
Adoadi
4.2K posts



Di tengah kondisi begini, saya kepikiran gimana ya mengarahkan anak yang lahir dari kalangan menengah kebawah agar besarnya survive dan naik taraf hidupnya. Saya kepikiran, 1. wajib sekolah yang bener sampe level SMA/SMK, untuk bekal daya nalar dan analisa berpikir. 2. Sejak SD atau SMP fokus mengasah skill lain. Bisa bahasa Inggris/Jepang/Korea atau video editing atau menggambar. Harapannya skill tersebut bisa dipelajari secara otodidak dari berbagai sumber yang tersedia di Internet. Setelah lulus SMA, tergantung minat, kalo ada kesempatan bisa lanjut sekolah. Kalo engga, bisa apply kerja migran di luar negri sambil nabung, sekolah lanjutan dsb. Atau kerja berbasis skill seperti video editing, clipper, jualan hasil gambar digital, dsb. Atau bisa terjun bisnis kalo ada bakat dan modalnya. Mungkin ada yang udah pengalaman dan sukses bisa memberikan tipsnya buat adik-adik atau para ortu yang struggle untuk memperbaiki taraf hidup anaknya?








Gus Yahya Sacked by Syuriah PBNU. Yahya Cholil Staquf has been sacked by Syuriyah PBNU. According to one media report, Nasaruddin Umar from Kemenag is the front-runner to become PBNU Next Manager. Other names such as Nusron Wahid from ATR/BPN and KH Zulva are aslo being linked with vacant hot seat




Pemerintah akan meluncurkan program magang bagi lulusan perguruan tinggi maksimal satu tahun setelah kelulusan pada 15 Oktober 2025. Dalam program ini, peserta magang akan mendapat uang saku sebesar Rp 3,3 juta per bulan selama maksimal enam bulan, sebagaimana diatur dalam Permenaker Nomor 8 Tahun 2025. Uang saku tersebut akan disalurkan melalui bank-bank BUMN seperti BNI, BRI, BTN, Mandiri, dan BSI. Selain uang saku, peserta juga akan mendapat manfaat lain berupa jaminan sosial ketenagakerjaan yang mencakup jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM), yang biayanya dibebankan pada DIPA Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan. Peserta magang juga akan mendapatkan pendampingan dari mentor serta evaluasi bulanan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, anggaran sebesar Rp 198 miliar disiapkan untuk program ini, dengan perhitungan berdasarkan UMP sebesar Rp 3,3 juta per peserta untuk enam bulan. Ia menambahkan, program ini terbuka bagi perusahaan swasta maupun BUMN yang telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). 📸: Dok. Antara Foto/Ilustrasi. Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik kum.pr/WAchannel di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu. #bisnisupdate #update #bisnis #oneliner #magang #bumn #pemerintah #mahasiswa #lowongankerja #ketenagakerjaan #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan

















