Anakin

11.4K posts

Anakin banner
Anakin

Anakin

@Pemberkah

Veni, Vidi, Vici

he/him Se unió Haziran 2019
162 Siguiendo117 Seguidores
F1 Speed Indonesia
F1 Speed Indonesia@f1speed_indo·
Kenapa Red Bull begitu sulit mengatasi masalah start? Karena ini berhubungan langsung ke integrasi power unit dengan baterai, utamanya turbo. Awal musim mobil bermesin RBPT alami kendala baterainya jadi nol selepas formation lap. Begitu ini sudah teratasi, gantian delivery power saat launch ada yang nggak beres. Sekalinya start bagus, Verstappen malah spin di Miami. Kejadian di Monako masih misteri karena mesinnya langsung drop rpm, anti-stall tidak menyala. Mesinnya hampir mati dan itu merusak komponen power unit RBPT sampai Verstappen harus DNF & ganti mesin di Catalunya.
F1 Speed Indonesia@f1speed_indo

Red Bull sepertinya belum menemukan solusi terhadap start lambat RB22. Max Verstappen sampai geleng-geleng kepala. "Kalah sama Sigra ini mah..."

Indonesia
9
47
558
34.2K
Anakin retuiteado
nini
nini@SCUDERIAFEMBOY·
he’s real as fuck for this 😭😭😭
English
95
2.4K
38.5K
2.2M
Anakin
Anakin@Pemberkah·
apalah komen tiktok nih jir selalu ada aja komenannya 😭. "mau overtake juga sopan dia" sebelum overtake dia permisi dulu kah di radio 😭
Anakin tweet media
Indonesia
0
0
0
31
Anakin retuiteado
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang. Jadi ada penelitian yang memeriksa otak anak-anak yang mengalami kekerasan atau konflik keluarga menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging). Nah hasilnya menunjukkan adanya aktivitas yang jauh lebih tinggi di dua area otak yang penting untuk deteksi ancaman dan respon stress. Nama area otaknya adalah anterior insula dan amigdala. Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi “siap siaga” terus-menerus), mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur. Nah risikonya adalah dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, regulasi emosi, dan masalah kesehatan mental lainnya, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala psikiatri saat itu. Yang perlu diperhatikan adalah temuan pada otak anak ini bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah pasti mengalami kerusakan otak permanen. Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat. Penelitian ini justru menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman untuk perkembangan otak anak. Semoga bermanfaat!
All day Astronomy@forallcurious

🚨: Brain scans have revealed children living with unstable families (excessive, arguing, abusive and neglectful) have brain changes similar to combat soldiers after active duty

Indonesia
80
3.8K
12K
416.7K