Mahdin Jr. me-retweet
Mahdin Jr.
1.1K posts

Mahdin Jr.
@MahdinJr1
Tidak berafiliasi dengan jaringan kelompok radikal.
Bergabung Nisan 2021
155 Mengikuti639 Pengikut
Mahdin Jr. me-retweet

Kenapa Pemuka Agama hanya Menjadi Pemadam Kebakaran?
Pernyataan pimpinan ormas Islam yang dipanggil Prabowo seolah tak memberi efek apa-apa. Publik sudah lama melihat ormas-ormas besar ini bukan sekadar “pilar masyarakat,” tapi bagian dari pemerintah. Maka suara mereka terdengar lebih seperti corong kekuasaan, bukan gema keresahan rakyat. Benarkah demikian?
Pemerintah pun tampak ‘salah baca’. Yang turun ke jalan, melakukan kekerasan, dan menjarah bukanlah mereka yang terafiliasi dengan ormas Islam. Mengapa ormas Islam yang diminta menenangkan?
Inilah getirnya. Saat ajaran agama gagal memberi inspirasi solutif, para pemuka agama hanya diposisikan seolah sebagai “pemadam kebakaran.”
Agama semestinya menjadi energi moral untuk perubahan. Kehadiran ulama penting untuk legitimasi, tapi jarang menyentuh akar masalah. Seharusnya sampaikan juga bahwa “kami sudah ingatkan aspirasi umat pada Presiden soal rakyat yang kena PHK, biaya hidup mencekik, arogansi, korupsi merajalela, keadilan menjauh. Presiden pun mengakuinya.”
Kalimat “NKRI Harga Mati” pun kerap digaungkan. Namun maknanya mestinya bukan jargon kosong. NKRI harga mati berarti juga berdiri di pihak rakyat. Membela tanah air berarti membela perut, suara, dan harapan rakyat. Jika pemerintah tak lagi menjaga amanat, ulama harus berani mengingatkan akar masalah, bukan sekadar jadi alat penenang suasana.
Yang ditunggu rakyat bukan khutbah pereda luka, tapi seruan yang berani menyingkap sumber derita. Jika agama hanya hadir untuk menenangkan tanpa mengobati akar masalah, wajar bila umat merasa ditinggalkan.
Imam al-Ghazali sudah mengingatkan:
وَبِالْجُمْلَةِ، إِنَّمَا فَسَدَتِ الرَّعِيَّةُ بِفَسَادِ الْمُلُوكِ، وَفَسَادُ الْمُلُوكِ بِفَسَادِ الْعُلَمَاءِ، فَلَوْلَا الْقُضَاةُ السُّوءُ وَالْعُلَمَاءُ السُّوءُ لَقَلَّ فَسَادُ الْمُلُوكِ خَوْفًا مِّنْ إِنْكَارِهِمْ.
“Secara umum, kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan penguasa, dan kerusakan para penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama. Seandainya tidak ada hakim dan ulama yang buruk, niscaya kerusakan para penguasa akan berkurang karena mereka takut terhadap penolakan (kritik) dari ulama.”
Damai dan sejahtera negeri kita 🙏🏻
Tabik,
Nadirsyah Hosen

Indonesia
Mahdin Jr. me-retweet

Dalam pikiran dan kesadaran orang-orang yang tidak suka sama @gibran_tweet apapun yang dia lakukan salah.
Bekerja dengan penuh semangat salah, diam dan tidak ngapa-ngapain juga salah.
Jadi ketika berhadapan dengan orang-orang marah dan emosional, kita hanya bisa tersenyum dan menyapa mereka dengan ramah, karena bagaimanapun juga mereka adalah saudara sebangsa dan setanah air.
Merdeka 🤟🇮🇩

Indonesia
Mahdin Jr. me-retweet

Satu-satunya Presiden Republik Indonesia yang pernah disebut "Bajingan Tolol" oleh Rocky Gerung, namun tidak membalas dengan ucapan serupa, apalagi langkah politik taktis, adalah Jokowi. Beliau justru memahami itu sebagai bagian dari kebebasan dalam berdemokrasi.
Lawan politiknya senang karena Rocky Gerung telah mewakili kejengkelan mereka. Sementara itu, para pendukung Jokowi tentu saja marah. Namun, melihat Jokowi yang tetap santai, mereka akhirnya ikut santai dan tidak terpancing untuk merespons dengan emosi berlebihan.
Berbeda dengan kasus penjual es teh yang disebut "Goblok" oleh Gus Miftah. Dalam insiden ini, hampir seluruh rakyat Indonesia langsung murka dan mengutuk Gus Miftah, mendesaknya untuk segera meminta maaf kepada penjual es teh.
Kejadian ini mengingatkan saya pada cerita tentang kecoa dan kupu-kupu. Membunuh kecoa dianggap hal yang biasa, tetapi membunuh kupu-kupu yang cantik dianggap kejahatan. Padahal, kedua tindakan tersebut sama-sama melibatkan aktivitas pembunuhan.
Fenomena ini menunjukkan adanya standar moral ganda dalam masyarakat. Hal seperti ini biasa terjadi dalam pikiran manusia yang senantiasa berkonflik antara keadilan objektif dan bias emosional terhadap subjek tertentu.
Standar ganda semacam ini mengajarkan kita bahwa manusia, dalam berpikir dan bertindak, sering kali dipengaruhi oleh persepsi dan nilai-nilai subjektif, bukan oleh prinsip keadilan yang benar-benar netral.

Indonesia

@bacottetangga__ Jangankan utk masukin ke vagina buat kencing aja harus dibantu bukain celana.
Indonesia
Mahdin Jr. me-retweet

Yg bilang PDIP kalah gara2 dikeroyok baca ini. Di Pangkalpinang, Molen (Maulan Aklil) yg kader PDIP sekaligus Walikota incumbent kalah telak dgn KOTAK KOSONG meskipun menggandeng mayoritas partai. Demikian juga Mulkan cabup Bangka dari PDIP kalah oleh kotak kosong.
#99@PartaiSocmed
Walikota Pangkalpinang? Mungkin si Molen bergetar disentuh KPK
Indonesia

Hasil Quick Count Sementara Pilkada Pemalang 2024, Artis Vicky Prasetyo Suara Terendah - Hot Liputan6.com liputan6.com/hot/read/58100…
Indonesia

@Dennysiregar7 Sekarang yg ditakuti paslon pilkada ketika ada campur tangan Mulyono
Indonesia

@PartaiSocmed Pantau terus gerak geriknya sampai tangannya diborgol
Indonesia
Mahdin Jr. me-retweet

@exvianpro Tujuan mereka biar apa ya ikut sekte yg akhirnya ngajak bunuh diri massal
Indonesia

@exvianpro Kok sadis gitu ya karena harta padahal dg istri sendiri
Indonesia
Mahdin Jr. me-retweet

Sebelum menikah mari pelajari dulu
Sakinah, mawadah, warahmah.
Sakinah : ketika melihat kekurangan
Pasangan namun mampu menjaga lidah untuk tidak mencelanya.
Mawadah : ketika mengetahui kekurangan pasangan, namun mampu memilih untuk menutup sebelah mata atas kekurangannya dan membuka mata lainnya untuk berfokus pada kelebihannya.
Warahmah : ketika kita mampu menjadikan kekurangan pasangan sebagai ladang amal untuk diri kita.
Indonesia

@vyowiz51 Di kampung sy bukan dimaknai utk ditransfer memabacakan quran dg maksud dan tujuan utk menghibur keluarga yg sedang berduka.
Indonesia
Mahdin Jr. me-retweet
Mahdin Jr. me-retweet




