indra

26.1K posts

indra banner
indra

indra

@drayanaindra

wkwkwkwkwk

Luxembourg Beigetreten Ağustos 2009
607 Folgt898 Follower
dalaa 🐰
dalaa 🐰@kittenclaay·
sarapan bubur viral di Bandung habis 137.000 rb aja 📍Toko Bubur Dibawah Pohon Rindang
dalaa 🐰 tweet mediadalaa 🐰 tweet mediadalaa 🐰 tweet mediadalaa 🐰 tweet media
Indonesia
273
92
2.5K
879.4K
indra
indra@drayanaindra·
@__airu___ Baru sadar. Mengumpat dan berkata kasar adalah kegiatan rilexsasi yang gak bisa di lakukan di Jepang. Apapun harus polite 😢
Indonesia
0
0
7
1.4K
アイル🍉 | AI For Airu
“Enakyaaa kerja di Jepang” yeee, tante gatau aja hal-hal apa aja yang harus “dikorbankan” :<
Indonesia
25
46
442
22.2K
indra
indra@drayanaindra·
@ezash Naik gaji di jepang emang rare sih. Mereka lebih banyak nge push di bonus.
Indonesia
1
0
20
7.5K
indra retweetet
Langit Amaravati
Langit Amaravati@eLAmaravati·
Kota paling intoleran karena masyarakatnya cenderung homogen. Tidak punya kultur merantau sehingga masyarakatnya tidak punya daya juang tinggi dan tidak terbiasa dengan perbedaan. Upah rendah. Transportasi umum bangke. Hutan kota dibabat jadi kafe atau hotel. Daerah resapan air jadi vila siga nu teu barutuh cai wae. Macet. Polusi. Kotor dan banyak sampah. Dst.
ØTöNGKØiL@0tk0il

tell me yor opinion about bandung yang membuatmu berada di ujung goresan belati tajam

Indonesia
523
2.3K
10.8K
1.1M
indra
indra@drayanaindra·
@kozirama Pengen nasi kuning 🫠🫠🫠
Indonesia
1
0
0
76
Rama
Rama@kozirama·
Sarapan yang selalu gue buru selepas bulan puasa
Rama tweet mediaRama tweet media
Indonesia
8
3
35
3K
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Kok ada ya orang sebegitu 'nyinyir'nya sama Muhammadiyah. Sampai muncul kata 'songong'
Indonesia
139
312
2.4K
84.7K
indra
indra@drayanaindra·
@lalilul05401348 Selagi pake Oneworld alliance free aksesk ke semua lounge Bandara. Priority tag bisa bikin bagasi keluar lebih dulu
Indonesia
0
0
0
20
lalilulelo
lalilulelo@lalilul05401348·
@drayanaindra Free lounge ini di Bandara Apa aja mas dan Priority Tag ini gunanya?
Indonesia
1
0
0
24
Zakka Fauzan
Zakka Fauzan@zakkafm·
With all due respect, setelah udah berapa puluh (atau ratus) tweet mas Najib terkait masalah ini, what end do you expect? Mengharapkan MU mengakui salah? Atau mungkin supaya ada "titik temu"? Bukan ingin sekadar berdebat kan? What good does it do, then?
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

[AI Noon]: LAUNCHING KAWAL HILAL 100 TAHUN 🌙 "Berpuasalah kamu ketika melihatnya dan berbukalah ketika melihatnya" (HR Bukhari Muslim) Rasulullah ﷺ memerintahkan kita MELIHAT hilal, bukan menghitungnya. Tapi saya menghitung visibilitas hilal 100 tahun ke depan. Kok bisa? 🧵

