RobbaTech | Second Brain

1.6K posts

RobbaTech | Second Brain banner
RobbaTech | Second Brain

RobbaTech | Second Brain

@robbatech_id

🏠 @robbanin_id 💻 Yuk Belajar Membiasakan Pakai Teknologi, untuk Bantu Manage Hidup Sehari-hari, dan Mencapai Tujuan Hidup

Yogyakarta, Indonesia Se unió Şubat 2024
1.7K Siguiendo386 Seguidores
Tweet fijado
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
Laptop dan HP mu udah jadi second brain? Kalau udah, seringnya pakai aplikasi apa? Notion? atau yang lainnya? 😁 Share di kolom komentar 😊👇 (1/9)
RobbaTech | Second Brain tweet media
Indonesia
8
7
12
928
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Menurut kalian ditanya umur/kelahiran taun berapa sama orang tuh termasuk rude atau biasa aja yaa? Dg asumsi ada obrolan sebelumnya yg sedang berlangsung, bukan ujug2 tanya tanpa ngobrol.
Indonesia
154
5
90
20.3K
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
Ada yang masih bingung cara enak untuk baca buku dan baca qur'an di gadget (hp, tablet, laptop)?
Indonesia
0
0
0
9
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
Tujuannya sekali lagi adalah... biar otak kita bertahap mengasosiakan gadget (utamanya HP) itu utamanya untuk hal-hal yang seproduktif mungkin di kehidupan sehari-hari Baca buku, baca kitab suci, dsb
Indonesia
1
0
0
15
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
Langkah paling awal adalah... kita biasain pake gadget (hp, laptop, tablet) untuk baca buku, baca kita suci (berQur'an bagi muslim), nuangin ide/pikiran, dsb Bahkan ketika lebih suka baca buku fisik, latih juga supaya ada porsi untuk baca buku di hp di setiap hari
Indonesia
1
0
0
31
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
Sangat realistis Selama kita sendiri bener-bener rutin baca buku Dan, tambahan dari aku Kita target jug ,supaya diri kita dan anak-anak kita itu... mengasosiasikan gadget, utamanya, untuk hal-hal yang seproduktif mungkin di kehidupan sehari-hari Bukan justru utamanya untuk main medsos, hiburan, main game, dll Gimana caranya?
unmag@unmagnetism

punya anak yg hobi baca buku adalah cita citaku tapi di era gempuran sosmed dan gadget gini masih mungkin ga yaaa

Indonesia
1
0
0
82
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
@massdowman Punya resource: kesehatan mental, spiritual, fisik, dan sosial yang sangat tinggi, biar bisa nyapai semua targetan yang ada
Indonesia
0
0
0
10
mass
mass@massdowman·
karena omongan adalah doa, lu bulan depan pengen apa? siapa tau terwujud
Indonesia
2.7K
716
10K
504K
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
Maaf, sangat nggak setuju 😁 Notion > notes Dengan catatan, 1. Gadget (HP, tablet, laptop) nya engga lemot dan 2. Jaringannya gak lemot Kalau gadget dan jaringannya lemot, beda bahasan 😆
RobbaTech | Second Brain tweet media
Kr@karirfess

setuju gak?

