Enter Wind

35.7K posts

Enter Wind banner
Enter Wind

Enter Wind

@ejakeee

MUFC TILL I DIE | Octagon Coffee 🤷🏾‍♂️ | Orang Kita Bola ⚽ | vox-bass @topcollection

Se unió Temmuz 2010
335 Siguiendo754 Seguidores
Tweet fijado
Enter Wind
Enter Wind@ejakeee·
Ya beginilah jalan hidup, lika likunya banyak. Kadang tikungannya biasa, kadang ya tikungannya tajam, kadang turunan, kadang tanjakan, ya semuanya gabisa kita prediksi jalannya bakalan gimana. kita cuman harus bisa selalu bersyukur dan tetap ikhlas dalam menjalani.
Indonesia
0
1
1
0
Enter Wind retuiteado
muezza
muezza@runtuhq·
muezza tweet media
ZXX
189
12.6K
35.3K
1.4M
Enter Wind retuiteado
Habis Nonton Film
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm·
Gokil emang John Cena, gak keliatan, bahkan sampai pukulannya 😂 @Fanatics
Indonesia
60
328
2.1K
466.2K
Enter Wind retuiteado
kelvin
kelvin@cemburuya·
kelvin tweet media
ZXX
257
2.8K
7.8K
254.1K
Enter Wind retuiteado
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@jhonsitorus_19·
Bobby Nasution masih main Pistol Air tahun 1991 Muzakir Manaf udah pegang AK 47, Bazooka, Granat dll tahun 1980an Bobby dan Muzakir itu ibarat Bumi dan Langit secara pengalaman dan leadership. Jangan ajari ikan berenang.
Jhon Sitorus tweet media
Indonesia
345
2.1K
14.3K
1.1M
Enter Wind retuiteado
Aceh 🇮🇩🇹🇷🇵🇸
Tito & Bobby Salah Orang Bila Ingin Memperdaya Muzakir Manaf 🔥 "Empat Pulau Bisa Dipindah di Atas Peta, Tapi Aceh Tidak Bisa Dipindah dari Sejarah" Pemerintah pusat kembali mencoba mengatur Aceh dari balik meja Jakarta. Lewat tangan Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri, dan dengan bayang-bayang manuver politik Bobby Nasution, pusat mencoba menggeser batas Aceh secara administratif. Empat pulau — Panjang, Lipan, Mangkir Besar, dan Mangkir Kecil — dipindahkan statusnya ke Sumatera Utara melalui Kepmendagri 2022 dan 2025. Namun, yang mereka lupakan: Aceh bukan sekadar kertas administrasi. Aceh adalah sejarah darah. Kesalahan Membaca Aceh Jakarta masih mengira Aceh bisa diperlakukan seperti provinsi lain: 📍Cukup dengan revisi peta 📍 Cukup dengan rapat birokrasi 📍 Cukup dengan kompromi elite Mereka gagal membaca bahwa Aceh punya memori panjang tentang bagaimana Jakarta dulu memperlakukan mereka. Muzakir Manaf bukan kepala daerah biasa. Dia adalah mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), pemimpin kombatan terakhir yang ikut mengawal lahirnya kesepakatan damai Helsinki 2005. ✅️Ia lahir dari perang panjang. ✅️Ia berdamai tanpa kalah. ✅️Ia berdiri bukan atas dasar kekuasaan Jakarta, tapi mandat sejarah Aceh. Muzakir Manaf berdiri atas kehormatan, bukan sekadar jabatan. Baginya, empat pulau itu bukan sebidang daratan, tapi bagian dari harga diri Aceh. Mengusik wilayah itu sama saja mengusik kehormatan Helsinki. Empat Pulau: Bukan Sekadar Daratan Empat pulau yang dicabut dari peta Aceh lewat Kepmendagri: 1️⃣ Pulau Panjang 2️⃣ Pulau Lipan 3️⃣ Pulau Mangkir Besar 4️⃣ Pulau Mangkir Kecil 🍦Bagi birokrat Jakarta: "Hanya soal batas administrasi." 🔥Bagi Aceh: "Ini pelecehan terhadap perjanjian Helsinki." 