dil
4.8K posts

dil
@thrupadsmind
useless being


Aku pernah mengajar di KELAS PRAKERJA. Itu kan GRATIS ya. Tahu gak POV-ku sebagai pengajar gimana? Sebagai gambaran: Tiap kelas berlangsung 5 hari. Tiap sesinya 3 jam. Itu aku berasa bicara dengan tembok 🥲 Hampir semuanya OFF CAM dan PASIF. Buka sesi tanya jawab, gak ada yang nanya. Lalu, pas dikasih tugas tahu gak apa yang kudapat? Anggap ada 15 peserta. Itu bisa 10-12 nya ngerjain asal-asalan. Bahkan ada yang kelihatan banget pake chatGPT 😭 Ya, kelas gratis sering yang datang MENTAL GRATISAN. Mau cerita lain dari contoh ilmu yang dikasih GRATIS? Aku punya grup menulis. Terbuka dan gratis untuk umum. Semua bisa diskusi dan belajar di situ. Tapi, KALAU MAU ✨ Karena yang kudapat banyak banget SILENT READER. Tiap aku sharing materi, sepi dari tanggapan. Padahal yang "seen" itu banyak banget. Sementara itu, di balik materi webinar hingga komunitas, ada effort yang kucurahkan. Ada waktu yang kugunakan buat nyiapin materi. Ada pengalaman yang kubagi cuma-cuma. Di situ aku punya kesimpulan: MENTAL GRATISAN dan MENTAL SIAP BAYAR itu berbeda ✨ Contoh: Aku beberapa kali itu bootcamp berbayar. Di sana suasananya aktif sekali. Sesi tanya jawabnya hidup. Tugas dikerjain sungguh-sungguh. ILMU BERBAYAR ternyata jauh lebih dihargai dari ILMU GRATISAN. Nah, kalau ada yang bilang "Kok ujung-ujungnya jualan kelas?" Ya, buat menyaring siapa saja yang siap dengan ilmu. Termasuk menghargai yang membagikan ilmunya ✨


Aku salah satu "korban" emas digital ini (meski ga sampe rugi banyak). Sebelum memutuskan beli emas digital di salah satu platform, aku riset terkait hukumnya seperti apa, serta pengelolaan emas digital di sana seperti apa. Hingga akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa emas digital itu aman dan halal. Kenapa demikian? Karena aku baca salah satu penelitian yg meneliti perusahaan tersebut dalam mengelola emas, disitu dikatakan bahwa setiap gr emas digital pasti dibackup dgn emas fisik. Sehingga menurutnya, membeli emas digital itu ibarat meminta platform tsb mewakili kita utk membeli emas fisik, sekaligus menitipkannya di mereka. Trus dmn salahnya? Yg menurutku salah adalah mereka memastikan bahwa setiap gr emas digital dibackup dgn emas fisik dan bisa diambil kapan saja, tp realitanya aku ga pernah bisa ambil fisiknya, selalu muncul keterangan "stock habis", aneh kan? Kalau pun itu disebabkan oleh proses percetakan emas fisik, harusnya bisa dibuat sistem antrian, sehingga kita sbg customer bisa tahu bahwa emas fisiknya ada, dan tahu waktu perkiraan kapan emas kita bisa ditarik. Karena hal itu, akhirnya aku menjual kembali emas digital tsb semuanya, meski harganya dibawah harga beli. Ada yg punya pengalaman yg sama?

Yg udah rajin nabung dan invest buat jangka panjang mohon pencerahannya yap!

Kenapa anak anak orang mampunya cenderung dont have good financial literacy Like…….jalan jalan ke LN/ makan mewah mulu tapi tabungannya dikittttt dan belum punya instrumen investasi samsek or even emergency cash












You can now enable Claude to use your computer to complete tasks. It opens your apps, navigates your browser, fills in spreadsheets—anything you'd do sitting at your desk. Research preview in Claude Cowork and Claude Code, macOS only.












