may 𑣲 so in love
15.2K posts






tatapan se intimidasi ini dibilang ada "spark" nya, diliat pake mata apasih?? gue aja takut😭👋🏻

Haiii kakk maaf yaa aku izin RT hihihi aku juga mau ikut berpendapat soal ini,krn ini isu yg serius banget dan menurutku penting untuk kita hati2 dalam menarik kesimpulan. Dalam literatur psikologi, child grooming itu bukan sekadar hubungan dng perbedaan usia atau kedekatan yg terlihat intens, tapi sebuah proses yg terstruktur, bertahap, dan punya tujuan eksploitasi yang jelas. Organisasi seperti NSPCC dan penelitian oleh Craven, Brown, and Gilchrist menjelaskan bahwa grooming melibatkan pola manipulasi yg konsisten mulai dari membangun kepercayaan, menciptakan ketergantungan, sampai akhirnya mengarah pada kontrol atau abuse. Jadi, kalo kita hanya mengambil beberapa elemen seperti pendekatan yg intens atau momen ketika seseorang sedang dalam kondisi rentan, itu sebenarnya baru masuk kategori possible red flags, belum cukup untuk langsung disimpulkan sebagai grooming tanpa melihat pola yg utuh & konsisten. Terkait perbedaan usia (misalnya 16 dan 21), ini memang hal yg valid untuk dipertanyakan, krn dlm Developmental Psychology perbedaan usia tersebut bisa menciptakan power imbalance, apalagi jika salah satu masih di bawah umur. Tapi penting jg dipahami bahwa dlm kajian ilmiah, power imbalance itu dikategorikan sebagai faktor risiko, bkn bukti langsung terjadinya grooming. Artinya, keberadaan selisih usia saja tidak otomatis menunjukkan adanya manipulasi atau eksploitasi, harus dilihat bagaimana dinamika relasinya,apakah ada kontrol, isolasi, atau pola manipulatif yg konsisten dari waktu ke waktu. Aku ngerasa di sini ada kecenderungan untuk mencocokkan istilah psikologi dengan potongan narasi yg ada, padahal konteks, intensi, dan perkembangan hubungan itu jauh lebih penting daripada sekadar kemiripan pola di permukaan. Bhkn dalam studi tentang kerentanan psikologis oleh Ehlers and Clark, kondisi mental yg sedang lemah memang bisa membuat seseorang lebih mudah terpengaruh, tapi itu tidak otomatis berarti ada pihak yg secara aktif mengeksploitasi kondisi tersebut. Hal yang sama juga ditegaskan dalam penelitian Whittle et al., bahwa grooming punya pola komunikasi dan eskalasi yang bisa diidentifikasi secara jelas, bukan hanya berdasarkan interpretasi dari beberapa momen yang ambigu. Jadi menurutku, penting banget untuk membedakan mana yang benar2 analisis berbasis konsep, dan mana yang sebenarnya masih interpretasi pribadi yang dibungkus dengan istilah psikologi. Apalagi sekarang banyak konsep yang tersebar luas lewat internet atau AI, yang kadang jadi terdengar meyakinkan, tapi kalau tidak digunakan dengan konteks yang tepat justru bisa misleading. Aku bukan bilang kekhawatiran itu salah justru wajar kalau ada yang melihat ini sebagai potensi red flag tapi untuk sampai pada kesimpulan seberat “grooming”, seharusnya kita benar2 memastikan bahwa semua kriteria utamanya terpenuhi secara konsisten. Karena kalau tidak, kita berisiko menyederhanakan isu yang sebenarnya sangat serius dan kompleks.































