Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩
8.6K posts

Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

E-ktp ilang didenda, sedangkan data warganya bocor diem aja. Selalu nyari celah cuan dari rakyat tp ngasih hak keamanan data aja ga mampu
tempo.co@tempodotco
Kemendagri Usul Denda untuk E-KTP Hilang tempo.co/politik/kemend…
Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

Part 3
Digeruduk Satpol PePek untuk ditanyakan izin sudah
Akses jalan menuju rumah makan ditutup sirtu sudah
Tidak puas sampai situ, kali ini warga membentangkan spanduk2 menolak adanya warung mie babi di kawasan tsb.
Part 4 kayanya akan dipersekusi tutup paksa.
Wakil Kepala Program Maling Berkedok Gizi@ImamBesar212
Part 2 Setelah gagal ditutup Satpol PePek krn ijin lengkap, kali ini akses jalan menuju Mie Babi Tepi Sawah di Parangjoro, Kab. Sukoharjo ditutup dengan tumpukan pasir. Selain itu, dipasang spanduk yg berisi warga menolak warung non halal. Terus orang disuruh jualan apa?
Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

Satu hal yang gak pernah luntur dari pertanyaan... Kenapa MBG itu gak memberdayakan pedagang, warung, dan kantin sekitar sekolah? Kenapa harus memisahkan ekosistem sekolah dengan lingkungan ekonomi sekitarnya?
Miris ngeliat ini sementara anak anggota DPR anu, pejabat anu, meraup uang ratusan juta karena MBG. 😭
Hilmi Firdausi@Hilmi28
😭😭😭
Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

Lihat Pohon Natal, Meriang !
Lihat Terompet Tahun Baru, Ribut !
Lihat ada yg bangun Gereja, Demo !
Lihat ada yg berdoa di Gereja, Segel !
Lihat ada yg berdoa Rosario, Usir !
Lihat ada yg jual daging babi, Protes !
Lihat Patung Tuhan Yesus, Menggigil !
Lihat Patung Bunda Maria, Demam !
Lihat Salib, dibilang Jin Kafir !
Lihat Warung Mi Babi, Tolak !
Ribet banget ya hidup di Konoha🤭

Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

Gak tega!! nenek gendong dawet 15 kg sampai gemetaran. 😥
Semoga ada #OrangBaik disekitar nenek penjual dawet ini.
Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

Suara Ibu yang Hancur.
Dibalik perlindungan anak pelaku.
Sama-sama anak dibawah umur,anak perempuan ibu ini dibunuh
Dan pelakunya di jaga oleh polisi juga Ham
Sementara ibu ini berkali kali minta tolong kepolisi tapi tidak ada yang mau membantu, bahkan disuruh duduk juga gak ad selama ibu ini di kantor polisi.
Hancur banget hati ibu ini ya Allah 😭😭
Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

