Angehefteter Tweet
lima
4.7K posts

lima retweetet

Kita bahas perihal PLN yang kabarnya kekurangan sampai 20 juta ton batu bara. Kakanda bahkan udah angkat bicara soal ini.
Sebenarnya apa sih yang terjadi di balik layar? Kita bahas kronologinya
Txt dari Saham@txtpersahaman
AKHIRNYA ISU YANG SELAMA INI BENAR Isu yang soal penyebab pemadaman listrik bergilir (Jawa blackout) akhirnya dikonfirmasi langsung oleh Kanda Bahlil - Bahlil mengakui bahwa PLN kekurangan pasokan batubara untuk pembangkit - harga batubara acuan global dan harga yang mau dibeli PLN (Negara) selisihnya sangat jauh sehingga produsen enggan menjualnya ke PLN -Untuk mengatasi persoalan kekurangan batu bara ini, Kementerian ESDM akan membentuk tim pengadaan batu bara kalori medium
Indonesia
lima retweetet

@YuYura381129 @xzabiruw Klo dijual ttp ada pajaknya ya kak.
Hitungannya minimal seharga NJOP
Klo jual beli
Bphtb = (Njop-80jt)x5%
Pph = njopx2,5%
Klo hibah
Bphtb = (Njop-80jt)x5%
Pph = nihil, tp hrs diminta SKB PPh di KPP Pratama
Indonesia


WTB 3 TIKET FESTIVAL POLIPONI MALANG
YG UDH JD GELANG COD JUMAT DI MALANG KOTA
#POLIPONIMALANG #POLIPONI
Indonesia

@MuhFari82167349 @danhezg halo kakk aku ada 2 tiket festival. 520 nego cod gelang
Indonesia
lima retweetet
lima retweetet

Not an expert on on this, tapi let me try to give an interpretation from one angle
Uang fiat seperti rupiah nggak punya nilai intrinsik. Nilainya berdasarkan pada satu fondasi: kepercayaan terhadap sistem dan penerbitnya. Rupiah cenderung kuat saat orang percaya memegang aset rupiah, dan melemah saat kepercayaan itu menurun.
Membeli SRBI atau obligasi pada dasarnya adalah meminjamkan dana ke penerbitnya, dan bunga 6,92% adalah imbalan yang ditawarkan.
Analoginya mungkin seperti meminjamkan uang ke temen: kalau kita ragu uangnya akan kembali, bunga setinggi apa pun jadi kurang menarik. Yang sebenarnya kita timbang bukan angka bunganya, melainkan imbal hasil setelah disesuaikan dengan risiko.
Dari sudut pandang investor asing, yield 6,92% bisa jadi nggak dibaca sebagai peluang, tapi justru sebagai sinyal bahwa ada risiko pelemahan yang perlu dikompensasi. Kalau ekspektasi pelemahan rupiah lebih besar dari selisih bunganya, daya tariknya berkurang.
Jadi menurut saya, lima langkah tadi lebih banyak mengatur harga memegang rupiah dan mekanisme suplai-permintaan valas. Yang sulit dilakukan kebijakan mana pun adalah membeli kembali kepercayaan. Bunga tinggi sering kali adalah cerminan dari kekhawatiran, bukan obatnya
Indonesia













