Arabidopsis thaliana

3.6K posts

Arabidopsis thaliana banner
Arabidopsis thaliana

Arabidopsis thaliana

@galurmutan

tanaman yang biasanya buat uji coba lab. suka bahas buku, fenomena sosial, sama agama dikit-dikit. Akun ini buat yapyapping aja

pokoknya di bumi Beigetreten Kasım 2020
304 Folgt54 Follower
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
@kompascom Ya dibandingin sama rate gaji minimal, dan rasio gaji dan pengeluaran sih bund. Di malaysia pertamax harga segitu, rate gaji lebih gede juga, daya beli lebih tinggi
Indonesia
0
0
0
163
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan, harga Pertamax atau bahan bakar minya (BBM) dengan oktan (RON) 92 di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan negara lain. "Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026). Teddy bilang di Indonesia, harga Pertamax yang merupakan RON 92 dipatok Rp 16.250 per liter. Sedangkan harga BBM RON 92/95 di Filipina bisa mencapai Rp 22.158, di Laos Rp 31.945, di Thailand Rp 28.910, di Myanmar Rp 25.085, sementara di Singapura menyentuh level Rp 42.971. Menurut Teddy, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026. Namun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menahan kenaikan harga Pertamax selama berbulan-bulan. Penulis: Adhyasta Dirgantara Editor: Nawir Arsyad Akbar + #SeskabTeddy #Pertamax Kebijakan
Kompas.com tweet media
Indonesia
3.3K
681
4.1K
2.1M
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
tapi saran papa dan mamah untuk nyari jodoh yg sealmamater bisa dijelasin secara ilmiah loh. selain kuliah jangan lewatin kesempatan emas kalian selama masa kuliah untuk nyari pasangan juga. karena UGM itu kayak dating app premium yg ga bisa semua orang dapet (a thread)
TxtdariUGM tweet media
Gelanggang Expo UGM@gelexUGM

spill reaksi keluarga kalian 🤣

Indonesia
162
721
6.6K
750.9K
Arabidopsis thaliana retweetet
Arabidopsis thaliana retweetet
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Pemalsuan riset terorganisir yg baru ketahuan saat konferensi di Denmark ini jatuhnya WHITE COLLAR CRIMINAL. Saya pun penasaran jejaring pelakunya. Di akun IG w.o.d.d sebenarnya udah di-spill nama2nya. Tapi saya penasaran jejak digitalnya di internet. Dan ini yg saya temukan
M. Ridha Intifadha tweet mediaM. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
130
5.1K
14.3K
523.2K
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
@Piztachioz gw nulis review article aja deg-degan, takut salah interpretasi minta bantuan AI pun gw cek lagi di jurnalnya, takutnya halu. lah ini ngide malsuin data penelitian. fak lah peneliti indo makin gada harga dirinya
Indonesia
1
2
85
6.9K
garibaldi.
garibaldi.@Piztachioz·
Udah baca kasus peneliti indo di conference pneumo di Copenhagen gak? awordi beasiswa 4 huruf kabarnya haha Gue salut sih bapak ibu doktor dari Kampus Dago ini berani allegedly nipu dan malsuin data di konferensi segede itu. Malu satu negaraaa 🙄
Indonesia
65
1.3K
9.3K
327.3K
Arabidopsis thaliana retweetet
Christopher
Christopher@komentator_bola·
@ardisatriawan Kenapa sih susah bgt utk bilang 1) org2 indo tsb emang academic integritynya jelek, DAN 2) emang abstrak2 utk konferensi itu direview kebanyakan sama faculty yg do unpaid labor. Jadi yg emang gak ketat kok gatekeepingnya krn gak ada insentif akademisi utk review secara rigorous.
Indonesia
2
32
456
18K
Arabidopsis thaliana retweetet
guru genz
guru genz@txtdarigurugenz·
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana? pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
guru genz tweet mediaguru genz tweet mediaguru genz tweet mediaguru genz tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
279
5.3K
20.5K
1M
Arabidopsis thaliana retweetet
Lisa
Lisa@elisabetguwanto·
bertahun2 ini, bacaanku selalu SELF-CENTERED (productivity, personal finance 101, emotional regulations) aku ga pernah baca ttg hal2 sistemis, padahal banyak masalah personal yg muncul dari masalah struktural. perbandingannya: skrg baru baca gambar 1-2, next mau baca 3-4 jg
Lisa tweet mediaLisa tweet mediaLisa tweet mediaLisa tweet media
Indonesia
4
317
2.1K
28.4K
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
Bapakku lulusan S2 tahun 95. kerja tahun 96 Tapi sebagai S2 non pengalaman, beliau dapet offering dari perusahaan gede. Diterima kerja langsung bisa KPR karena gak kontrak dulu. Lah gw? Lulusan S2 first job probationnya digaji 650k/bulan, gada tunjangan
garu ( ❛ᴥ❛ ).☆*:・@granolish

kalo kalian ortunya white collar, coba bandingin deh jaman mereka kerja dan naik corpo ladder kok dapet benefit macem2 banget, full time juga common ga kontrak 5 taun dulu. ada yg dpt benefit asuransi swasta se keluarga, kacamata gue aja dulu ke-cover..sekarang gue aja bpjs doang

Indonesia
0
0
0
135
Arabidopsis thaliana retweetet
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
FUN FACT⚠️ Anggota DPR Indonesia pnya rasio gaji trhdp GDP per capita TERTINGGI KE-2 SEDUNIA stlah Filipina! 🤯🤯 Gaji DPR = 14,7 kali GDP per kapita Indonesia🤑💸 Gmana kl kita ngide: Gaji DPR diset max 5x GDP per kapita? Biar mereka jg concern naikin kesejahteraan warganya
Ricky Ho@rickyho_1989

