Angehefteter Tweet
Yaya
35.5K posts

Yaya
@yamiesukehiro
Akun gak jelas || not spoiler free || kadang cosplay jadi bot Taylor
Beigetreten Nisan 2019
321 Folgt278 Follower
Yaya retweetet

Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
tempe.co@tempedotc0
Momen ketika lu ngejek doi di chat "nyenyenyenye" 😹🫵
Indonesia
Yaya retweetet

Lahir sebagai anak orang kaya, hampir pasti ia besar di sekitar orang-orang yang selalu bilang "iya, Den".
Tumbuh besar di rumah seperti itu, kata "tidak" jadi sesuatu yang langka yang ia dengar dari mulut orang dewasa di sekelilingnya.
Saat ia tumbuh remaja, hidup di lingkungan militer yang "siap, nDan", apapun perintah atasan harus diterima dan dijalankan.
Di sana hierarki adalah segalanya, ya, dan membantah atasan sama saja menabrak tembok yang sudah pasti membuat kepala sendiri benjol.
Pernah menjadi menantu presiden, maka lingkungan di sekitarnya tak jauh berbeda: "monggo, Den".
Menjadi bagian dari keluarga orang paling berkuasa di negeri ini otomatis membuat siapa pun di dekatnya berpikir dua kali sebelum melontarkan sepatah kata sanggahan.
Ia lantas mendirikan partai, dan kita tahu lah ya bagaimana kader partai kerap diisi orang-orang yang "siap, Bapak!".
Sebuah partai yang ia dirikan sendiri tentu tumbuh seperti taman yang hanya menanam bunga penurut, sebab yang berani berduri biasanya lebih dulu dicabut.
Kemudian dia jadi presiden, orang nomor satu yang akan disorot semua orang.
Di kursi itu, lingkaran "iya, Den" yang dipupuk puluhan tahun mencapai bentuk paling sempurnanya, sebab kini menyenangkan dirinya nyaris jadi pekerjaan resmi banyak orang.
Jadi, orang yang tak pernah sekali pun menerima kritik, bantahan, dan sanggahan, ketika dikritik ia akan "nyenyenyenye" pada pengkritiknya, atau menyebutnya sebagai "tukang nyinyir".
Ibarat tanaman rumah kaca yang seumur hidup dijaga dari angin, sekali terkena embusan kecil saja ia langsung megap-megap seolah diterjang badai.
Tapi saya tidak bicara soal presiden kita, sih. Ini tentang orang lain. Presiden kita adalah pendengar yang baik.
I 🩷 Pak Prabowo~
🫰
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen
lebih tua dari Boaz Solossa, btw.
Indonesia
Yaya retweetet

Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
Indonesia