Indi ⚡
69.8K posts


UPDATE: Tragedi Daycare Little Aresha, Jogja - 13 tersangka: 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, 11 pengasuh - 30 orang diperiksa polisi: 25 pengasuh, 5 pejabat yayasan, 1 satpam - 53 anak terverifikasi jadi korban kekerasan fisik, verbal, & penelantaran - 103 anak pernah dititipkan - Usia dedek bayi jadi korban mulai yang baru lahir sampai bawah 2 tahun 😭😭 - Ada satu kamar 3x3 meter diisi sampai 20 balita 🤯 Jahat bangeeett siihh!!! 🤬🤬 Ini kekerasan massal terhadap anak-anak yang belum bisa teriak sakit & minta tolong! cuma bisa nangiss 😭 Shock berat, kok bisa tempat penitipan anak jadi tempat penyiksaan gini? Astagaaaaa udah beroperasi 1 tahun lebih! SEMUA PELAKU HARUS DIHUKUM BERAT!!!!

Min, hasil crosscheck video live YT dan foto dari pengguna KRL itu kek gini:


semua opini tentang perokok

MINIMAL EMPATINYA DANN STOP JADI IBU-IBU PICK ME!!!! Kasus daycare di Jogja bikin gw makin sadar: dunia sering terlalu kejam pada sosok “Ibu”. Seolah setiap keputusan seorang ibu untuk anaknya selalu siap dihakimi. “tatapan”, “ucapan” ataupun “komentar” yang dilontarkan oleh orang2 dengan entengnya nggak akan pernah dilupa. Salah satunya untuk keputusan masukin anak ke daycare. “Jahat banget, tega bener ibunya!” - salah satu ucapan yang melekat dan diucapkan dengan entengnya…. oleh seorang Ibu juga. Padahal keputusan daycare bukan hasil cap cip cup kembang kuncup. Percayalah, ada riset, ada diskusi panjang, ada pertimbangan matang. Nggak sebentar, nggak asal 🙂 Gw percaya, banyak ibu-ibu pekerja ataupun non pekerja yang mengalami “proses” serupa, yang akhirnya memutuskan memilih daycare. Proses yang mungkin nggak bisa dilihat orang lain. Ibu juga manusia. Menghakimi atas apa yang dipilih untuk anaknya tentunya justru menjadi beban tambahan. Padahal keputusan ya diambil bareng suami kan? 😉 Jadi, stop deh. Siapa kita men‑judge keputusan orang lain yang bahkan nggak tahu apa saja di baliknya? For a mother, the burden is already heavy enough. BE KIND! Kalau ga bisa, diem aja mending 🫵🏻

Ngobrolin Daycare di Jogja sama my partner yang jadi kepsek dan punya program daycare juga. Serem bgt gila. Dan yang lebih serem lagi apa coba? Emak2 lain yang ngata2in ibu korban dengan bilang, - Makannya, punya anak diurusin sendiri, gausah kerja, gausah daycare2an speechless...


Ngerti ini UGC, tapi kenapa banyak orang se-salty itu sama ide bengkel khusus cewenya ya? Kan bagus padahal. Biar cewe ngerasa aman dan gak dibego-begoin. :|



















