リン

22.4K posts

リン banner
リン

リン

@imreader_s

all about the things i love🐈📚🌻🗺

21/📖 Beigetreten Aralık 2019
2.9K Folgt3K Follower
Angehefteter Tweet
リン
リン@imreader_s·
Akal bukan ditujukan untuk mengetahui segalanya, akal ditujukan untuk mengetahui yang punya segalanya. Allah, Sang Khalik⚘️
Indonesia
0
0
7
1.4K
リン
リン@imreader_s·
@KaezhaA kakkk, kakak juga kena tipu?
Indonesia
0
0
0
45
Cactus Jack🌵
Cactus Jack🌵@KaezhaA·
PENIPU!! ini no wa nya +62 858‑5910‑2904 BANTU SPAM GUYS #zonauang
Indonesia
1
1
0
215
リン retweetet
Bivitri Susanti
Bivitri Susanti@BivitriS·
ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.
Indonesia
236
10.9K
21.1K
357.8K
リン retweetet
Hon 🩸 working on period game
Buat yg pada boikot N*esc*fe kalau bisa jangan setengah2 dan boikot semua produk N*stl* ya teman2 🙏 Mmg nggak di BDS, tp jahatnya company ini, dari DULU KALA bahkan diluar ttg 🍉, udh parah bgt sampe ada halaman wikinya sendiri (coba dicek ya guys)
Hon 🩸 working on period game tweet mediaHon 🩸 working on period game tweet mediaHon 🩸 working on period game tweet media
k@kaelrix

Kalo disuruh balik lagi ke N*scafe, SORRY YA NGGA DULU🙏 Bukannya gimana, IN THIS ECONOMY udah banyak kopi brand lokal yang tanpa ampas dan worth to try. Beneran tanpa gula, tanpa ampas, dan juga bisa larut di air dingin. DAN YANG TERPENTING: ANTI JI0NIS BAHKAN SUPPORT 🇵🇸😭 Ini dia 3 brand kopi lokal yang selalu jadi my fav gwehh🫶

Indonesia
50
3.8K
9.7K
226.1K
リン retweetet
TxtdariUGM
TxtdariUGM@Txtdariiugm·
I*PDN dislike the reply
TxtdariUGM tweet media
English
567
10.9K
57.8K
1.4M
リン retweetet
sel ( ◠‿◠. )
sel ( ◠‿◠. )@moonhyhunex·
please keep speaking about palestine sudan congo lebanon iran and all the countries facing a genocide
English
0
5K
12K
91.1K
リン retweetet
Ⓐyco ᡕᠵデᡁ᠊╾━ ✷ 🐍
Melawan rape culture bisa dimulai dengan tidak membiarkan dan menormalisasikan istilah dan jokes seksis misoginis. Cth: -Cewe pulen -Tobrut -Make cewe -Analogi lelaki kucing perempuan ikan -Pashmina jahat -Bungkus cewe Stop menyamakan perempuan seperti barang.
Ⓐyco ᡕᠵデᡁ᠊╾━ ✷ 🐍 tweet media
Ⓐyco ᡕᠵデᡁ᠊╾━ ✷ 🐍@1k__dv

Selama kalian ga berani/cuek buat call out temen atau mutual yg macem sampah-sampah UI itu, ekosistem cismenhet yg seksis, misoginis, rapist bakal terus hidup. Makanya harus berani ambil sikap tegas! #usirparajagoan

