Neman

188.4K posts

Neman banner
Neman

Neman

@ManadoFWD

Sitou Timou Tumou Tou.

Manado, Indonesia Se unió Nisan 2010
5.7K Siguiendo10.1K Seguidores
Tweet fijado
Neman
Neman@ManadoFWD·
Pencapaian terbesar manusia bukan kekuasaan/pengakuan, tetapi kemampuan mengenal dan menguasai diri. Ia tahu apa yg ia nilai & tak mudah terbawa opini atau emosi sesaat. Dalam keputusan sehari-hari—di rumah, kerja, dan relasi—ia bertindak sadar, konsisten, & bertanggung jawab.
Indonesia
0
0
0
386
Neman
Neman@ManadoFWD·
Saat dipakai dengan sadar, algoritma bisa menjadi alat untuk belajar, menemukan wawasan, membangun jaringan, dan membuka peluang. Tetapi arah hidup tetap harus ditentukan oleh kita, bukan oleh apa yang terus muncul di layar gawai kita. (5/5)
Indonesia
0
0
0
3
Neman
Neman@ManadoFWD·
Karena itu, yang perlu diubah bukan teknologinya, tetapi cara kita memakainya. Masuklah ke media sosial dengan niat yang jelas: mau belajar apa, mencari apa, dan untuk apa. Tanpa itu, kita mudah dipimpin oleh arus yang tidak pernah kita pilih. (4/5)
Indonesia
1
0
0
8
Neman
Neman@ManadoFWD·
Algoritma tidak jahat. Ia belajar dari interaksi kita: apa yang diklik, ditonton, dan direspons. Semua itu menjadi sinyal untuk memberi lebih banyak hal serupa. Jika kita punya tujuan dan memilih dengan sadar, algoritma bisa membantu kita bertumbuh. (1/5)
Indonesia
1
0
0
12
Neman retuiteado
Mata Najwa
Mata Najwa@MataNajwa·
Wawancara ini dilakukan pada Selasa malam lalu, sebelum perkembangan terbaru dalam kasus ini diumumkan. Penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS disebut Presiden Prabowo sebagai terorisme. Dalam percakapan ini juga dibahas pola intimidasi yang berulang, nama-nama yang mengalami teror, serta pertanyaan: apakah ruang aman untuk bersuara kian menyempit? Presiden menegaskan, pengusutan harus menjangkau hingga dalang tidak berhenti pada pelaku lapangan. Cuplikannya di sini. Versi lengkap segera di narasi.tv dan YouTube #NajwaShihab
Indonesia
47
336
825
92.3K
Neman
Neman@ManadoFWD·
Kebijakan yang baik harus utuh: adaptif terhadap situasi global, efisien dalam pelaksanaan, dan bersih dalam pengelolaan. Itu baru namanya keberpihakan pada rakyat. (8/8)
Indonesia
0
0
0
27
Neman
Neman@ManadoFWD·
Jangan sampai rakyat diminta berhemat, sementara elite masih leluasa menyalahgunakan anggaran. Itu akan merusak kepercayaan publik. (7/8)
Indonesia
2
0
0
26
Neman
Neman@ManadoFWD·
Sebuah utas: Kebijakan WFH satu hari pasca-Lebaran patut diapresiasi. Ini langkah adaptif untuk mengurai arus balik, menjaga produktivitas, dan memberi ruang transisi setelah mobilitas tinggi masyarakat. (1/8)
Indonesia
1
0
0
60
Neman
Neman@ManadoFWD·
Mengucapkan selamat menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Semoga dalam keheningan, kita menemukan damai dan kekuatan baru untuk melangkah ke depan. Om Shanti Shanti Shanti Om 🙏
Indonesia
0
0
0
36
Neman
Neman@ManadoFWD·
Media lokal Sulut Populer memberitakan, pada 15 Maret '26 terjadi laka tragis di depan Benteng Moraya diakibatkan jalan berlubang hingga menelan korban jiwa. Pihak terkait perlu segera bertindak—jangan sampai ada korban berikutnya.
Indonesia
0
0
0
71
Neman retuiteado
