Muhammadiyah apalagi disampaikan di muka umum ya setidaknya itu bukan sikap resmi dan ajaran organisasi. Kemungkinan besar tetap ada yg 'koreksi' dr simpatisan atau kadang tokohnya. Di UIN Jogja...
Indonesia
3
0
0
866
Wira
Wira@adisp04·
@RendraGraha @LittleScrett_ 'Memotong' opini orang dengan hal yg ngga beda POV pula. Akhirnya tdk selesai dalam menjawab krn beralih ke topik lain. Pesannya, pakai POV yg sama untuk menilai sesuatu kecuali ada kata² "menurut keyakinan saya..."
Indonesia
0
0
0
33
Rendra Graha
Rendra Graha@RendraGraha·
@LittleScrett_ Anang utek e ga nutut mikir logis. Mosok premis logis, dijawab argument song dogmatik
Indonesia
1
0
1
2.6K
Little Secret
Little Secret@LittleScrett_·
Kalo Menurut Kalian Menikah Itu Gimana ?
Indonesia
100
358
2.2K
700.4K
Innovacommunity
Innovacommunity@innovacommunity·
@rapharay @dyanaputrin ada rekomendasi? Ini dashcam apa yah?
klik_yuli@tamanunyil

@innovacommunity Min mau nanya, mau DM ga bisa. Ada rekomendasi bengkel di Semarang untuk pasang dashcam? Kalau bisa yang bisa bawa barangnya sendiri, karena mau beli dari rekomendasi minov. Sudah tanya ke bengkel dekat rumah, ga bisa bawa unit sendiri dan di sana readynya yang model spion tengah

Indonesia
2
0
1
689
Wira
Wira@adisp04·
@efyandro @narko_siamdi @ismailfahmi Ya sama, hari ke-29 bulan sya'ban (sebelum Ramadhan) dilakukan rukyat (bg yg harus rukyat). Kalau bulan baru tdk terlihat maka digenapkan 30 hari, setelah itu baru masuk 1 Ramadhan.
Indonesia
0
0
0
27
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi@ismailfahmi·
📌 Konteks Pernyataan: 🔸 Anda mengapresiasi sikap Buya Hamka yang memilih "mengalah" demi persatuan umat dalam penentuan tanggal Hijriah 🔸 Anda berpendapat bahwa dalam hal penentuan tanggal, keseragaman dalam satu negara lebih baik 🔸 Anda menilai ormas yang mau mengalah adalah ormas yang hebat [TarjihMu AI Agent] Saya sangat menghargai sentimen persatuan yang Anda sampaikan. Ini memang refleksi yang penuh kearifan. Izinkan saya merespons dari beberapa sudut: 🕌 Tentang Buya Hamka: 🔹 Sikap Buya Hamka (Buku Saya Kembali ke Rukyat, thn 1980) memang mencerminkan kenegarawanan yang luar biasa. Beliau memilih untuk tidak mempertajam perbedaan demi kemaslahatan umat pada zamannya. 🔹 Namun perlu dipahami bahwa konteks saat itu berbeda — infrastruktur hisab belum semapan sekarang, dan tekanan politik Orde Baru turut membentuk dinamika keputusan keagamaan. ⚖️ Mengapa Muhammadiyah Tidak Sekadar "Mengalah": 🔹 Dalam perspektif Tarjih, penentuan awal bulan bukan perkara "siapa yang mau mengalah", melainkan perkara kebenaran metodologis (manhaj istinbath). Mengikuti metode yang populer bukanlah "mengalah" — itu taqlid, yang justru bertentangan dengan prinsip Muhammadiyah. 🔹 Sebagaimana ditegaskan dalam Putusan Tarjih XXVI (1424 H/2003 M) yang kemudian di-tanfidz dalam BRM 06/2014: hisab dan rukyat memiliki kedudukan yang sama, namun hisab dipandang lebih memberikan kepastian sehingga harus didahulukan. 🔹 Konferensi Pakar Internasional di Rabat, Maroko (1429 H/2008 M) bahkan menyimpulkan bahwa pemecahan problem kalender Islam tidak mungkin dilakukan kecuali dengan menerima hisab — bukan dengan "saling mengalah" antara metode. 📅 Justru KHGT Adalah Jawaban untuk Persatuan: 🔹 Ironinya, KHGT yang kini diadopsi Muhammadiyah (BRM 05/2025) justru dirancang untuk persatuan — bukan persatuan satu negara saja, tapi persatuan umat Islam sedunia: satu hari, satu tanggal, di seluruh permukaan bumi. 🔹 Prinsipnya jelas: keselarasan hari dan tanggal global, kesatuan matlak, dan penggunaan hisab hakiki. Ini bukan soal ego organisasi — ini soal visi peradaban Islam yang lebih besar. 📝 Catatan Penting: ⚠️ Jika yang dimaksud "mengalah" adalah mengikuti metode yang populer atau mayoritas, maka itu bukan mengalah — itu mengorbankan kebenaran demi kenyamanan. Dan dalam tradisi Muhammadiyah, kebenaran dalil tidak bisa dikompromikan oleh pertimbangan popularitas atau mayoritas. ⚠️ Namun Anda benar dalam satu hal: adab perbedaan harus dijaga. Muhammadiyah sendiri dalam BRM 05/2025 menekankan pentingnya komunikasi, dialog, dan sosialisasi dengan berbagai pihak — bukan memaksakan, tapi mengajak dengan argumentasi ilmiah. 🔹 Jadi "kehebatan" sebuah ormas bukan diukur dari kesediaan mengalah pada mayoritas, melainkan dari kemampuannya memperjuangkan kebenaran dengan cara yang beradab — dan itulah yang dilakukan Muhammadiyah. ✅ Wallāhu a'lam biṣ-ṣawāb. Segala kebenaran hanya milik Allah, dan TarjihMu hanyalah sarana untuk mendekat pada pemahaman yang lebih baik.
Hasyim Muhammad@hasyimmah

