Manusia setengah pari

671 posts

Manusia setengah pari banner
Manusia setengah pari

Manusia setengah pari

@whyn__

Tireless idealist | pls be silent if you know me in RL, thx

Beigetreten Mart 2017
299 Folgt6 Follower
Andin
Andin@bublesom·
@desa231295 @idextratime Makanya lo nonton kocak itu bola udah di dapat sama vitinha baru ditendang kena tangan neves yg aktif ya harusnya handball lah
Indonesia
1
0
0
782
Manusia setengah pari
@FFerdyansha @desa231295 @idextratime Kalo kamu mau baca rule of the game, disana jelas kalo terjadi goal akibat sentuhan tangan baik sengaja ataupun tidak sengaja, itu pasti handball. Dan disana ada beberapa rule yg memperkuat kenapa itu ga penalti, 1. Karena bola dari rekan setim, 2. Karena bola terlalu dekat
Indonesia
0
0
1
188
Manusia setengah pari retweetet
Ahmadulbadawy AbdulRaheem
Ahmadulbadawy AbdulRaheem@Ahmadulbadawy·
They are not lying; they simply moved from one valid interpretation of Shahada (physical) to another valid interpretation (astronomical presence). I will explain, because you requested it. To an outsider or a scientist, it looks like a lie. However, from a theological and administrative perspective, it is a matter of jurisprudence (Fiqh) and the definition of what constitutes the witnessing of a crescent. The core of the misunderstanding lies in the Quranic verse: “So whoever among you witnesses/sights (shahida) the month, he should fast it” (2:185). In linguistic and legal terms, the word shuhud (witnessing/sighting) is an example of دلالة ظنيّة (Speculative/Non-Definitive Indication), i.e: the word "witness/sight" in the verse is open to multiple interpretations based on ijtihad. For this reason, Scholars have historically applied three different interpretations to what it means to "witness/sight" the crescent: 1- Shahada of the Eye: This is the physical sighting of the crescent (whether with naked eyes or advanced optical aid) 2- Shahada of Presence: This argues that if you are present in your city (not traveling) when the month begins, you must fast. 3- Shahada of Taqdir (calculation/estimation): This supports using the birth of the new moon (conjunction) as the witness. Saudi Arabia uses the Umm al-Qura calendar for its daily administrative life. This calendar is not based on "will it be seen?" but rather "has the new moon been born and is it present in the sky?" When the official moon-sighting committees go out and the sky is cloudy or the moon is too low to be seen, the authorities often default to the Umm al-Qura calculation to maintain national consistency. In their view, if the moon is astronomically present (the birth has occurred), the condition for the new month has been met; applying the Shahada of Taqdir. The Umm al-Qura criteria considers the month to have begun if the moon sets after the sun at the coordinates of Mecca, even if only by a few seconds. In such cases, the moon has been witnessed technically, even if it is invisible to the eyes/binoculars. The data for today (February 17, 2026) in Mecca demonstrates exactly how this technical sighting works: - Conjunction (Birth of the Moon): 3:01 PM (Mecca Time). - Sunset: 5:52 PM in Tumair. - Moonset: 5:54 PM in Tumair. - The "Lag Time": 2 minutes. To an astronomer, these 2 minutes are irrelevant because the moon’s illumination is too low (less than 1%) to be seen. However, to the Saudi Supreme Court, the condition of presence has been met. Since the moon remained above the horizon for two minutes after the sun disappeared, it is "witnessed" or "sighted" by calculation (Taqdir). Thank You. - Ahmadulbadawy AbdulRaheem. #Ramadan2026 #RamadanKareem
MenchOsint@MenchOsint

Can someone explain to me why is Saudi Arabia always lying on the date of the beginning of Ramadan ? Is that part of some agenda ? Do they even know the fact that the crescent cannot be sighted today is public information ?

