Vasya Dena

1.6K posts

Vasya Dena banner
Vasya Dena

Vasya Dena

@thisvasya

Akun sambat pribadi Follow for mutual(?)

Inscrit le Eylül 2023
2.1K Abonnements109 Abonnés
Syx
Syx@lanmolii·
@LambeSahamjja Xaviera, bukan Saifera. Dari tadi bacanya jadi sebel deh wkwk 😭
Indonesia
2
0
14
4K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
39
600
2.9K
142.9K
willy the kid
willy the kid@cursedkidd·
anak aku thun ni masuk playgrup,too much gk yh klo aku beliin tas ini utk sekolah
willy the kid tweet media
Indonesia
153
42
377
18.6K
⭐︎ eve
⭐︎ eve@defmartined·
ANJER GA SIA2 PERJUANGAN GW UTEK2 JARINGAN STUCK DI G/E SAMPE MARAH-MARAH DIBANTU ARAHAN GEMINI, OMG GEMINI I LOVE U SO MUCH (⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)(⁠╥⁠﹏⁠╥⁠) @GeminiApp
Indonesia
2
1
1
22
A
A@tresnaardilardi·
Sinyal udah berbulan bulan E terus nih kenapa ya @myXL
A tweet media
Indonesia
2
0
0
93
Vasya Dena retweeté
nai
nai@kyentut·
yassss queen😌
nai tweet media
Español
18
251
4.8K
80.1K
FaktaBola
FaktaBola@FaktaSepakbola·
Calvin Verdonk tentang Dony Tri Pamungkas: "Saya suka sekali dengan orang ini, sumpah. Saya sering berbicara dengannya. Dari latihan pertama, saya sudah melihat bahwa dia pemain yang sangat sangat bagus. Sumpah, dia benar-benar pemain yang bagus dan saya sangat menyukai gaya bermainnya." "Sebelum pertandingan terakhir saat dia bermain, saya hanya bilang: mainlah seperti saat latihan dan dengan penuh percaya diri." "Dan hari ini juga, ketika dia masuk, dia langsung membuat aksi, melakukan umpan silang, dan punya tendangan yang sangat bagus." "Jadi saya tidak sabar untuk bermain lebih banyak pertandingan bersamanya, dan saya berharap bisa melihatnya suatu hari nanti di Eropa."
FaktaBola tweet media
Indonesia
21
54
821
22.5K
Vasya Dena
Vasya Dena@thisvasya·
Aku mau jual voucher sfood 25k no minbel dari tuker poin tsel, yg minat komen yah 18k aja, ini bentuknya kode nanti kamu reedem di apknya bukan aku yg order #WTS #zonauang
Indonesia
0
0
0
122
Vasya Dena retweeté
unmag
unmag@unmagnetism·
tolong ajukan ke ke fifa kalo kena mistar 2 kali dianggap 1 gol
Indonesia
46
105
1.4K
51.3K
Vasya Dena retweeté
BungB
BungB@DharmawanSu·
@unmagnetism anjg sananta passing ke herdmann
Indonesia
20
200
1.1K
65.6K
zalna
zalna@zalnajana·
@xlsatu_ Hallo min ini internet kenapa ga ada jaringan ya?! Sudah tiga hari ini?! Dari hari sabtu loh!! Saya sudah kontak semua layanan CS XL tapi semua dijawab oleh robot.
Indonesia
2
0
0
79
Vasya Dena
Vasya Dena@thisvasya·
kartu XL ku kenapa yah jaringan full tapi jaringannya E, entah masalah dari pusat atau kartuku lokasi jateng
Indonesia
0
0
0
63
amlllee
amlllee@aamelliyoo·
Ni instagram kalo abis play instastory mutual lgsung next ke recomm acc kah skrg? Kek abis stalk org gueh jdinya tbtb tengok story org random 😭
amlllee tweet media
Indonesia
4
0
39
4.7K
fadrew
fadrew@faghyou_·
halo kenapa kartu xl aku gabisa dipake internetnya? padahal kuota dan sinyal ada. udah chat maya di aplikasi tapi jawaban template mulu, udah di refresh jaringan juga tapi tetep aja, tolong yaa @myXL @myXLCare
Indonesia
3
0
0
585
Kev
Kev@Kev_767899·
@faghyou_ @youroctgirl_ @thisvasya @myXL @myXLCare Kalau untuk itu bisa coba telpon ke cs 818, lalu sampain kendala yang dialami. Nanti misalkan gak bisa terhubung ke cs, boleh infoin lokasi yang berkendala supaya bisa aku bantu buatkan laporan kendala sinyal nya ya Kak
Indonesia
2
0
0
78
an🌷
an🌷@othreside·
XL lagi ada gangguan apasi ya Allah dari semalem gada sinyal😭
Indonesia
1
0
0
179