Indonesia
21
42
386
59.5K
indra
indra@drayanaindra·
@ainunnajib @zakkafm @muhammadiyah @ikhwanuddin Kalau harus ngikut 1 keputusan. Yang harus di ikuti yang mana? Muhammadiyah ikut NU? Apa NU ikut MU? Kalau liat point pancasila 1. ketuhanan yang maha esa 2. Manusiaan yang adil dan beradab. Dua point itu MU lebih menerapkan nilai pancasila. MU gak pernah berisik urusan gini
Indonesia
1
1
71
10.5K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
@zakkafm @drayanaindra @muhammadiyah @ikhwanuddin it’s perhaps futile, tapi tujuannya supaya Ramadhan dan Lebaran Indonesia bisa bareng-bareng dengan Muhammadiyah mengikuti Pemerintah dengan menunjukkan bahwa ini bukan lagi soal hisab vs rukyat tapi soal pimpinan ormas pilih rumus yang mana, KHGT rumus yang maksimal berbedanya
Indonesia
13
0
1
28.7K
indra
indra@drayanaindra·
@ainunnajib @zakkafm @muhammadiyah Bikin itu kan context karena dari kemarin komenin KHGT nya muhammadiyah. Kalau gak ada case KHGT gak akan bikin itu kan?
Indonesia
1
0
2
1K
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/06/haedar… #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Indonesia
89
1.1K
3.1K
92.1K
indra
indra@drayanaindra·
@ainunnajib Jawab ini mas
indra@drayanaindra

@ainunnajib @muhammadiyah Emang NU bakal ngikut? Apakah MU ngundang NU pas KHGT? kalau di undang, kenapa gak ikut? Apakah NU melakukan hal yang sama kaya MU yang mengajak negara lain bikin macem KHGT? kalau iya, apa namanya? apakah ada press conference kaya MU? dan kalau nggak, kenapa?

Indonesia
1
0
0
312
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib·
tebakan saya bakalan rapat lagi dan mengubah rumus KHGT supaya Ramadhan 2028 tidak beda dengan seluruh dunia
Indonesia
10
1
15
7.3K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib·
Dua tahun lagi awal Ramadhan 2028 akan jadi ujian keteguhan KHGT Muhammadiyah puasa lebih awal 27 Jan 2028 dibandingkan seluruh dunia Karena akan berbeda dengan Arab Saudi 🇸🇦 yang 28 Jan, maka berbeda dengan seluruh dunia yang lain (lihat peta dunia ~99.9% hitam puasa 28 Jan)
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬 tweet mediaAinun Najib 🇮🇩@🇸🇬 tweet mediaAinun Najib 🇮🇩@🇸🇬 tweet media
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

menurut Codex 5.3 sampai tahun 2041 nanti KHGT (Muhammadiyah) dan Umm al-Qura (Arab Saudi 🇸🇦) praktis sama aja hanya beda 2 kali dari 32 (2 x 16 tahun): awal Ramadhan 2028: Muhammadiyah duluan dari Saudi (“sendirian sedunia” beneran) lalu sama terus 15 tahun sampai puasa 2041

Indonesia
68
20
109
117.3K
indra
indra@drayanaindra·
indra@drayanaindra

@ainunnajib @muhammadiyah Emang NU bakal ngikut? Apakah MU ngundang NU pas KHGT? kalau di undang, kenapa gak ikut? Apakah NU melakukan hal yang sama kaya MU yang mengajak negara lain bikin macem KHGT? kalau iya, apa namanya? apakah ada press conference kaya MU? dan kalau nggak, kenapa?

Indonesia
1
0
3
1.7K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
daaan… ternyata sudah diubah Kalender resmi KHGT @muhammadiyah khgt.muhammadiyah.or.id 😅 untung waktu itu sudah saya screenshot buktinya 27 Jan 2028 perlu diumumkan dan dijelaskan secara jujur apa yang terjadi, kenapa kalender yang “bisa dihitung 100 tahun” tiba-tiba berubah
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬 tweet media
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

belum 100 tahun, belum 2 tahun, belum juga 2 bulan, sepertinya Kalender KHGT Muhammadiyah yang saya capture sebulan lalu ini sudah diganti jadi musti minta AI-Noon mengulang kembali perbandingan antara KHGT dan Saudi (kalender Umm al-Qura)

Indonesia
23
12
48
32.9K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
nah pemikiran dan statamen2 seperti ini yang perlu diluruskan setiap tahun coba kita lihat beneran Muhammadiyah bertahan 100 tahun tidak ganti rumus atau 2028 nanti baru 2 tahun sudah ganti rumus karena beda sendiri sedunia bahkan Saudi sekalipun tahun ini terselamatkan Saudi
ikhwānuddīn 🔍@ikhwanuddin

Muhammadiyah sudah bisa menetapkan tanggal puasa dan lebaran untuk 100 tahun ke depan, sisa waktu dan sumber daya bisa difokuskan untuk produktivitas bisnis dan melayani ummat. Sementara itu ada yang selalu distracted karena repot sidang isbat setiap tahun.

Indonesia
180
25
120
111.4K