Indonesia
24
2.5K
5.6K
99.2K
リン
リン@imreader_s·
Hari2 ngeliat kabar di indo yg dar der dor… bikin lemes, kesel, kecewa, sedih… Ya Allah
Indonesia
0
0
0
15
リン retweetet
Afifah Afra
Afifah Afra@afifahafra79·
Mahasiswa ikut Rohis, dibilang teroris. Mentoring keislaman dihapus, masjid kampus dicurigai. Kini giliran mahasiswa mesum, pada bingung.
Banjarsari, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
108
1.1K
5.2K
189.4K
リン retweetet
F
F@cowosukamatcha·
semoga perempuan yang “i can do it by myself” dipertemukan dengan lelaki “i know u can, but let me handle it.”
Indonesia
315
23.2K
52.9K
653.1K
リン retweetet
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Gua baru tahu kalau perempuan butuh tidur lebih lama dibandingkan laki-laki setelah baca jurnal ini. Pernah gak sih kalian merasa bahwa perempuan tuh tidur lebih lama dibandingkan laki-laki? Sebuah penelitian yang melibatkan 72.992 orang dewasa usia 18–64 tahun menemukan bahwa perempuan rata-rata tidur lebih lama dibanding laki-laki, sekitar 6 𝘀𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶 28 𝗺𝗲𝗻𝗶𝘁 lebih lama setiap harinya. 𝗞𝗲𝗻𝗮𝗽𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗯𝗲𝗴𝗶𝘁𝘂?  Penelitian ini menjelaskan bahwa perempuan, terutama di fase dewasa, saat hamil, serta ketika sudah punya anak, cenderung butuh waktu tidur lebih banyak. Beberapa alasannya antara lain: 1. Tidurnya lebih sering terganggu 2. Kualitas tidur lebih rendah 3. Peran sosial dan tanggung jawab keluarga bikin mereka harus bangun lebih pagi Jadi kalau ada perempuan yang tidurnya terlihat lebih lama, apalagi yang sedang hamil atau sudah punya anak, JANGAN LANGSUNG DICAP MALAS YA! Tubuh mereka memang butuh waktu istirahat ekstra untuk memulihkan energi. Jadi mulai sekarang yuk kita mulai mengerti bahwa tidur lebih lama pada perempuan bukanlah tanda kemalasan, tapi kebutuhan biologis. Sumber: Burgard (2013). Gender and time for sleep among U.S. adults.
dr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet mediadr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
60
2.6K
8K
142.2K
リン retweetet
DIMDIM
DIMDIM@dimasdwikidrmwn·
gedeg banget denger orang yang bilang; "pentingnya obrolan tongkrongan ga sampe keluar" eh tolol, pentingnya obrolan tongkrongan pake otak. berlaku untuk semua gender!!
Indonesia
54
6K
18.9K
145.9K
リン retweetet
🌿 Emmy🌿
🌿 Emmy🌿@R4h4yu_12·
aku setuju sama statement budhe: 👇🏿
Indonesia
84
4.4K
17.1K
271.2K
リン retweetet
Alyn.
Alyn.@linxxxc_·
Respect buat laki-laki yang tetap waras, yang ga melihat perempuan sebagai objek, dan punya kendali atas hawa nafsunya sendiri.
Indonesia
218
14.1K
39.2K
461.8K
リン retweetet
cipa
cipa@chipudennn·
Ya Allah tolong jauhkan kami sekeluarga perempuan dan laki-laki dari pertemanan yang menormalisasi pelecehan terhadap perempuan dan laki-laki
Indonesia
15
10K
27.3K
210.5K
リン retweetet
dhanya 🦢
dhanya 🦢@typingmybest·
Sebenernya yg bikin sedihnya lg: kenapa ya saat defending case KS, kita seringkali perlu bawa narasi “bayangin kl itu terjadi ke ibu/kakak/adik/pasangan kalian” dulu cuma utk nyadarin hati nurani laki-laki about how fucked up sexual violence is.. Why isnt basic humanity enough :(
adolf@asyncawaitx

men to men: tolong banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup WA (or apapun) circle lo pada. kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? you're part of the problem jangan pernah berlindung di balik "namanya juga cowok" atau "ah elah cuma locker room talk doang, aslinya mah kita respect kok". it's a fucking bullshit. mindset jelek itu tumbuhnya dari hal-hal sampah yang lo normalisasi di circle lo sendiri. kalo lo udah terbiasa ngeliat perempuan cuma sebatas objek buat bahan fantasi di grup, pelan-pelan empati lo ke mereka bakal mati solid sama temen tuh ada batasnya. diem dan ikut ketawa pas temen lo ngelecehin orang itu bukan solid, tapi lo lagi jadi enabler gausah muluk-muluk sok pahlawan. minimal kalo ada temen lo yang mulai sangean ga jelas di obrolan langsung tegor. kalo ditegor malah ngegas dan ngatain lo so suci, mending leave. tongkrongan kek gitu ga ada valuenya sama sekali buat lo buat lo yang milih diem aja pas temen lo ngerendahin perempuan di grup, sadar ga sih kalo diemnya lo itu yang ngasih validasi ke mereka buat terus jadi predator?

Indonesia
93
21.4K
49.3K
738.6K
リン retweetet
miw.
miw.@lilaccountz·
ngedidik anak laki laki tuh emg tantangan besar, soalnya mereka yg diharapkan menjadi imam yg qowwam utk keluarganya dan pemimpin umat. makanya bingung kenapa di beberapa negara termasuk indo, banyak keluarga yg anak laki malah lebih dimanja. ga dibolehin masuk dapur, ga disuruh beberes, ga diajarin masak, dll???yg ditekenin soal aurat, jaga diri, jaga sentuhan jg kebanyakan perempuan pdhl laki laki jg punya aurat, harus jaga diri, jaga kehormatan diri dan org lain, dst. dan harusnya justru anak laki laki digeber dan dididik keras biar punya spek pemimpin yg beradab. sdgkan para nabi aja kebanyakan kisahnya yg diceritakan di Al Quran dan hadits tuh justru ttg mereka ngedidik anak laki laki biar jd sholih dan qowwam. Nabi Ibrahim - Nabi Isma’il Luqman - anak lakinya Nabi Ayyub - anak anak lakinya termasuk Nabi Yusuf ga heran banyak laki jaman skrg yg bermudah mudah interaksi lawan jenis, catcalling, nyari nafkah dianggap cukup (gaperlu didik anak dll), sering shirtless/pake celana pendek keluar rumah, rokok dianggap keren, pdhl semuanya merugikan banyak org lain di sekitarnya
cepila@cepillaa

Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan. Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan. PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON

Indonesia
10
1.1K
3K
59.1K
リン retweetet
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
33
6.7K
11K
202.6K