
[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]
stenrings
14.2K posts


[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]

[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]


kok bisa ya setega itu ayah kandung cabulin anak kandungnya sendiri mana baru 5 tahunnn bajingannn bgt


@sampahfhui langsung aja spill ni tokoh-tokoh di bubble chatnya min, biar malu sekalian


bgst yah in this big 2026 masih musim nge bully orang??? teriris bgt hati gw liat adek gw tbtb datang ke kosan gw, mata merah badan gemeteran dan keringetan cerita kalo dia di bully sama temennya di pesantren ya Allah gw aja gak pernah tega buat marahin adek gw

Di-BLACKLIST sama tukang Martabak, gegara review:


Dari sekian pengadaan, ini yang paling jauh sih. Apa kira kira efek pakai kaos kaki dengan logo BGN tersebut? - menambah kepercayaan diri? - menambah kebanggaan? - meningkatkan kinerja/performa? Mindos belum nemu juga studi penggunaan kaos kaki dengan peningkatan kinerja atau performa sejenisnya😅

Pak Prabowo sebut masa depan Indonesia cerah, yang bilang Indonesia Gelap mata dan hatinya buram. Source: tempo.co/politik/prabow…

Penyebaran MBG di daerah 3T memang jadi tujuan asli pogram ini. Namun, tantangan tersulititu adalah akses ke sekolah di pelosok yang medannya sulit dijangkau mobil. Untuk itu butuh dukungan kendaraan logistik yang tangguh. Motor listik jadi solusinya yang tepat: dapat melintasi medan yang sempit dan berat yang susah dilalui mobil seperti video di bawah ini. Selain itu juga ramah lingkungandan hemat biaya operasional karena tidak memakai BBM. Motor listrik itu cuma investasi satu kali yang jadi aset negara untuk mendukung distribusi MBG di daerah 3T. Jadi, ini bukan soal "motor vs makanan anak." Tanpa adanya dukungan kendaraan logistik yang memadai , impian MBG untuk menjangkau daerah 3T akan sirna. Ketika pemerintah sudah menemukan solusi masalah kendaraan logistik untuk mengantar MBG agar sampai ke sekolah di pelosok, malah yang diributin solusi kendaraan itu. Entah maunya apaan dah?

Sobat Polri, komentar di media sosial bukan sekadar tulisan, tapi cerminan sikap. Yuk, biasakan berkomunikasi dengan sopan dan saling menghargai. Dunia digital yang nyaman dimulai dari kita.