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Vatikan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia Vatikan tercatat menjadi negara Eropa pertama yang mengakui kemerdakaan Republik Indonesia. Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Vatikan tepatnya terjadi pada 6 Juli 1947, kurang dari dua tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, 17 Agustus 1945. Pengakuan tersebut ditandai dengan didirikannya Apostolic Delegate atau Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta. Hal ini menjadikan Vatikan sebagai negara pertama di Eropa yang secara resmi mengakui kedaulatan bangsa Indonesia. Diketahui, saat itu kemerdekaan Indonesia tidak dapat terwujud tanpa pengakuan dari komunitas internasional. Sebab, dalam pembentukan sebuah negara, terdapat dua elemen utama, yakni elemen konstitutif dan elemen deklaratif. Elemen konstitutif mencakup wilayah, penduduk, serta pemerintahan yang berdaulat. Sementara elemen deklaratif melibatkan pengakuan dari negara-negara lain, dimana Vatikan menjadi negara yang berperan penting dalam pengakuan internasional tersebut. Terlebih, Negara kecil di Eropa ini memiliki pengaruh besar dalam bidang agama dan diplomasi global. Pengakuan ini bahkan bukan hanya bersifat simbolis, karena terbukti memberikan dukungan moral yang signifikan untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional. Pengakuan Vatikan terhadap kemerdekaan Indonesia ini juga tak lepas dari andil Mgr Albertus Soegijapranata SJ. Ia merupakan seorang uskup pribumi Indonesia pertama yang diangkat menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno. Soegijapranata melalui sebuah pidato di Radio Republik Indonesia (RRI), menyatakan orang-orang Katolik akan bekerja sama dengan pejuang Indonesia. Masa-masa itu, Soegijapranata juga tercatat banyak menulis kepada Tahkta Suci. Di bawah kepemimpinan Paus Pius XII, Vatikan dengan cepat menyadari pentingnya stabilitas dan kedamaian di Asia Tenggara pasca-Perang Dunia II. Paus Pius XII mengutus Georges Marie Joseph Hubert Ghislain de Jonghe d'Ardoye, seorang diplomat Vatikan, sebagai duta besar Vatikan untuk Indonesia yang pertama. Marie Joseph menjabat dari 1947 hingga 1955, dan selama masa tugasnya, ia berperan sebagai perantara penting. Antara Takhta Suci Vatikan dan pemerintah Indonesia yang saat itu baru terbentuk. Meskipun Vatikan secara geografis kecil, pengaruhnya dalam urusan internasional sangat besar. Terutama melalui jaringan Gereja Katolik yang luas dan pengaruh moral yang kuat di berbagai negara. Pengakuan Vatikan terhadap kemerdekaan Indonesia tidak hanya memberikan dukungan moral. Tetapi juga membuka pintu bagi negara-negara lain di Eropa dan Amerika untuk mengikuti jejak Vatikan dalam mengakui kedaulatan Indonesia. Dukungan ini menjadi sangat penting, mengingat Indonesia pada saat itu masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan dari negara-negara Barat. Pengakuan dari Vatikan memberikan legitimasi tambahan bagi Indonesia di mata dunia, terutama di kalangan negara-negara yang berpengaruh dalam blok Barat. Keputusan Vatikan untuk mengakui kemerdekaan Indonesia didasarkan pada kesamaan prinsip yang dianut oleh kedua negara. Vatikan dan Indonesia sama-sama mendukung perdamaian dunia, menolak atheisme, dan mempromosikan kerukunan antarumat beragama. Selain itu, kedua negara memiliki komitmen terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan umat manusia. Prinsip-prinsip inilah yang menjadi dasar hubungan diplomatik yang kuat antara Vatikan dan Indonesia. Pengakuan ini juga mencerminkan keprihatinan Vatikan terhadap penjajahan dan penindasan yang dialami oleh bangsa-bangsa di Asia, termasuk Indonesia. Paus Pius XII, yang dikenal sebagai pemimpin vokal dalam mendukung hak asasi manusia dan kebebasan, melihat kemerdekaan Indonesia sebagai langkah penting menuju perdamaian dan stabilitas global.
KakekHalal tweet media
Indonesia
70
224
1K
63.9K
Neman
Neman@ManadoFWD·
Ada orang yg suka menampilkan diri seolah-olah paling benar, padahal pemahamannya sendiri dangkal. Diperlakukan dengan ramah, malah jadi semakin lancang. Kebaikan orang dianggap sebagai kelemahan, kebebasan yg diberikan malah disalahgunakan hingga melampaui batas etika. Arogan!
Indonesia
0
1
1
573