Indonesia
1
0
0
714
Kr
Kr@karirfess·
setuju gak?
Kr tweet media
Indonesia
20
3
118
13.6K
azami s
azami s@azami_s·
@karirfess dari dulu penasaran soal Notion. cuma ada di produk Apple kah? atau ada jg di Android & Windows?
Indonesia
1
0
0
223
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
@dallaballer @makeyoumine Sepakat App reference manager terbaik sekarang itu zotero (scr umum) Ini dibandingkan mendeley, dll Zotero lebih bagus karena... banyak alasan 😆 salah satunya adanya app di mobile Meskipun, jelas semua ada plus minusnya
Indonesia
0
1
52
4.2K
RobbaTech | Second Brain retuiteado
Pemuda Robbani
Pemuda Robbani@pemuda_robbani·
Mau nanggepi postingannya dr. Bobby ini dilemma jg Yg pasti.... Wa ta'awanu alal birr wat taqwa Birrul walidain (berbuat baik ke ortu) bkn berarti sampe jd nggak birr (berbuat baik) ke tubuh/dzolim ke diri sendiri Dzolim = makan makanan yg buat tubuh & qolbu (otak) meradang
Pemuda Robbani tweet media
Indonesia
1
2
2
183
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
Ah yaa, paham mas Kalau redaksinya kayak yang ditulis di atas itu, bener sih memang masih bisa lebih asertif (jelas, terbuka) Kayak jelasin latar belakang/kenapa nyampein itu Meskipun sepahamku, komunikasi gitu nggak nyampe kategori komunikasi yang pasif-agresif (yang itu bener-bener negatif), cuman memang bisa lebih asertif ituuu
Indonesia
0
0
0
245
Prima プリマ 🦉
Prima プリマ 🦉@primawansatrio·
Bisa pake istilah asertif. Atau gampangmya komunikasi secara tidak langsung lah ya, soalnya ga to the point yang disampaikan. Konteks tambahan, anakku dijemput di sekolah beberapa kali emang anak terakhir yang dijemput. Anak2 yang lain udah dijemput lebih awal. Jadi emang norm nya di sini kayaknya ga dijemput mepet jam 17.
Indonesia
2
0
4
3.6K
Prima プリマ 🦉
Prima プリマ 🦉@primawansatrio·
Dua minggu di Swedia 🇸🇪, dan ngerasa kultur mereka ada kemiripan sama Jepang 🇯🇵 wkwk. Mirip ya, bukan sama. Yang kuperhatiin ada dua: Komunikasi pasif-agresifnya (ini seriusan wkwk), dan cara bisa dapat kerja di sini. 1. Komunikasi pasif agresif Jadwal sekolah anak beres jam 17, aku jemput anak di jam 16.56. Besoknya diajak ngobrol sama gurunya: "Beres kerja jam berapa? Kalau beresnya jam 16, boleh lho jemput anaknya 20-30 menit setelah beres kerja, ga mesti nunggu mepet jam 17. Tapi kalau memang beres kerjanya mepet jam 17, ga masalah." What does it tell you? "Woi cepetan jemput anaknya, gue mau pulang cepet" Cara dapat kerja di bawah ini ↓↓↓
Indonesia
20
211
2.6K
170.5K
RobbaTech | Second Brain retuiteado
miw.
miw.@lilaccountz·
birrul walidain is hard🥲 no wonder hadiahnya surga semoga kita semua dimudahkan birrul walidain dari segi fisik maupun mental, aamiin😭
Indonesia
65
1.1K
6K
93.7K
RobbaTech | Second Brain retuiteado
Pemuda Robbani
Pemuda Robbani@pemuda_robbani·
Ini menarik banget... ... kl kita refleksiin ke fenomena dimana banyak orang yg bilang paham/tahu ttg gaya hidup yang sehat secara fisik dan mental (makan minum, olahraga, main HP, dsb), tapi tetep aja nggak konkret ngamalin Juga, fenomena dimana banyak orang bilang kalau....
listyantidewi@listyantidewi

Fakta mengajar yang jarang dibahas: -> Ketika guru menjelaskan dengan sangat jelas, murid sering merasa sudah paham meskipun sebenarnya belum benar-benar paham. Fenomena ini disebut illusion of understanding (ilusi pemahaman). Saat mendengarkan penjelasan guru yang runtut dan mudah dipahami, otak murid mengenali informasi tersebut dan muncul perasaan, "Oh iya, saya mengerti." Namun pengenalan (recognition) berbeda dengan pemahaman (understanding) yang sesungguhnya. Cara termudah membuktikannya adalah dengan bertanya, "Sekarang coba jelaskan kembali dengan kata-katamu sendiri." Bisa jadi banyak murid terdiam. Mereka merasa paham saat mendengar, tetapi belum mampu: - menjelaskan kembali, - memberi contoh baru, - menerapkan pada situasi berbeda, - atau mengajarkannya kepada teman. Karena itu, indikator terbaik bahwa murid memahami sesuatu bukanlah ketika mereka berkata, "Saya paham." Melainkan ketika mereka mampu menjelaskan, menerapkan, dan menghubungkannya dengan situasi lain. Kondisi ini juga menjelaskan fenomena di mana banyak guru merasa, "Tadi di kelas semua sudah mengerti. Kok waktu ujian banyak yang salah?" Sering kali yang terjadi bukan murid lupa. Namun mereka sebenarnya belum pernah benar-benar memahami sejak awal. Mereka hanya mengalami ilusi pemahaman karena penjelasan guru terlalu lancar dan mudah diikuti.

Indonesia
1
2
2
117
RobbaTech | Second Brain
RobbaTech | Second Brain@robbatech_id·
@ikhwanuddin Gimana bisa kita berlogika dengan baik... kalau kita aja nggak hafal (bisa ngerecall info di memori, trus ngegunain info itu) ttg gimana logika yang baik 😆
Indonesia
0
0
3
179