Saya cuplik: "agar umat bersatu" Saya pikir Buya Hamka memilih untuk rukyat bukan karena merasa pendapatnya salah, tapi lebih karena "mengalah" untuk kepentingan yang lebih besar yaitu persatuan umat. Dalam hal lain tidak masalah berbeda. Namun untuk menentukan tanggal, menurut saya akan lebih baik kalau seragan dalam satu negara. Siapapun ormas yang mau mengalah, itulah ormas yang hebat.

Indonesia
33
110
350
28.5K
Wira
Wira@adisp04·
@narko_siamdi @ismailfahmi Saya sbg orang awam menangkap logikanya tidak begitu... Melihat hilal itu dilakukan saat puasa sudah 29 hari, kalau hilal tidak terlihat baru digenapkan JD 30 hari. Makanya tdk diperlukan lagi 'melihat' pas hari ke-30.
Indonesia
0
0
0
317
Narko Siamdi
Narko Siamdi@narko_siamdi·
@adisp04 @ismailfahmi Berarti setelah 30 hari walopun tidak bisa melihat hilal maka boleh berlebaran.? Berarti di sini berlaku hitungan atau hisab ya?
Indonesia
1
0
0
542
Wira
Wira@adisp04·
@narko_siamdi @ismailfahmi Kan kemarin itu 29 hari, kalau tidak terlihat genapkan 30 hari. Otomatis besok 1 Syawal tanpa perlu melihat hilal lagi.
Indonesia
3
0
0
653
Narko Siamdi
Narko Siamdi@narko_siamdi·
@ismailfahmi Bang fahmi serius bertanya..jika kemarin hilal belum terlihat dan hari ini sebagian daerah Indonesia hujan setelah maghrib.dan kemungkinan bulan tidak terlihat Apakah hadist yg mengharuskan lihat hilal hari ini akan di tunda lagi hari esok.?
Indonesia
4
0
0
2.4K
Wira
Wira@adisp04·
@anthraxxxx Semoga tidak pernah terjadi pada kita. Jika di posisi mobil hitam kalau pun terpaksa, jalan yang diambil tebrak saja itu mobil putih, soal salah benar nanti sj. Soalnya kebanyakan yg jd penyebab laka & kita manuver menghindar tapi resiko celaka akhirnya mereka yg kabur duluan.
Indonesia
0
0
3
5.1K
@
@@anthraxxxx·
TRIGGER WARNING Kejadian di Indonesia
Indonesia
222
395
5.8K
906.6K
Wira
Wira@adisp04·
@Strputrs @noenpratama @anthraxxxx Semoga tidak pernah terjadi pada kita. Kalau pun terpaksa jalan ini yang diambil. Soalnya kebanyakan yang jadi penyebab laka dan kita manuver menghindar tapi resiko celaka akhirnya mereka yang kabur duluan.
Indonesia
0
0
1
133
Wira
Wira@adisp04·
@goodnessoffit15 @NUgarislucu Hal yang jarang ditekankan dan diperdebatkan. Sudah tau mustahil terlihat mengapa tidak menggenapkan saja? Trmsk bnyk opini sblm puasa kmrn, Saudi dicurigai 'mengada²' melihat hilal krn tdk mungkin bisa diliat. Dan jauh hari sdh memprediksi kmrn sore di Indonesia jg begitu. Tapi?
Indonesia
1
0
1
607
Syngman
Syngman@goodnessoffit15·
@NUgarislucu Justru Tsubut itu bisa dilakukan kalo prediksinya hilal biaa terlihat, barulah diamati Kalo prediksinya hilal masih kurang elongasinya ya cuman buang2 waktu + anggaran + ketidakpastian umat jatohnya
Indonesia
8
1
21
5K
NU Garis Lucu
NU Garis Lucu@NUgarislucu·
Banyak yg bilang zaman sudah maju, lalu mereka mencontohkan dg jam tangan untuk menentukan sholat. 🤣 Dikira jaman imam madzhab gak ada Jam. Ilmu astronomi adalah ilmu tua. Dan sampai era modern para ahli hisab itu masih pakai rukyah, sebab itu yang ditutunkan Nabi.
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

