Angehefteter Tweet
Agus Sadeli | Kolbir
9.3K posts

Agus Sadeli | Kolbir
@binxcrypto
At least i have bio exploring crypto opportunities
Beigetreten Aralık 2019
2.2K Folgt1.3K Follower

For me, Freedom of Money means When I go to sleep, it’s not because I’m worried about money. I just go to sleep because I want to
#FreedomOfMoneyCZ @binance @BinanceAngels
Binance Angels@BinanceAngels
📚 @cz_binance just dropped Freedom of Money - and we're making it a moment. 🎁 2 BNB prize pool up to grab Here's what you need to do: 1️⃣ RT this post with a quote. Finish the sentence: "For me, Freedom of Money means…" 2️⃣ Use #FreedomOfMoneyCZ and tag @Binance + @BinanceAngels 3️⃣ Drop your tweet link here: binance.com/en/survey/8554… Top 20 answers split the prize. No luck involved - we're picking the ones that actually mean something. ⏰ Deadline: April 14 @ 23:59 UTC
English

@citterxbt Panjang bner tulisann ya, tapi gpp kalo yg dibahas decibel
Indonesia

Aptos Dianggap Tidak Relevan oleh Orang yang Belum Pernah Membaca Apa yang Dibangun di Atasnya.
Setiap kali Aptos masuk ke percakapan di CT, reaksinya hampir selalu sama. Orang buka DeFiLlama, lihat TVL $291 sampai $318 juta, bandingkan dengan Base di $3,9 miliar atau Arbitrum yang lebih besar lagi, lalu tutup tab dengan kesimpulan yang sudah terbentuk sebelum analisis dimulai.
Itu bukan skeptisisme. Itu kemalasan intelektual yang menggunakan satu metrik sebagai pengganti pemahaman.
TVL adalah snapshot likuiditas yang sudah ada. Bukan ukuran kualitas arsitektur. Bukan ukuran kapasitas teknis. Bukan ukuran ke mana ekosistem sedang bergerak. Kalau kamu menggunakan TVL sebagai satu-satunya filter untuk menilai relevansi sebuah chain, kamu juga akan melewatkan Ethereum di 2016, Solana di 2020, dan setiap ekosistem yang kemudian terbukti penting sebelum likuiditasnya terbentuk penuh.
Aptos mungkin tidak relevan untuk kamu hari ini. Tapi alasan yang kamu gunakan untuk menyimpulkan itu kemungkinan besar salah.
Apa yang Block-STM Sebenarnya Lakukan dan Kenapa Itu Penting untuk Perps
Sebagian besar blockchain memproses transaksi secara sequential. Satu per satu. Transaksi pertama selesai, transaksi kedua mulai, dan seterusnya sampai seluruh antrian habis. Ini bekerja dengan baik untuk volume rendah. Tapi ketika ratusan atau ribuan transaksi datang bersamaan, antrian menumpuk, gas naik, dan eksekusi melambat tepat di saat pasar bergerak paling cepat.
Aptos menggunakan Block-STM, sistem parallel execution yang memungkinkan banyak transaksi diproses secara bersamaan dalam satu block. Cara kerjanya secara konseptual mirip dengan bagaimana database modern menangani concurrent writes: transaksi dieksekusi secara paralel, konflik dideteksi, dan kalau ada transaksi yang saling bergantung, sistem menyelesaikan dependensinya secara otomatis tanpa harus memproses semuanya secara berurutan.
Untuk perps trading, implikasi ini konkret dan langsung terasa.
Order yang masuk bersamaan dari ratusan trader tidak perlu antre satu per satu. Matching engine bisa memproses banyak order dalam waktu yang bersamaan. Liquidation yang perlu terjadi cepat ketika harga bergerak ekstrem tidak terblokir oleh antrian transaksi lain yang tidak relevan. Funding rate yang diakrual secara real-time di Decibel bisa berjalan tanpa mengorbankan throughput untuk aktivitas trading yang terjadi bersamaan.
Ini bukan optimasi kosmetik. Ini perbedaan fundamental antara sistem yang performanya terdegradasi ketika volume naik dan sistem yang dirancang untuk menangani volume tinggi sebagai kondisi normal, bukan kondisi darurat.
Move VM menambahkan lapisan lain di atas ini. Bahasa kontrak pintar yang digunakan Aptos dirancang dengan type safety yang ketat, yang berarti kategori bug tertentu yang sering muncul di Solidity secara struktural lebih sulit terjadi. Bukan tidak mungkin. Lebih sulit. Untuk protokol yang menangani posisi leverage dengan nilai signifikan, perbedaan antara "lebih sulit" dan "mungkin terjadi" dalam konteks keamanan kontrak adalah perbedaan yang sangat material.
Velociraptr
Maret 2026, Aptos meluncurkan Velociraptr upgrade. Block time turun sekitar 40% melalui mekanisme optimistic proposals. Hasilnya adalah block yang selesai dalam waktu di bawah 20 milidetik.
Dua puluh milidetik perlu dibaca dalam konteks yang tepat.
CEX terbaik beroperasi dengan latensi di kisaran puluhan milidetik untuk order acknowledgment. Gap antara CEX dan DEX dalam hal kecepatan eksekusi selama ini adalah salah satu argumen paling kuat yang digunakan untuk membenarkan penggunaan exchange terpusat, terutama untuk trader yang sensitif terhadap latensi. Velociraptr tidak sepenuhnya menutup gap itu, tapi secara signifikan mempersempitnya di lingkungan yang sepenuhnya on-chain dan sepenuhnya dapat diaudit.
Untuk Decibel, timing upgrade ini bukan kebetulan. Mainnet Decibel diluncurkan 26 Februari 2026. Velociraptr masuk di Maret 2026. Protokol yang membutuhkan sub-second finality untuk continuous funding real-time dan liquidation yang presisi mendapat infrastruktur yang lebih cepat tepat di bulan pertama operasinya.
