๐๐๐
4.1K posts

Tweet fijado
๐๐๐ retuiteado
๐๐๐ retuiteado

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap โtidak bergunaโ, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap โtidak praktisโ.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
๐๐๐ retuiteado

wake up in 1999 with current state of knowledge, idea and consiousness of what would happened in the future would lead to billionaire easily
Akira@Akir_a997
You wake up tomorrow and the year is 1999. Wyd???
English
๐๐๐ retuiteado
๐๐๐ retuiteado

Always was, always will be a classic.
Melodies & Masterpieces@SVG__Collection
โThe Infamousโ by Mobb Deep was released 31 years ago today.
English
๐๐๐ retuiteado

@RickyNSas @TukangKomporin nami na ge akun ribet atuh mang.
Ngaririweh diri sorangan jeung ngariwehkeun urusan batur ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Indonesia


disebut karbitan ku akun anonim
TUKANG KOMPORIN@TukangKomporin
@RickyNSas Geus gandeng sia Aktivis Karbitan sia Keur Pansos
Indonesia
๐๐๐ retuiteado

padahal kalo ngomongin nganggur, hampir semua lulusan juga lagi susah cari kerja ๐๐ป
lapangan kerjanya mana ini bang?
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
๐๐๐ retuiteado

@PRFMnews Teu kaharti jalan pikiran si bapak ieu kumaha. Memecah kemacetan lalu lintas teh nu aya jalan beuki macet ๐คฃ๐คฃ

Indonesia

Integrasikan Gesat-Monju untuk Urai Macet dan Bangun Ikon Baru, KDM: Bandung Punya Bundaran HI prfmnews.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pโฆ
Indonesia

@japarbiasaAja @RickyNSas Jalan nu alus jeung lampu harurung nu sia rasakeun teh duit na ti pajak masyarakat keneh kehed.
Sia sangeunahna na ngomong ka batur eweuh kontribusi na. Kumaha mung aspal jeung lampu nu ku sia rasakeun ti pajak ti jelma nu kumaneh sebut eweuh kontribusi na?
Indonesia

@RickyNSas Wawadukan sia mah eweh kontribusinya keur Jabar ,lembur aing krek ngasaan jalan Alus lampu halurung keur jaman kdm pas ku si RK mah goreng anj saria ngajaredog wae goblog, bner goblog
Indonesia
๐๐๐ retuiteado

INSYA ALLOH Sim Kuring sareng warga Kota Bandung nu sanes baris babagi carios di TOKO BUKU PELAGIA, AHAD 26 APRIL 2026. Awitan ti tabuh 16.00 WIB dugi ka rengse ANTARA RUANG PUBLIK ATAU PANGGUNG KEKUASAAN #MSWD
Komp. Luxor Permai Blok 12 A-B, Kebon Jati, Bandung

โโโโโโโ โโโโโโโ ๎จ ๐ป@RickyNSas
Percikan api mulai bermunculan di banyak sudut Kota Bandung. Semoga membesar dan menjalar menjadi perlawanan. Semoga memantik api perlawanan yang sama 18 kabupaten dan 9 kota lain. Si vis pacem, para bellum Bandung!๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Indonesia

Jenghis Khan bakalan keliatan baik kalo lu seorang tentara mongol
Hitler bakalan keliatan baik kalo lu seorang simpatisan nazi Jerman zaman WWII
Abu lahab aja bakalan keliatan baik kalo lu seorang penduduk mekkah jaman sebelum Nabi Muhammad diutus jadi rasul
- ๆ
็@rnarveIous
Ga ada tokoh sejarah yang benar benar jahat. Perbedaan pandangan membuat kita melihat baik buruk.
Indonesia
๐๐๐ retuiteado
๐๐๐ retuiteado
๐๐๐ retuiteado
๐๐๐ retuiteado
๐๐๐ retuiteado