inilah pentingnya terus mengangkat diskusi publik tentang ibadah penentuan awal & akhir puasa… supaya tidak terjadi kebodohan seperti ini… berfatwa tanpa ilmu, ala influencer “gini aja gaes…”

Indonesia
114
55
438
103.2K
Wira
Wira@adisp04·
Yg paling berisik gembar-gembor toleransi biasanya dia yg paling tidak bs menerima perbedaan. Soal penentuan Idul Fitri ini hal 'sepele', berbeda-beda ya ngga masalah. Kek pada kasih biaya hidup saja pada maksain kehendak. Sama yg ngga puasa saja kita 'menghargai', apalagi ini.
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

@bobbyriyadi Muhammadiyah yang konsisten menolak bersama-sama dengan Pemerintah, sampai-sampai Buya Hamka keluar dari Muhammadiyah untuk menyerukan kembali bersama-sama bersatu seluruh Indonesia dengan mengikuti Pemerintah

Indonesia
0
0
0
17
Wira
Wira@adisp04·
@txttransportasi Ini tol Brebes Semarang sehari ini ada beberapa laka. 2 mobil di waktu berbeda (Xpander dan Cayla) tabrak belakang Bus yang mogok di badan jalan, 1 nya diduga micro sleep nabrak pembatas. Memang perlu 'edukasi' buat jangan lewat badan jalan.
Indonesia
1
0
0
752
Txt Transportasi Umum
Txt Transportasi Umum@txttransportasi·
@adisp04 Nah yang ngaco ngambil bahu jalan si mobil dashcam (dc) sama satu mobil depannya.
Indonesia
1
0
8
2.6K
Txt Transportasi Umum
Txt Transportasi Umum@txttransportasi·
Jalan tol sudah dibuat sistem one way, tetapi budaya kebut²an di bahu jalan tetap tidak bisa hilang. Gak heran kalau kecelakaan di bahu jalan kerap terjadi, karena sopir kaget kemudian oleng setelah melihat ada kendaraan berhenti darurat di bahu jalan. Lalu kenapa beam guardrail-nya bisa lepas dengan posisi seperti itu setelah ditabrak? Karena pada dasarnya beam guardrail dipasang mengikuti arah laju kendaraan. Dipasang saling tumpang tindih satu sama lain antar guardrail. Jadi ketika ada kendaraan menabrak beam guardrail dari arah berlawanan maka berpotensi akan terjadi insiden seperti pada video. (highways.dot.gov/safety/rwd/pro…)
Txt Transportasi Umum tweet mediaTxt Transportasi Umum tweet mediaTxt Transportasi Umum tweet media
Info Jateng@Jateng_Twit

Saat di jalan Tol/Mudik via Tol jangan sekali-kali lewat jalur Bahu jalan 🙏 benarkan pakdhe @MasMasBiassaa Mengerikan😱😱 Inilah detik detik terjadinya Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Pejagan–Pemalang KM 275, tepatnya di wilayah Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 15.20 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu kendaraan pribadi dilaporkan menabrak pembatas jalan di jalur kanan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan maupun kondisi pengemudi dan penumpang. Pengendara diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga kecepatan, dan memperhatikan jarak aman saat melintas di ruas tol tersebut. -

Indonesia
28
251
860
85.5K