Angehefteter Tweet
w@rDHANIku🌹
19.8K posts

w@rDHANIku🌹
@dhani_dihati
BismiLlah KULLU MAN 'ALAIHA FAANN. eMak of 7 cats (🐈⬛) ⚠️BUKAN SIAPA²: gosah kepo⚠️ #FreePalestine 🍉🍉
Here I am Beigetreten Haziran 2025
1.1K Folgt1.1K Follower
w@rDHANIku🌹 retweetet

Kisah Menteri Paling Miskin, Menguasai 9 Bahasa Dunia tapi Hidup Mengontrak Dari Gang ke Gang Sampai Akhir Hayatnya
Dunia mengenalnya sbg "The Grand Old Man" Diplomat jenius yg menguasai 9 bahasa asing.
Pria yg disegani lawan debatnya di Liga Bangsa Bangsa (sekarang PBB). Dialah H. Agus Salim
Tapi dibalik jas mentareng dan rokok kreteknya tersimpan kehidupan asli yg jauh dari kata mewah, bahkan bisa dibilang sangat melarat untuk ukuran seorang pejabat Negara.
Di balik keteguhan Agus Salim ada seorang wanita hebat bernama Zainatun Nahar. Beliau bukan sosok isteri pejabat yg sibuk arisan atau pamer kemewahan, Zainatun adalah wanita yg rela hidup Nomaden. Selama mendampingi suaminya mereka tidak pernah memiliki rumah pribadi, mereka selalu berpindah dari kontrakan sempit ke kontrakan lain di gang-gang becek Jakarta (Tanah Abang, Jatinegara, Karet)
Gaji Agus Salim sebagai pejabat sering kali habis untuk perjuangan dan sedekah. Saking sulitnya ekonomi mereka, Zainatun sering memutar otak agar anak2nya bisa makan. Pernah suatu hari tidak ada uang belanja tapi Zainatun tidak mengeluh, ia mengolah apa yg ada, ia tetap tersenyum menyambut suaminya pulang meski di meja makan hanya ada nasi dan kecap.
Kisah paling legendaris terjadi saat mereka mengontrak di gang sempit Tanah Abang, saat itu hujan deras dan rumah mereka bocor parah, air masuk ke ruang tamu. Kebetulan ada tamu penting (Tokoh Pergerakan) yg datang berkunjung.
Apakah Agus Salim malu? Tidak, ia justru mengajak isterinya bernyanyi sambil menaruh ember2 di bawah bocoran air.
Dengan jenaka Agus Salim berkata kpd tamunya "Maaf, nyonya (Zainatun) sedang sibuk mengatur bendungan, sebentar lg kita akan punya kolam renang di dalam rumah".
Mereka tertawa bersama, Zainatun tidak merasa hina ia justru bangga. Bahwa kemiskinan harta tidak bisa merampas kebahagiaan dan harga diri keluarga mereka.
Sebenarnya mudah saja bagi Agus Salim untuk menerima "hadiah" rumah atau uang dari kawan2nya, tapi ia dan Zainatun sepakat menolaknya. Mereka memegang prinsip "Leiden is Lijdn" Memimpin itu menderita. Mereka tidak mau hidup enak dari fasilitas Negara sementara Rakyatnya masih sengsara.
Hingga Agus Salim wafat pada 4 November 1954 ia tetap tidak punya rumah sendiri.
Ia mewariskan nama besar tapi tidak harta benda.
Zainatun melepas kepergian suaminya dgn tegar. Ia tahu suaminya adalah mutiara yg tak perlu dibungkus kotak emas untuk bersinar
Semoga saja kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi pejabat kita
terutama para petinggi BGN yg beli mtr listrik tanpa izin DPR

Indonesia
w@rDHANIku🌹 retweetet

@dhani_dihati Gitu aja jawabannya. Padahal biasanya kita seperti tom and Jerry iiiish gak seru 😒
Indonesia
w@rDHANIku🌹 retweetet
w@rDHANIku🌹 retweetet

@ariebaruga @IndonesiaFedera Iya juga ya....
Sering akutu komen tak berbalas.
Tapi ya mo gimana, mang bukan cenblu kan akunya.
Indonesia

@dhani_dihati @IndonesiaFedera 8. Cenblu ngga butuh non cenblu. Mereka cuma butuh monet dan bukan pertemanan 😂
Indonesia

SKIP KONTEN INI KALAU KAMU GAK SIAP LIHAT KENYATAAN PAHIT
1. Uang nggak mengubah orang. Uang itu cuma nunjukkin sifat aslinya.
2. Badan nggak sehat itu hasil dari kebiasaan. Bukan nasib, tapi pilihan harian.
3. Banyak orang nggak butuh curhat. Mereka butuh disiplin dan rutinitas.
4. Terlalu baik itu sangat berbahaya. Kalau tanpa batas, kamu yang hancur.
5. Sekolah membentuk kepatuhan. Bukan cara berpikir kritis.
6. Media sosial itu memperbesar insecure. Bukan penyebab utamanya.
7. 99% orang jarang mau berubah. Makanya mereka lanjut scroll tanpa follow akun ini.
Tinggalkan jejak
Indonesia

@Marimar_Aauw @JantunGPiisanG Hahahaaa...kasih paham, DokGat n Mas DokGan Jo.
Latviešu

Mesakke banget sih cowok kaya gini. Belum pernah berguru sama dokter @JantunGPiisanG nih 😂😂😂

Indonesia
w@rDHANIku🌹 retweetet

Fenomena luar biasa itu disebut jembatan semut (ant bridge).
Semut-semut tersebut saling mengaitkan kaki mereka untuk membentuk struktur kokoh agar koloninya bisa menyeberang dengan aman. Mereka menunjukkan kerja sama yang sangat disiplin, di mana setiap individu rela menjadi pijakan demi keselamatan kelompoknya.
Indonesia

@ke21____ Pen bisa bobo di kamar yang ga bocor.
Sementara itu sih
Indonesia