Mekanisme optimistic proposals yang digunakan Velociraptr bekerja dengan cara yang berbeda dari pendekatan konvensional: block dipropose secara optimistik sebelum konsensus penuh tercapai, dengan asumsi bahwa mayoritas block valid dan konflik adalah pengecualian bukan norma. Ini memungkinkan pipeline yang lebih efisien karena validator tidak perlu menunggu konfirmasi penuh sebelum memulai block berikutnya.
Hasilnya terasa langsung di throughput dan latensi tanpa mengorbankan keamanan konsensus yang mendasarinya.
Tokenomics Overhaul
Aptos memperkenalkan dua perubahan tokenomics yang signifikan: supply cap 2,1 miliar APT dan gas fee yang lebih tinggi.
Supply cap adalah keputusan yang mengubah karakteristik fundamental APT sebagai aset. Token tanpa supply cap beroperasi dengan asumsi bahwa inflasi bisa terus digunakan sebagai mekanisme insentif tanpa batas. Supply cap mengakhiri asumsi itu dan memaksa protokol untuk menemukan model keberlanjutan yang tidak bergantung sepenuhnya pada emisi baru.
Gas fee yang lebih tinggi punya implikasi yang lebih langsung untuk ekosistem. Fee yang lebih tinggi berarti setiap transaksi yang terjadi di Aptos menghasilkan lebih banyak value yang bisa dibakar atau didistribusikan kembali ke ekosistem. Untuk protokol dengan volume transaksi tinggi seperti Decibel, setiap order, setiap match, setiap settlement berkontribusi pada fee burns Aptos. Semakin tinggi volume Decibel, semakin besar kontribusinya terhadap deflasi supply APT.
Ini bukan hubungan yang berdiri sendiri. Ini loop yang saling memperkuat: Decibel butuh Aptos untuk infrastruktur eksekusinya, Aptos butuh protokol seperti Decibel untuk menghasilkan aktivitas nyata yang mendorong fee burns dan membuktikan bahwa ekosistemnya bukan ghost chain.
Overhaul tokenomics ini juga membaca sinyal pasar dengan cara yang menarik. Chain yang memperkenalkan supply cap dan menaikkan gas fee sedang mengatakan sesuatu yang spesifik: mereka tidak lagi bergantung pada inflasi untuk mempertahankan aktivitas. Mereka cukup percaya diri dengan daya tarik ekosistemnya untuk membuat token-nya lebih scarce dan biaya transaksinya lebih tinggi secara bersamaan.
Itu bukan keputusan yang diambil oleh tim yang tidak yakin dengan arah chain-nya.
General-Purpose L1 vs App-Chain
Perdebatan antara general-purpose L1 dan app-chain sering direduksi menjadi perdebatan tentang throughput. App-chain lebih cepat karena dioptimalkan untuk satu use case. L1 lebih lambat karena harus melayani semua orang.
Framing itu melewatkan sesuatu yang fundamental.
App-chain yang dioptimalkan untuk perps memang bisa mencapai throughput lebih tinggi untuk use case spesifik itu. Tapi optimasi itu datang dengan harga: likuiditas yang terisolasi, ketergantungan pada bridge untuk interoperabilitas, dan ekosistem yang tidak bisa tumbuh secara organik di luar use case yang dirancangnya.
General-purpose L1 seperti Aptos memberikan sesuatu yang berbeda: lingkungan eksekusi yang dibagi oleh semua protokol di atasnya. Vault share Decibel bisa digunakan sebagai kolateral di protokol lending Aptos karena keduanya berjalan di chain yang sama dan bisa membaca state satu sama lain secara native. Cross-margin account Decibel bisa berinteraksi dengan protokol yield lain di Aptos tanpa perlu bridge karena tidak ada chain boundary yang perlu dilintasi.
Ini bukan fitur yang bisa ditambahkan ke app-chain. Ini konsekuensi dari keputusan untuk berbagi lingkungan eksekusi. App-chain yang mencoba meniru ini pada akhirnya membutuhkan bridge ke chain lain, yang membawa kembali semua masalah yang sudah dibahas sebelumnya.
Composability native adalah properti yang muncul dari arsitektur, bukan dari feature roadmap. Dan Aptos sebagai general-purpose L1 memberikan properti itu kepada semua protokol yang dibangun di atasnya, termasuk Decibel, tanpa perlu engineering tambahan untuk mengakalinya.
Pola yang Berulang Setiap Siklus
Ada pola yang konsisten dalam sejarah ekosistem blockchain yang kemudian terbukti penting.
Sebelum ekosistemnya terbentuk, chain tersebut dianggap tidak relevan oleh mayoritas CT. TVLnya kecil. Protokol yang ada di atasnya belum dikenal. Narasi mainstream belum menyentuhnya. Dan orang yang menggunakan TVL kecil sebagai bukti bahwa chain itu tidak akan pernah relevan menyimpulkan sesuatu yang benar untuk hari itu tapi salah untuk dua tahun berikutnya.
Aptos hari ini berada di posisi yang familiar dalam pola itu. TVLnya jauh di bawah chain yang lebih matang. Narasinya belum mainstream. Protokol-protokol yang dibangun di atasnya, termasuk Decibel, masih di fase awal yang data aggregator-nya belum selesai mengintegrasikan.
Ini bukan jaminan bahwa Aptos akan berhasil. Tidak ada yang bisa menjamin itu. Chain dengan arsitektur bagus juga bisa gagal karena faktor yang tidak ada hubungannya dengan teknologinya.
Tapi kalau kamu menilai Aptos berdasarkan TVL hari ini tanpa membaca Block-STM, tanpa membaca Velociraptr, tanpa membaca tokenomics overhaul, dan tanpa membaca apa yang sedang dibangun di atasnya, kamu tidak sedang melakukan analisis.
Kamu sedang mengulangi kesimpulan yang sudah kamu buat sebelum membaca datanya.
@DecibelTrade @Decibel_INA
Indonesia