Guys, ini salah satu berita yang menurut gue paling mengerikan yang keluar hari ini dan bukan karena dramatis, tapi karena implikasinya sangat nyata terhadap keselamatan jutaan anak Indonesia.
BPOM secara resmi mengakui di depan DPR:
mereka belum pernah melakukan
sampling makanan MBG.
Sama sekali.
Karena tidak ada anggaran.
Mari kita letakkan ini dalam konteks yang benar:
Program MBG sudah berjalan berbulan-bulan.
Sudah menjangkau 27.000 SPPG di seluruh Indonesia.
Sudah menyerap Rp60 triliun anggaran.
Dan selama itu semua tidak ada satu pun sampel makanan yang diuji oleh BPOM.
Tidak ada verifikasi independen bahwa makanan yang masuk ke mulut anak-anak kita itu aman.
Tidak ada pengujian laboratorium resmi.
Tidak ada audit kualitas dari lembaga yang berwenang.
Dan angkanya membuat gue tidak habis pikir:
MBG: Rp60 triliun sudah terserap.
Hampir Rp1 triliun per hari.
Anggaran BPOM untuk mengawasi program ini yang tersedia saat ini: Rp2,9 miliar.
Bukan Rp2,9 triliun.
Bukan Rp2,9 miliar per bulan.
Total Rp2,9 miliar.
Perbandingannya:
anggaran pengawasan keamanan pangan untuk program yang menelan Rp60 triliun hanya 0,005% dari total anggaran program itu sendiri.
Dan kondisinya lebih buruk dari sekadar kekurangan anggaran:
BPOM sebelumnya sudah mengajukan anggaran Rp196 miliar untuk pengawasan MBG.
Sudah disetujui.
Tapi kemudian ada kewajiban pengembalian dana ke bendahara umum negara artinya dana itu dipotong dan tidak bisa digunakan.
Ada juga dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui Komisi IX DPR tapi sampai hari ini belum bisa dieksekusi karena masih menunggu tahapan administrasi yang entah kapan selesainya.
Jadi BPOM punya anggaran di atas kertas tapi tidak bisa digunakan.
Sementara makanan untuk jutaan anak terus dikirim setiap hari tanpa pengujian.
Dan ini yang paling ironis:
Kepala BPOM Taruna Ikrar bilang mereka sudah melatih 32.000 lebih tenaga ahli untuk mengawasi SPPG.
Tapi tidak ada anggaran untuk mengambil dan menguji satu pun sampel makanan.
Jadi kita punya 32.000 orang terlatih tapi tidak ada alat ukur yang bisa membuktikan bahwa makanan yang mereka awasi itu aman.
Itu seperti punya 32.000 dokter tapi tidak ada satu pun alat diagnosa.
Mereka bisa melihat.
Tapi tidak bisa membuktikan.
Konteks yang membuat ini semakin mengerikan:
Kita sudah tahu bahwa 6.457 orang dilaporkan terdampak keracunan MBG angka yang BGN sendiri laporkan ke DPR.
Belatung ditemukan dalam makanan MBG dan diakui sendiri oleh Hashim Djojohadikusumo.
Kasus keracunan terjadi di Duren Sawit, Bantul, dan berbagai daerah lain.
Dan selama semua itu terjadi lembaga yang seharusnya bertugas memverifikasi keamanan pangan itu tidak pernah melakukan satu pun uji sampel karena tidak ada anggaran.
Yang tidak masuk akal dari seluruh situasi ini:
BGN punya anggaran untuk:
Motor listrik Rp1,2 triliun
Digitalisasi Rp3,1 triliun
Semir sepatu Rp1,25 miliar
Sikat semir Rp272 juta
Tapi BPOM lembaga yang bertugas memastikan makanan itu tidak meracuni anak-anak hanya tersisa Rp2,9 miliar yang bisa digunakan.
Prioritas anggaran ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas tentang apa yang dianggap penting dalam program ini dan apa yang tidak.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu — Selama berbulan-bulan program MBG berjalan tanpa pengawasan sampling BPOM, siapa yang bertanggung jawab memastikan keamanan pangan dari 27.000 SPPG itu?
Dua — Apakah BGN tahu bahwa BPOM tidak bisa melakukan sampling karena tidak ada anggaran? Kalau tahu — kenapa tidak ada tindakan untuk mengalokasikan anggaran yang memadai?
Tiga — Apakah 6.457 korban keracunan itu bisa dicegah kalau sampling BPOM berjalan sejak awal? Tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti.
Tapi pertanyaannya sangat valid dan harus ditanyakan.
Empat — Dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui tapi belum bisa dieksekusi apa yang menghalanginya dan siapa yang bertanggung jawab atas kemacetan administrasi itu?
Bottom line:
Indonesia menjalankan program makan gratis terbesar dalam sejarahnya dengan anggaran hampir Rp1 triliun per hari tanpa pengujian keamanan pangan yang independen.
Bukan karena teknologinya tidak ada.
Bukan karena BPOM tidak mau.
Tapi karena anggarannya tidak tersedia sementara di sisi lain uang mengalir untuk motor listrik dan semir sepatu.
Ini bukan kelalaian kecil.
Ini adalah kegagalan sistemik dalam memprioritaskan keselamatan anak-anak di atas kepentingan pengadaan dan administrasi.
Dan yang paling mengejutkan dari semua ini bukan fakta bahwa BPOM tidak punya anggaran.
Yang paling mengejutkan adalah bahwa program senilai Rp60 triliun ini diizinkan untuk terus berjalan hari demi hari tanpa mekanisme pengawasan keamanan pangan yang paling dasar sekalipun.
atau ini bukan program makan bergizi
atau cara menghabiskan anggaran dengan gaya??

Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

@Kimberley_PS08 Old money, rezim yg kalian jilat ini berpesta lewat proyek embege. Buzer keparat
Indonesia
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

@IslamInvasion This is stupid. That's not even how they are. This is white ppl. Christians. Mostly who post these false narratives about these Muslim ppl. Christianity is way more evil than any religion or group of ppl on earth. Their history is fuckiing sick.
English
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet
Jurus Ular Cobra 🇮🇩 me-retweet

















