frea retuiteado
frea
16.4K posts

frea
@textroverty
โ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ; ๐๐๐. ๐บ๐๐๐พ๐ ๐ฟ๐บ๐ผ๐พ, ๐ฝ๐พ๐๐๐ ๐๐๐๐
pont des amours Se uniรณ Mart 2019
533 Siguiendo463 Seguidores
frea retuiteado

Women to women. Cowo2 yg mapan, kerjaannya keren jarang yg mau maen dating apps krn tmn2ku cowo yg kerjaannya keren (jadi engineer di perusahaan minyak norway, researcher dll) gamau maen dating apps ntah napa. Caranya kalo mau kenal cowo2 kyk gini harus masuk ke circle mereka ๐
sandy@xzabiruw
love scamer di bumble pada ngga kreatif banget dah, udah pasti nipunya kerja di batubara duh komediiii WKWKWK ditanya linkedIn malah unmatched๐ญ
Indonesia
frea retuiteado
frea retuiteado

women to women: mending cari hobi daripada cari cowok *respectfully๐
Chelz ๐ท๐ฆฉ@ccrdagbok
Women to women. Cowo2 yg mapan, kerjaannya keren jarang yg mau maen dating apps krn tmn2ku cowo yg kerjaannya keren (jadi engineer di perusahaan minyak norway, researcher dll) gamau maen dating apps ntah napa. Caranya kalo mau kenal cowo2 kyk gini harus masuk ke circle mereka ๐
English

@tanyarlfes ayoo mutualann
@journeychaeri?_r=1&_t=ZS-95pBAakFIrF" target="_blank" rel="nofollow noopener">tiktok.com/@journeychaeriโฆ
Indonesia
frea retuiteado
frea retuiteado
frea retuiteado

@tanyarlfes hayuu mutualan
@journeychaeri?_r=1&_t=ZS-95pBAakFIrF" target="_blank" rel="nofollow noopener">tiktok.com/@journeychaeriโฆ
Indonesia

@tanyarlfes hayuuu
@journeychaeri?_r=1&_t=ZS-95p6i5ulGYn" target="_blank" rel="nofollow noopener">tiktok.com/@journeychaeriโฆ
Espaรฑol
frea retuiteado
frea retuiteado

the comment: sometimes i feel really depressed, but watching yumiโs cells makes me want to keep going and live more earnestlyโฆ just like how yumiโs cells are always on her side, i get the feeling that my own cells might care about me even more than i care about myself ใ
ใ
ใ
๋ง๋ฉ@luviszoo
์ ๋ฏธ์ ์ธํฌ๋ค์ ์ง์ง ์ธ์์ ๋ํ ์ฒ ํ์ด ๋ด๊ธด ํ์ธ๋์ ์ผ๋ฌด์ด๊ฐ๋์..
English
frea retuiteado

Kalau ada yang tanya โkenapa kamu belum nikah-nikah?โ jawab kayak mba IU ini aja atau kasih data ini ๐
By data, perempuan dengan pendidikan tinggi (misalnya 16โ20 tahun, sampai kuliah) cenderung memilih pasangan yang level pendidikannya setara atau lebih tinggi. Artinya, secara pola, ada kecenderungan kuat untuk tidak โmarrying downโ.
Minimal setara, kalo bisa di atasnya ya bagus.
Konsekuensinya, dating pool makin sempit.
Di titik itulah kita sadar kalo cinta emang personal, tapi jalan kesananyaโฆ semua struktural ๐คฃ
Ya struktur pendidikan, sosial ekonomi, circle pergaulan, pola asuh, dll.


dl@drlrst
Menikah dengan yang sekufu-sekufu aja tuh gini toh
Indonesia

@tanyarlfes yukkk
@journeychaeri?_r=1&_t=ZS-95npG0vjN0G" target="_blank" rel="nofollow noopener">tiktok.com/@journeychaeriโฆ
frea retuiteado
frea retuiteado

@tanyarlfes mauuu sini nder, auto fb
@journeychaeri?_r=1&_t=ZS-95mKWD87kua" target="_blank" rel="nofollow noopener">tiktok.com/@journeychaeriโฆ
Filipino
frea retuiteado
frea retuiteado

Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.

Indonesia
frea retuiteado




