alright juga share code discord @emperorjournal_
QJajym8b
faE9WnGs
4cC5Cx5a
IF expired interact in this post im gonna check
Letsgoooo cook and alpha incoming soon
English

@cipherwebthree Ada yg extend ada jg yang emang bnyak video digabung jadi satu video
Indonesia

Dulu 8 - 9 tahun yg lalu pernah nemu struk kek gini di ATM terus ku tunjukin ke pacar ( yg skrg jd istri ) sambil ketawa berdua dan ngarep bgt bisa punya segini, eh sekarang *sebagian text hilang...
versace@trunkszoldyck
Ngeri cuy
Indonesia
Agus Sadeli | Kolbir retweetet
Agus Sadeli | Kolbir retweetet

@TalonXBT ga terlalu suka anime sih , tpi klo jojo dari awal udah ngikutin anime nya sampe terakhir arc jolyne .
Indonesia

HIDEN GEM SPOT VIDEO DAN FOTO DI LOMBOK ! ! !
Hari ini gua masih di Lombok, mengexplore sedikit ruang terbuka yang ada di Lombok.
Mencharge sisa" tenaga yang sudah mau habis dengan pemandangan alam Lombok.
Sate bulayak dan pesisir pantai Lombok terusan Senggigi adalah kombinasi sempurna menurutku.
Ada sedikit kenangan antar gua dan sate bulayak yg gua santap nikmat di pesisir pantai Lombok.
Tapi yang paling bikin gua semangat adalah hiden gem spot foto dan video yg kalian bisa liat pada video bawah ini.
Ini mungkin terlihat seperti abandon building bagi kalian, tapi setau gua disini titik kordinat spot terbaik untuk menikmati vitamin sea.
Bukan cuman itu, spot ini pernah didatangi salah satu cast sinetron terbaik menurut gua, yaitu Preman Pensiun, namanya Fajar Khuto / Kang Ujang Rembo.
Dibalik abandon bulding ini, ada surga yang tersembunyi.
COME TO LOMBOK.
Indonesia

@MandalaChain You know things are tough, you know you’re losing right now, but don’t stop growing and trying to be better
English

@satyaXBT cari yang harga 300 jutaan aja pak
sbulan nabung 1 jt , realistis aja
butuh 25 tahun tapi
Indonesia