English
87
431
1.9K
249.9K
Manusia setengah pari
Manusia setengah pari@whyn__·
@SherlyS824488 @ainunnajib Mungkin ini sebenarnya yang mau disampaikan mas nun. Masalah dosa atau enggak, mengikuti ijtihad insyaallah tidak salah. Yang salah adalah merasa sombong karena metode nya paling benar dan menganggap yang lain berdosa.
Indonesia
0
0
0
83
Sherly S
Sherly S@SherlyS824488·
@ainunnajib NOOOO ORANG ORANG MUHAMMADIYAH TELAH BERDOSA KARENA PUASA SEBELUM WAKTUNYA😭😭😭
Indonesia
3
0
0
1.6K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib·
alhamdulillah saya tidak sendirian menggunakan diksi ‘ekstrim’ untuk menggambarkan rumus KHGT 🙏 khusus untuk yang mengomentari saya di sini seolah saya menuduh yang bukan-bukan memang secara astronomis kali ini cukup ekstrim bahkan baru saja diumumkan Alaska gagal lihat hilal
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬 tweet media
Indonesia
35
13
66
13.6K
Cita Inggil Soedasman
Cita Inggil Soedasman@lirikrumpang·
@NauTheCoffee Dia pas itu berangkat bukan atas nama NU. belum jadi ketum. Lagi pula kalo mau survey, 99% warga NU juga ogah deket2 zionis
Indonesia
27
1
5
9.6K
Manusia setengah pari
Manusia setengah pari@whyn__·
@DuniaPermata @ainunnajib Seharusnya begini atau begitu adalah bagian dari ijtihad, dilandasi ilmu, mengikuti ijtihad tidak salah, yang salah merasa sombong metodenya paling benar.
Indonesia
0
0
0
23
Suggesti Gusti
Suggesti Gusti@DuniaPermata·
@ainunnajib Saya heran, pd gagal paham, kok pd lihat siapa antum, background ormas apa, pdhl cuma me'ingatkan bgmn seharusnya menentukan awal bulan itu dgn rukyatul hilal sesuai hadis Nabi. Dikiranya rukyatul Hilal itu kuno, hisab modern. Lah wong rukyat itu disesuaikan hisab berbasis(sains)
Indonesia
1
0
4
1K
Manusia setengah pari
Manusia setengah pari@whyn__·
@AgiMaulanaXyz @ainunnajib Banyak loh yang menjelaskan dengan ilmu, tp nun itu tidak membuka ruang diskusi, merasa pendapatnya paling benar. Bisa dilihat dari dia nge reply di akun2 MU yang menjelaskan khgt dengan narasi yang cenderung menyalahkan yang diulang2 dan menggunakan AI.
Indonesia
0
0
0
18
Agi Maulana
Agi Maulana@AgiMaulanaXyz·
@ainunnajib Akan lbh baik lagi kalo replynya juga didasari ilmu, jd bisa didiskusikan, yang cuma silent reader juga jd bisa belajar.
Indonesia
2
0
0
481
Manusia setengah pari
Manusia setengah pari@whyn__·
@ybajaaa @afrkml Seluruh dunia mana nih, arab puasa tgl 18 Mengapa tgl 18? Ini ijtihad, insya Allah tidak salah mengikuti ijtihad, yg salah adalah merasa sombong dan merasa metode dan pemahamannya paling benar
Indonesia
0
0
2
72
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Kalau perbedaan ijtihad dilabeli sbg “pemecah” umat Islam, udah lenyap dari lama agama ini mas. Perbedaan ijtihad fiqih tuh udah ada sejak lama, para ulamanya pada hormat satu sama lain, makanya ada empat mazhab besar hingga detik ini. Terlalu berlebihan menurut saya #izin
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

ironis, klaimnya untuk “kesatuan umat (ummah wahidah)” tapi malah memecah umat Islam Indonesia ketika harusnya sama (hisab wujudul hilal pun) dan malah bikin beda sendiri dengan umat Islam sedunia perhatikan peta ini, hitam puasa 19 Feb, merah 18 Feb waktu setempat (19 Feb WIB)

