metz
1.7K posts


@LittleScrett_ Apkah bener gen Z sensi sensi???
Sama dong kek certa ts..
Indonesia

@LittleScrett_ Wakakkaa..
Gila.. Segitu sensitifnya ini..
Cuma sekedar tanya yg belum pasti..
Kalian gen Z??
Indonesia

@NenkMonica @cholilnafis Klo saya nangkepnya bukam pemerintah mengharamkan.. Tpi NU yang mengharamkan memutuskan sebelum ulil amri..
Indonesia

@IanJoeli @LambeSahamjja Sudah siap mempertanggung jawabkan omonganmu nak? G akan didunia.. Tpi diakherat..
Indonesia

@LambeSahamjja Zaman mulyono apa sby ya?kalo Mulyono berarti bner pesugihan dia utk minta tumbal nyawa yg byk sbg syarat jd presiden,krn nyawa kpps msh kurang jd d ambil pas brexit
Indonesia

Guys lebaran 2016 ada kejadian yang sampai sekarang gw rasa belum pernah benar-benar dipertanggungjawabkan secara serius.
Namanya tragedi Brexit.
Bukan Brexit Inggris.
Tapi Brebes Exit pintu keluar tol Brebes Timur.
Ceritanya begini.
Pemerintah baru saja resmikan ruas tol Pejagan-Brebes Timur.
Bangga banget.
Dipamer-pamerin.
Jokowi gunting pita.
Janji waktu tempuh Jakarta ke Jawa Tengah bakal jauh lebih cepat.
Jutaan pemudik percaya.
Masuk tol semua.
Tapi ada satu masalah yang tidak ada yang pikirin sebelumnya.
Tolnya belum tersambung sampai mana-mana. Ujungnya buntu di Brebes Timur.
Dan begitu jutaan kendaraan keluar dari tol kecepatan tinggi mereka langsung ketemu jalan arteri pantura yang sempit, pasar tumpah, dan persimpangan biasa.
Bottleneck.
Kemacetan total.
Puluhan kilometer.
Tidak bergerak lebih dari 24 jam.
Di dalam mobil suhu Brebes saat itu 33 sampai 35 derajat Celsius. AC menyala terus supaya tidak kepanasan.
Tapi mesin menyala terus bikin gas karbon monoksida dari ribuan knalpot numpuk di satu titik dan merembes masuk ke kabin.
Tidak matikan AC juga tidak aman di panas segitu heat stroke bisa mematikan terutama lansia dan anak-anak.
BBM habis.
SPBU kosong.
Air mineral dijual pedagang dadakan dengan harga berlipat-lipat.
Ambulans tidak bisa masuk karena bahu jalan juga penuh kendaraan yang nekat menyalip.
Hasilnya 12 sampai 17 orang meninggal.
Bukan karena kecelakaan.
Tapi karena keracunan karbon monoksida.
Heat stroke.
Dehidrasi akut.
Kelelahan ekstrem.
Serangan jantung.
Mati karena macet.
Dan ini yang paling bikin gw marah dari semua yang gw baca.
Tidak ada satu pun pejabat yang dimintai pertanggungjawaban secara serius.
Tidak ada audit kebijakan yang dibuka ke publik. Tidak ada penetapan ini sebagai kegagalan sistemik.
Yang ada kalimat klise soal volume kendaraan di luar prediksi. Evaluasi dilakukan setelah kejadian.
Sistem one way, contraflow, e-tol semua itu baru dibenerin setelah orang sudah mati.
Bukan sebelum.
Dan ini polanya selalu sama di Indonesia.
Infrastruktur dibangun untuk dipamerkan.
Diresmikan sebelum siap.
Dipotret untuk kampanye.
Dan ketika ada yang mati di atasnya itu masuk statistik mudik tahunan. Bukan kegagalan kebijakan.
Tol dibangun tanpa mikirin ujungnya kemana. Gerbang tol tidak siap menampung volume.
Tidak ada protokol darurat.
Tidak ada koordinasi antar lembaga.
Polisi di setiap daerah sibuk mastiin kemacetan tidak terjadi di wilayahnya masing-masing akibatnya semua menumpuk di satu titik dan meledak di Brebes.
Kamar Film nyimpulin dengan satu kalimat yang gw rasa paling jujur.
Selama keberhasilan negara diukur dari berapa kilometer tol yang dibangun bukan dari berapa nyawa yang terlindungi tragedi seperti ini akan selalu mungkin terulan
Kita bukan kekurangan jalan.
Kita kekurangan pemimpin yang menghitung nyawa lebih penting dari foto gunting pita.

Indonesia

Mereka percaya diri untuk tidak menutup wajahnya. Nampaknya, ada niatan sejak awal bahwa mereka sengaja untuk menunjukkan identitasnya. Ada rasa superioritas, arogansi dan pesan yang ingin ditunjukkan: "jangan ganggu kami". Kurang lebih begitu. Maka publik jangan pernah percaya jika kelak semua ini terungkap, mereka mengaku hanya rakyat biasa dengan narasi "niatan jahat atas nama pribadi". Percayalah, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini tidak sesederhana itu. Mereka digerakkan oleh segelintir orang dengan rencana kejahatan besar. Sama seperti tragedi yang dialami oleh Munir Thalib dan beberapa aktivis supremasi sipil lainnya. Jika kejadian seperti ini tidak segera dituntaskan, maka mereka bisa menyasar siapa saja. Mulai sekarang rakyat Indonesia harus bersikap tegas, bahwa kelompok arogan seperti ini harus dilawan sekeras-kerasnya. Sejatinya mereka pengecut. Meski mereka tidak menutup muka, terbukti setelah melakukan kejahatannya mereka lari terbirit-birit, dan jangan-jangan, juga kencing di celana.
Mengutip Cak @islah_bahrawi

Indonesia

@PekPekok @BangPino__ Lu belum melk tekhnologi bos..
Gampang bgt ditipu..
Indonesia

@BangPino__ Ada yg bilang Ai Ai bla bla bla, hei kita mau hukum ditegakkan secara adil!
Indonesia

@thowel_arema @blackshark7890 Bener bgt.. Keliatan mau nunjukin ke "intel" annya.. Wkwkwkwkkw
Sumpah.. Trnyata mereka maenya begini...
Indonesia

@blackshark7890 Gk anis gk pendukungnya kebanyakan drama, kaku banget aktingnya sat 🤣
Indonesia

@Semogaawet11 @blue_berets7 Iya.. Malah jdi jumawa.. Tlonglah.. Sebenci2nya ke israel gunakan kalimat yg baik.. kmu jg jgn sampe terlihat seperti "mereka"..
Indonesia

@blue_berets7 Saya suka dg konten Abang, tapi please pake kosa katanya yg lebih elegan bang, teruslah memberikan informasi yg akurat ✌️🫡
Indonesia

@somexthread Kenapa om ded bilang dikubur dengan vidi?
Kalimatnya kurang bagus keknya..
Indonesia

@_Queen_Putri Sudah terlihat kesenjangan sosialnya..
Otakpun berbeda..
Mungkin yang kaya kebanyakan makan MBG.. Jdi terlihat jelas perbedaan berpikirnya..
Indonesia






















