nae

687 posts

nae banner
nae

nae

@aeneare

Wishing to Be a Good Daughter, a Good Mother, a Faithful Wife, a Wise Missionary, and an Obedient Servant of God.

Beigetreten Ocak 2024
31 Folgt9 Follower
nae retweetet
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
134
4.4K
17.9K
1.3M
nae retweetet
Hudya
Hudya@perogeremmer·
Pilih seseorang yang bisa diajak ngobrol banyak hal, misalnya tentang ekonomi, politik, lifestyle, kesehatan, olahraga, musik, film, psikologi, dan willing to learn new things meskipun gak harus jago. Ngobrol itu seni, kalo cuma ngomongin drama seleb di sosmed mah mending skip.
Nexxy@_mssnexxy

Your unpopular dating opinions?

Indonesia
207
10.2K
31.5K
784.4K
nae retweetet
mandarinfess jgn reply ht
mandarinfess jgn reply ht@mandarinfess·
[nihao] sender baru tau keajaiban toko kelontong namiya ada filmnya, nonton dimana yaa?
mandarinfess jgn reply ht tweet media
Indonesia
107
158
2.5K
142.4K
nae retweetet
nae retweetet
Schoolfess
Schoolfess@schfess·
sch! guys ada yang pernah pake web ai buat cari jurnal ga? sender nemu jurnalgpt.app dan ternyata jawabannya dari jurnal beneran baru nemu sekarang, padahal kemarin laprak sender nangis 😭😭
Schoolfess tweet media
Indonesia
81
3.1K
19.9K
573.9K
nae retweetet
Jiemi Ardian
Jiemi Ardian@jiemiardian·
Pernah gak sih mikir, kenapa dua orang bisa melihat kejadian yang SAMA PERSIS, tapi punya ingatan yang BEDA BANGET? Ternyata, "siapa kamu" (latar belakang & pekerjaan) itu menentukan sekali "apa yang kamu ingat". Sebuah utas singkat soal sains memori.
Indonesia
28
3.6K
17.9K
385.2K
nae retweetet
𝐊𝐚𝐭𝐚
𝐊𝐚𝐭𝐚@himpunankataa·
“Berdamai dengan takdir” is a simple phrase but it’s the hardest part of living. To ikhlaskan everything, to accept whatever is written for you, to let go and let God. But once you did that, you’ll be at peace.
English
97
27.2K
44.2K
4.3M
Unesa Fess
Unesa Fess@yunesafess·
nesa! Untuk kakak akuntansi ada yang jual buku ini ga ya? Atau info beli bukunya dimana
Unesa Fess tweet media
Indonesia
2
0
1
780
nae
nae@aeneare·
@crownrln Haloo bisa ya coba dm ulang
Indonesia
0
0
0
6
rein
rein@crownrln·
Kakak halo? 😭🙏
nae@aeneare

@yunesafess Aku jual dek ori belum kepake, cuma lepas segel plastik, beli baru dulu 80k, aku jual 60k aja Minat, dm yaa

Filipino
1
0
0
47
nae retweetet
Words
Words@itswords_·
Words tweet media
ZXX
36
2.2K
8.6K
188.5K
nae retweetet
Laaa
Laaa@xbaebearx·
Laaa tweet media
ZXX
86
6.4K
25.3K
425K
nae retweetet
Dina💫
Dina💫@Nadine25079·
Dina💫 tweet media
ZXX
209
18.1K
62.2K
1.9M
nae retweetet
sky
sky@nabastajla·
sky tweet media
ZXX
174
8.5K
26.5K
810.3K
nae retweetet
sya 🪼
sya 🪼@sweetienambluu·
@kdrama_menfess The Fiery Priest sumpah gokil parahhh gak expect seseru ituu apalagi yang S1 nya
sya 🪼 tweet media
Indonesia
23
23
489
28.4K
nae retweetet
Sat.
Sat.@xremiums·
😳
Sat. tweet media
QME
1.6K
1.6K
25.7K
4.1M
nae retweetet
K-Drama Menfess
K-Drama Menfess@kdrama_menfess·
yeoreobuunnn tolong diramaikan!!! •kdm•
K-Drama Menfess tweet media
Indonesia
143
159
1.7K
155.8K