




United Update Indonesia
97 posts

@UnitedUpdateID
Follow for updates, info and all things Manchester United, the biggest club in the world. #MUFC🔴 Official account of United Update Indonesia.🇮🇩









“Fans Arsenal yg mana nih begini? FITNAH” Yuk, kilas balik apakah figur Arsene ‘deserve’ treatment ini? Dengan spanduk dan protes se massive ini, you would think Arsene Wenger = Ruben Amorim right🤔 1. Arsene Wenger modernized Arsenal’s global scouting. Membuka market pemain dari France, Spain, bahkan AFRIKA🤯 (Adebayor & Kolo Toure) yang kala itu belom jadi “norm”, few managers tried it like SAF, Mou tapi ga se akurat Wenger dalam masalah early talent identification. 2. “The Professor”, nickname ini bukan sembarang nickname, tapi dia revolutionized diet, sports science, training drills yang khususnya diperketat dan di monitor very closely with the backroom staffs. 3. Revamping Arsenal’s academy system. Membuat “kelas” dan segmentasi grup yang teratur, tentunya dengan individu yang punya kiprah mentereng seperti Liam Brady dan David Court both sebagai Head & Asst. Head of Youth Development respectively 4. Punching bag nya Kroenke. Crap management yang gabisa ambil keputusan either buat sack him early atau back him all the way membuat dia menjadi kambing hitam. Puncak dari protes dan desakkan resign dari fans bahkan sampai disorakki satu stadion, invasi tempat latihan, tepatnya London Colney dan bahkan disamperin fans ke area bangku cadangan untuk di harass lebih lanjut. Enjoy your trophy lads, but dont rewrite history.🙌🏻 #MUFC







Had a great discussion with @audieonx on why Arsenal di rujak TOTAL sama semua fans klub bola bukan cuma di Premier League tapi SELURUH DUNIA. Simply put karna mereka ga ngehargain sejarah mereka sendiri. You can call Chelsea and City “oil club” as much as you want, tapi mereka MENGAKUI sejarah mereka. Beda hal nya dengan Arsenal yang seakan - akan menutup era dan sejarah mereka under Arsene Wenger sebagai “mimpi buruk”, fans klub lain membuat lelucon era kelam mereka. MU dengan post SAF, Liverpool dengan era Brendan Rodgers, Chelsea dengan pre Mourinho dan post Roman, City dengan era Mark Hughes (pre-Mancini) dan mayoritas fanbase nya yang sudah acceptance bahwa kalo mau diakui, maka harus humble terlebih dahulu. Arsenal? Mereka berusaha sekeras mungkin menutup tirai era Wenger yang bahkan menjadi pondasi awal klub. Arsene Wenger bleeds Arsenal dan kita semua pasti ingat gimana caranya fans Arsenal berusaha mengusir ICON klub tersebut, something that other fanbase wouldn’t even dare to think about. Layaknya sebuah bom waktu karma, Arsenal melupakan daratan, sejarah, dan identitas klub mereka. Their humbleness went down with Highbury, shell of their own, klub yang mereka cap sebagai “oil clubs” lagi lagi mempecundangi mereka e.g PSG, City, Chelsea, dan bahkan klub klub tersebut menunjukkan identitas dan budaya klub yang lebih kental dibanding Arsenal. #MUFC🔴






🚨🚨🎙️| Sir Alex Ferguson’s text message to PSG president Nasser Al-Khelaifi after PSG beat Arsenal in the Champions League final: “Well done, it was a tough night for you, but you played against a boring team that did nothing but defend.” [@lequipe]