This chart is a brutal reflection of why public frustration toward political elites in many emerging markets continues intensifying because it shows that Indonesian lawmakers are compensated at levels that look extraordinarily disconnected from the underlying economic reality faced by the average citizen, with parliament salary reaching roughly 14.7x GDP per capita, among the highest ratios globally and second only to the Philippines in this dataset, despite Indonesia still remaining a country where purchasing power remains relatively weak, informal employment is massive, public service quality remains uneven, infrastructure bottlenecks persist, legal enforcement often feels inconsistent, and upward economic mobility for large parts of the population remains structurally difficult. And this is precisely why charts like this become politically toxic because citizens naturally begin asking a very simple question: what exactly are taxpayers receiving in return? In high-income countries, lawmakers may also earn very large nominal salaries, but those economies simultaneously generate far stronger productivity, higher institutional quality, better healthcare systems, stronger education outcomes, more efficient bureaucracy, higher legal predictability, and materially better public goods overall, meaning political compensation exists within a much larger and wealthier economic ecosystem. But in Indonesia, the optics become far more uncomfortable because the political class increasingly appears capable of extracting upper-middle-class or even developed-market lifestyles from an economy that still struggles to generate broad-based prosperity for much of the population itself. And perhaps the harshest part is that compensation alone is probably not even the real issue. The real issue is performance. Citizens are generally willing to tolerate highly compensated leaders if the country visibly becomes richer, more efficient, more meritocratic, less corrupt, and economically stronger over time. But when corruption scandals remain persistent, policymaking appears inconsistent, infrastructure projects repeatedly face rent-seeking concerns, and wealth creation remains concentrated among political insiders, conglomerates, and connected elites, high political compensation begins looking less like professionalization and more like institutionalized extraction. Importantly, this also helps explain why anti-elite sentiment, populism, and distrust toward institutions continue rising globally because once the gap between elite living standards and ordinary household realities becomes too visible, citizens increasingly stop believing the system operates primarily for collective national advancement and instead begin viewing politics as a mechanism for self-enrichment among those already close to power. Ultimately, this chart reflects something much deeper than salary levels alone because it exposes the uncomfortable reality that in many emerging markets, the political class often succeeds in upgrading its own prosperity far faster than the nation it supposedly represents, and over time that divergence itself becomes corrosive to institutional trust, social cohesion, and long-term political legitimacy.

Indonesia
119
2.2K
4.4K
110.8K
Arabidopsis thaliana retweetet
koi 🎏
koi 🎏@nekoijo·
guys aku nemu website yang bener-bener membantu banget buat yang lagi cari beasiswa 😭 disini udah ada lengkap banget beasiswa dari dalam negeri sampe luar negeri, dari jenjang smp-profesi huhu, ada kalendernya juga jadi tau mana yang udah buka sama yang mau buka (happy)
koi 🎏 tweet mediakoi 🎏 tweet mediakoi 🎏 tweet mediakoi 🎏 tweet media
Indonesia
19
1.1K
4.8K
97.2K
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
@tanyarlfes Hidup baik pas SMA aja. sebelumnya dibully, ga punya temen, nyaris broken home. Setelahnya hilang arah karena ambis tapi ga diterima di prodi dan univ impian, ortu ga supportif, pacar meninggal, umur 26 masih kerja serabutan pula
Indonesia
0
0
1
298
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 ceritain dong, di umur berapa kalian mulai ngerasa hidup perlahan membaik & mimpi kalian satu-satu mulai tercapai? sender otw 23 tapi masih ngerasa kehilangan arah aja
Indonesia
131
60
901
31.4K
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
Dulunaku penggemar tempo gelato jakal sampai outlet jakal pindah lebih gede. Aku kira, rasa es krim gelato jakal yang beda setelah pindah outlet ada hubungannya sama ini. Ternyata nggak
Ananta Gozali Anis@antagonis09

Ada apa sih dengan salah satu destinasi kuliner Jogja #TempoGelato ? saya kebetulan sempat berhubungan dengan TG awal2 berdiri dulu, sedikit banya saya tau apa yang terjadi. Sebelum lanjut simak aja beberapa bahan berikut

Indonesia
0
0
0
109
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
@UGM_FESS Terus udah desperate, tiba2 ditawarin dosji tesis buat jadi RA. Yaudah gas aja walau saat ini sebenernya ga pengen lagi jadi dosen/peneliti
Indonesia
0
0
0
237
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
@UGM_FESS Lulus S1 di okt 2022, jurusan biologi. Dapet first job di perusahaan, Maret 2023 setelah nyebar 500 lamaran tapi ga diambil karena masih pengen S2 Lulus S2 Okt 2025, dapet kerjaan feb 2026. Itupun jadi asisten riset freelance. Sesusah itu emang cari kerja 🥺
Indonesia
2
0
13
2.8K
NO DM - KIRIM FESS CEK HIGHLIGHTS
yujiem! sebagai fresh graduate atau kagama newbie... sesusah apa menurut kalian cari kerja meskipun dgn title yujiem? adakah yg masih blm dapet rezeki trs sampe skrg?🥹
Indonesia
27
9
436
44.5K
Arabidopsis thaliana
Arabidopsis thaliana@galurmutan·
@UGM_FESS Sebenernya sempet berapa kali sampe interview akhir program MT tapi gada yang ngasih w offering
Indonesia
0
0
0
237