
Coes Sukarna
986 posts






"Bayangkan saja kalau orang² seperti itu muncul sebagai pemimpin, mau jadi apa Negeri ini?" ujar seorang koruptor.













DIKIRA MENUNGGAK CICILAN, DEBT C"LLECT"R SALAH SASARAN NYALI CIUT DIHADAPI SEORANG IBU DI HALAMAN RUMAH🗿 – Aksi sewenang-wenang oknum penagih utang atau debt coll"ct"r (DC) kembali terjadi di jalan raya. Kali ini, sebuah mobil baru yang dikendarai oleh seorang ibu menjadi sasaran penguntitan oleh kawanan DC dari jalan raya hingga ke halaman rumahnya. Namun, alih-alih mendapatkan mobil incarannya, para DC tersebut justru dibuat gigit jari setelah pemilik mobil memberikan perlawanan sengit. Peristiwa ini bermula ketika korban, yang mengendarai mobil barunya, merasa dikuntit oleh beberapa orang tak dikenal sejak berada di jalan raya. Sadar ada yang tidak beres, korban memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Benar saja, kawanan DC tersebut nekat mengikuti korban hingga masuk ke dalam halaman rumah. Begitu turun dari mobil, adu mulut dan debat alot pun tak terhindarkan. Para debt coll"ct"r tersebut menuduh bahwa mobil baru milik korban memiliki tunggakan cicilan dan hendak melakukan penarikan secara sepihak. Mendengar tuduhan tak berdasar tersebut, sang pemilik mobil—yang merupakan seorang ibu-ibu—sama sekali tidak gentar. Dengan nada tegas dan berani, ia menantang balik para DC untuk menunjukkan bukti-bukti resmi yang mereka miliki. Karena merasa berada di pihak yang benar dan memiliki seluruh dokumen kendaraan yang sah, sang ibu terus mencecar balik kawanan tersebut. "Ibu-ibu dilawan! Saya beli mobil ini cash/resmi, surat-suratnya lengkap. Kalian mau tipu-tipu ya?!" gertak sang pemilik mobil saat adu argumen berlangsung. Melihat keberanian sang ibu yang meledak-ledak dan tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, nyali para debt coll"ct"r tersebut langsung ciut. Terlebih lagi, mereka tidak dapat menunjukkan dokumen resmi pencabutan atau fidusia yang valid untuk mobil tersebut. Sadar bahwa mereka telah salah sasaran dan aksi mereka bisa berujung pada jalur hukum atau amukan warga sekitar, kawanan DC akhirnya memilih mundur. Mereka terpaksa pergi meninggalkan lokasi kejadian dengan tangan hampa tanpa membawa hasil apa pun.




















