Strategi + Bisnis@Strategi_Bisnis
Penjualan mobil Honda di RI anjlok lebih dari 60% dlm 5 tahun terakhir.
Sebuah kejatuhan yg kelam bagi sebuah brand yg ikonik.
Adakah Honda korban pertama dari China EV Attack?
Bbrbpa penyebabnya :
- Honda CRV kalah bersaing dg Fotuner/Pajero. Upgrade, harga jadi Rp 800 juta. Siapa yg mau beli?
- Honda HRV makin punya banyak pesaing SUV EV dg harga jauh lebih murah (think Jaeco dkk).
- Penerus Honda Jazz kurang nendang; siapa yg masih lihat Honda City di jalanan?
- Honda Brio makin digerus kehadiran BYD Atto1 (fitur melimpah, harga lebih murah).
Pasar mobil RI yg paling gemuk itu adalah kelas MPV Seven Seaters.
Sayangnya disini yg berkuasa adalah Xpander dan Toyota Velos; dan untuk kelas MPV agak Premium maka Innova + Zennix adalah juaranya.
Honda BRV yg masuk kelas MPV Seven Seaters adalah BRV. Sayangnya tipe ini penjualannya makin menurun; apalahi seri BRV terbaru desainnya kurang menarik.
Toyota masih bisa survive dari EV Attack karena punya Velos dan Innova. Kalau nanti ada EV yg sekelas Velos dan Innova yg bagus (dengan harga lebih murah), maka Toyota juga bisa makin menurun penjualannya.
Sekarang di kelas MPV, baru ada BYD M6 yg lumayan laris.
Apa solusi agar Honda bisa survive? Btw, sudah dua CEO Honda Mobil Indonesia yg dipecat karena dianggap gagal pertahankan market share Honda Mobil (keduanya expat dari Jepang langsung).
Beberapa solusi yg barangkali bisa dipertimbangkan :
- Honda perlu merilis mobil MPV seven seaters yg benar2 bagus desainnya. Sebab, skali lagi segmen ini yg paling gemuk. Rombak total lini produk Honda BRV.
Disini Honda wajib bisa merilis game changer model – persis spt kisah keberhasilan Xpander yg super fenomenal.
- MPV 7 seaters Honda harganya juga mesti sejajar dengan Xpander dan Velos. Jangan lebih mahal spt BRV saat ini. BRV ini harga sudah lebih mahal, namun desain medioker.
Tidak mudah merilis seven seater MPV yg sukses. Toyota Sienta gagal. Hyundai Stargazer lumayan sukses, namun penjualannya masih dibawah target. Dulu Honda pernah lumayan berhasil dengan Honda Freed.
- Selain mengincar segmen MPV Xpander, barangkali Honda juga perlu merilis tipe yg selevel Innova/Zennix. Launch produk dengan desain yg wow di segmen ini; dengan harga sedikit dibawah Innova.
- Honda HRV yg jadi andalan Honda selama ini makin kehabisan nafas.
Penjualan Honda HRV per tahun rata-rata 25 ribu unit hingga tahun 2022. Setelah itu, makin anjlok. Tahun lalu hanya terjual 10 ribu saja. Anjlok lebih dari separo. Mungkin desain HRV sebelumnya dianggap lbh menarik. Dan tentu saja karena serangan SUV EV China.
- HRV perlu dirombak total desainnya agar kembali mampu merebut pelanggan. Tentu saja juga jangan overpriced. Sekarang desain SUV EV China makin bagus; dan harga lebih ekonomis.
Dalam konteks lebih besar, kejatuhan Honda Mobil ini maybe semacam sinyal tipping point pertumbuhan EV di tanah air.
Tak bisa disangkal, pertumbuhan penjualan EV di RI makin bagus. Testimoni para pembeli EV mayoritas positif.
Banyak yg share pengalaman mudik kemarin dengan EV yng super mulus. Sebab ternyata charging station sudah sangat melimpah di sepanjang jalur tol Trans Jawa.
Jika makin banyak konsumen RI yg beli EV, maka hampir pasti penjualan mobil Honda akan makin anjlok.
Jika brand sehebat Honda saja bisa kolaps, maka maybe Toyota juga pelan-pelan akan menyusul.