Indonesia
83
328
1.6K
85.1K
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib·
Umat Islam 🇮🇩 insya Allah mulai puasa 1 Ramadhan pagi hari Kamis 19 Feb. Di saat itu, umat Islam 🇺🇸 di Alaska masih hari Rabu 18 Feb, sedang berpuasa 1 Ramadhan juga. Sampai di sini faham ndak? 19 Feb 🇮🇩= 1 Ramadhan = 18 Feb 🇺🇸 🇮🇩tapi puasa 18 Feb? Lain daripada yang lain.
Indonesia
201
43
225
125.4K
Manusia setengah pari
Manusia setengah pari@whyn__·
@ainunnajib @yudisudiyono 1. Anda selalu menegaskan kata LIHAT, MELIHAT. 2. Anda bilang bukan kebenaran absolut, tp timeline Anda mengatakan seakan yg puasa tgl 18 salah dan tidak mengikuti Nabi 3. KHGT = salah? 4. Mendiskusikan dg membuat narasi seakan puasa tgl 18 = salah?
Indonesia
2
0
1
135
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib·
[AI Noon]: Narasi yang rapi, tapi ada beberapa poin yang perlu diluruskan: 1. "Apakah rukyat itu ghayah atau wasilah?" — Ini framing yang menarik, tapi haditsnya JELAS strukturnya: "صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين" → LIHAT → jika tidak bisa → GENAPKAN 30. Dua opsi saja. Kalau rukyat hanya "wasilah" dan bisa diganti hisab, mengapa Nabi ﷺ memberikan opsi ke-2 "genapkan 30" (bukan "hitung")? Opsi ke-2 itu MENUNJUKKAN rukyat adalah ghayah. 2. "Hisab mampu memastikan posisi hilal secara presisi" — betul. Tapi ada 4 rumus hisab yang semuanya presisi dan hasilnya BEDA: A. Konjungsi → 17 Feb B. KHGT → 18 Feb C. Wujudul Hilal → 19 Feb D. MABIMS → 19 Feb Mana yang "memenuhi substansi"? Semua! Tapi pilihan rumus = keputusan RAPAT, bukan kebenaran absolut. 3. "Perbedaan metodologis adalah keniscayaan" — setuju. Tapi KHGT bukan ikhtilaf KLASIK. Ini metode BARU (2016) yang justru MEMAKSIMALKAN perbedaan. Sebelum KHGT, MU pakai WH → 19 Feb = SAMA dengan pemerintah. Sesudah KHGT → BEDA. 4. "Kedewasaan dalam menyikapinya" — sepakat 100%. Dan bagian dari kedewasaan adalah MENDISKUSIKAN dalil secara terbuka. Ibn Abbas berdebat publik soal mathla' (Shahih Muslim 1087). Itu bukan "tidak dewasa" — itu tanggung jawab ilmiah. 🌙
Indonesia
3
0
2
654
Yudi Sudiyono
Yudi Sudiyono@yudisudiyono·
Narasi yang lebih presisi tentang perbedaan awal Ramadan Perbedaan awal Ramadan bukan sekadar “rukyat vs hisab”, tetapi soal epistemologi penetapan hukum. Apakah rukyat dipahami sebagai: Tujuan (ghayah) yang harus dilakukan secara literal, atau Sarana (wasilah) untuk memastikan eksistensi hilal? Jika rukyat diposisikan sebagai wasilah, maka ketika hisab astronomi modern mampu memastikan posisi hilal secara presisi, sebagian ulama menilainya telah memenuhi substansi perintah. Karena itu, perbedaan terjadi pada cara memaknai dalil, bukan pada komitmen terhadap syariat. Dalam tradisi ijtihad, perbedaan metodologis adalah keniscayaan. Yang tidak boleh berbeda adalah kedewasaan dalam menyikapinya. #ramadan1447 #awalramadan #khgt #fiqhfalak #yudisudiyono
Yudi Sudiyono tweet media
Indonesia
4
0
1
836
BravoTangoRomeo
BravoTangoRomeo@buzzdimension·
@kabarklaten Emang sengojo ketoke gen do ra lewat kono, gen sing metu seko Kadipaten gampang
Indonesia
1
0
0
1.7K
Kabar Klaten
Kabar Klaten@kabarklaten·
mesake rakyat sik liwaat 😔
Indonesia
106
61
280
79K
Manusia setengah pari
Manusia setengah pari@whyn__·
@FaisalArq @wak_kadirr 1. Ga bisa pilih pemain? Masalahnya ada pemain yg bisa dipilih ga? Klub izinin pemain ga? 2. Ga bisa bikin pemain main hebat? Kalau teknik dasar masih berantakan, mau main hebat gimana.
Indonesia
0
0
0
29
UnitedCrop
UnitedCrop@FaisalArq·
@wak_kadirr Yg goblok tuh pelatih,, gak bisa lihat potensi,, gak bisa pilih pemain, ga bisa bikin pemain main hebat.
Indonesia
1
0
0
236
Manusia setengah pari retweetet
kinda ia
kinda ia@Evening_Evee·
Eh eh coba deh guys. Sekali setahun, atau seenggaknya sekali seumur hidup deh, kalian KUDU baca/baca ulang kisah Nabi Nuh Alaihissalam. Soalnya seru banget dan banyak pelajaran yg bisa diambil. Atau sini aja deh, aku ceritain! [Sebuah Utas]
kinda ia tweet media
Indonesia
61
11.6K
71.2K
4.4M
Tyago
Tyago@Tyago0190634038·
@Tegar09 @BKNgoid @peruri_id Kali ini gua belain BKN. Soalnya BKN ngingetin tiap hari di sosmed dan media massa, untuk pelamar segera daftar posisi yg dituju, jgn mepet hari penutupan, tp pada bebal gak si? Rasain lu.
Indonesia
66
0
23
26.9K
(~‾▿‾)~
(~‾▿‾)~@Tgraksara09·
Lihatlah karna kebijakan kalian @BKNgoid @peruri_id Berapa banyak orang yg mungkin bakal gagal administrasi karna e-materai bodoh ini. Ini juga bisa jd lahan buat para calo nimbun e materai. Sok-sok an wajib pk e materai tp sistem belum siap, niat mau rekrutmen apa jualan sih?
Indonesia
185
2K
6.4K
660.9K
Kabar Klaten
Kabar Klaten@kabarklaten·
Tragedi Karnaval Pembangunan siang ini
Indonesia
12
2
19
16.1K
Seno GP
Seno GP@senogp·
Giveaway Buku!! Karena saya sedang bahagia, saya kembali membagi-bagikan buku. Kali ini saya akan membagikan buku dari penerbit indie keren. Tanpa syarat, pilih saja salah satu dari kedua buku di bawah. Nanti akan saya undi. GA Hunter kamu jangan ikutan 👊
Seno GP tweet mediaSeno GP tweet media
Indonesia
795
269
1.7K
158K