🤝MoU Helsinki: Bukan Sekadar Damai Ketika konflik berdarah selama 29 tahun diakhiri pada 15 Agustus 2005, dunia menyaksikan: 🪖 GAM Aceh meletakkan senjata 🫡 Jakarta mengakui otonomi khusus Aceh secara penuh Inti MoU Helsinki: "Aceh berhak mengatur pemerintahan sendiri, termasuk pengelolaan wilayah, tanah, dan hasil alam, berdasarkan batas administratif per 1 Juli 1956. Artinya: Perbatasan Aceh tidak bisa seenaknya dikutak-katik oleh Kepmendagri tanpa melanggar ruh kesepakatan Helsinki. Jusuf Kalla Angkat Bicara Jusuf Kalla (JK), sosok kunci yang memediasi perjanjian damai Helsinki 2005, memberikan peringatan keras: "Kepmendagri itu cacat formil. MoU Helsinki memakai rujukan batas administrasi 1 Juli 1956, dan itu sudah diakui dunia. Tidak bisa seenaknya diubah lewat keputusan menteri." Pernyataan JK bukan sekadar opini, melainkan alarm politik — bahwa pusat sedang membuka luka lama yang bisa mengguncang stabilitas Aceh. Tito & Bobby Salah Membaca Aceh Tito Karnavian: Sebagai mantan Kapolri, Tito paham Aceh secara keamanan. Namun kini, Tito memperlakukan Aceh layaknya distrik administratif. Bobby Nasution: Dengan membawa ambisi politik nasional, Bobby mengira Aceh bisa didekati melalui kompromi birokrasi dan patronase politik. Kesalahan mereka? Mereka membaca Aceh seperti membaca kabupaten Sumatera lain. Padahal Aceh bukan sekadar wilayah otonomi. Aceh adalah hasil kompromi darah. "Jakarta boleh menang di kertas. Tapi Aceh punya memori darah. Tito & Bobby salah orang bila mengira Muzakir Manaf bisa diperdaya dengan administrasi." Jika pusat terus gegabah, bukan tidak mungkin roh Helsinki kembali bangkit, bukan lewat senjata, tapi lewat perlawanan politik yang Jakarta tak siap menanggung. ©️ AMIN JABBAR POST INVESTIGASI 2025
Aceh 🇮🇩🇹🇷🇵🇸 tweet media
Indonesia
546
3.9K
11.8K
762K
Enter Wind retuiteado
Berkata
Berkata@Berkataid·
Berkata tweet media
ZXX
277
1.1K
4.9K
244.6K
Enter Wind
Enter Wind@ejakeee·
"ada dimana belasan juta lapangan kerja yang kalian janjikan?" . . . sebuah pertanyaan yang siapapun tak bisa menjawabnya.
Indonesia
0
0
0
32
Enter Wind
Enter Wind@ejakeee·
commuter adalah kunci 🫠
Indonesia
0
0
0
32
Enter Wind
Enter Wind@ejakeee·
tetap harus semangat, walaupun malam ini semuanya terasa amat sangat berat. semoga Allah mudahkan 🤲🏽
Indonesia
1
0
0
41
Furqan Ahmadi
Furqan Ahmadi@furcobain·
Apakah ada alasan untuk tidak beralasan?
Indonesia
2
0
0
77
Enter Wind
Enter Wind@ejakeee·
H-5 Bismillah 🥹🙏🏽
Indonesia
0
0
0
21
Enter Wind
Enter Wind@ejakeee·
Bismillah 💪🏽
Indonesia
0
1
0
174
Enter Wind retuiteado
deAtjehers
deAtjehers@deAtjehers·
Hari ini, 26 tahun Tragedi Simpang KKA, 3 Mei 1999.
deAtjehers tweet media
Indonesia
6
57
122
4.2K
Enter Wind
Enter Wind@ejakeee·
iyalagiyalagiyalagi 🫠
Indonesia
0
0
0
41
Enter Wind retuiteado
muezza
muezza@runtuhq·
muezza tweet media
ZXX
154
3K
6.9K
319.6K
Enter Wind retuiteado
Txt dari Kuliner
Txt dari Kuliner@txtdrkuliner·
Lagi rame tentang Waroeng SS, coba spill menu favoritmu di Waroeng SS 🫵🏻
Txt dari Kuliner tweet mediaTxt dari Kuliner tweet media
Indonesia
1.2K
439
5.2K
702.5K