𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮

4.6K posts

𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 banner
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮

𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮

@nottoolatte

𝐓𝐨 𝐆𝐨𝐝 𝐛𝐞 𝐭𝐡𝐞 𝐠𝐥𝐨𝐫𝐲 | 𝐥𝐚𝐰²¹ | in her ma(de)pres(sed) era

INFJ-T Bergabung Mart 2021
333 Mengikuti1.6K Pengikut
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
Asanwa.sol
Asanwa.sol@Chizitere_xyz·
Everyone loves preaching about mental health on the timeline, but the brutal truth is nobody actually wants to be around a depressed person. The second your struggle becomes an inconvenience, the distancing begins. ​Society loves the aesthetic of support and the hashtags, but they despise the reality. Real depression isn't a cute movie scene; it's zero energy and canceled plans. ​The moment you stop being fun, you are suddenly labeled as "negative," a "burden," or "too heavy to handle." They want you healed, but refuse to sit in the dark with you while you hurt. ​People will literally watch you drown and then complain that your splashing is ruining their vibe. You learn very quickly who actually loves you, and who just loved the entertaining version of you. ​The silence you get from your "friends" when you hit rock bottom is the loudest reality check of adulthood.
Asanwa.sol@Chizitere_xyz

unpopular opinion about mental health that will put you in this position??

English
37
873
2.6K
89.4K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
Asanwa.sol
Asanwa.sol@Chizitere_xyz·
People have exactly a two-week limit on their sympathy. When you first break down, everyone is supportive. But if your depression lasts longer than a fortnight, they get incredibly annoyed. ​You are not allowed to have long-term struggles. Society expects you to have a quick, cinematic breakdown, cry it out over the weekend, and bounce back to being productive by Monday. ​The exact second they realize your depression isn't just a temporary mood swing but a constant struggle, the "take all the time you need" energy completely vanishes. ​They stop checking in and start treating your mental state like a deliberate character flaw. You aren't struggling anymore; you are just "not trying hard enough" or "choosing to be miserable."
Asanwa.sol@Chizitere_xyz

unpopular opinion about mental health that will put you in this position??

English
146
3.7K
14.1K
662.3K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Ngejaga Mental Health bkn berarti kita harus bahagia terus2an, bkn berarti harus positive vibes only. Kata partner w yg jebolan psiko, setelah aware soal Mental Health, next step yang perlu dilakuin adlh ngebangun Mental Resilience. Gak gampang jatuh, gak gampang baper, gak gampang sedih. Krn dunia gak se-happy go lucky itu. Kita akan salah, kita akan ketemu sm org yang nyalahin kita, kita akan sedih, atau membuat org lain sedih. Jd bkn soal gabole sedihnya, tp belajar utk bs nerima dan balik lagi.
Asanwa.sol@Chizitere_xyz

unpopular opinion about mental health that will put you in this position??

Indonesia
51
3.6K
9.7K
469.6K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
sampahfhui
sampahfhui@sampahfhui·
bahkan di chatnya sendiri mereka sadar kalau ini ke-leak bisa “tamat karir di fh”. tapi tetep dilakuin. secara eksplisit mereka ngaku mereka adalah orang orang bejat dengan jabatan 🤮
sampahfhui tweet media
Indonesia
272
2.7K
28.4K
4M
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
Bagus Muljadi
Bagus Muljadi@bagus_muljadi·
Saya meyakini pimpinan LPDP memahami konsep brain circulation dan investasi jangka panjang - some of them are bankers anyways. Namun kebijakan mereka kerap berada dalam tekanan politik dan birokrasi. Pertama, ada persepsi bahwa LPDP lebih mudah diakses oleh kalangan elite (misalnya isu yang diangkat oleh Primus Yustisio, Re: anak pejabat). Jika persepsi ini benar, maka kelompok elite tentu tidak memiliki insentif untuk mendorong perubahan besar pada skema yang sudah menguntungkan mereka. Kedua, LPDP harus berhadapan dengan DPR yang cenderung menerjemahkan nasionalisme secara populis: “segera pulang dan membangun negeri.” Dalam atmosfer seperti ini, sentimen publik yang paling sederhana sering kali menjadi tekanan kebijakan. Ketiga, pengawasan BPK membuat riset dan pendidikan kerap diperlakukan seperti proyek pengadaan: harus cepat terlihat output, jelas serapan anggaran, dan mudah diaudit secara administratif. Akibatnya, investasi pengetahuan yang secara alamiah berjangka panjang dipaksa tunduk pada logika jangka pendek. Mengelola negara dalam kondisi seperti ini menuntut kombinasi langka antara kompetensi teknokratis dan keberanian institusional. Butuh otak dan tulang punggung: kepemimpinan yang mampu menahan tekanan jangka pendek demi kepentingan strategis jangka panjang.
Bagus Muljadi@bagus_muljadi

“Kalau patriot, pulang.” Dalam konteks riset global, cara berpikir seperti ini sangat tidak menguntungkan negara sendiri. Sangat sedikit orang Indonesia yang berhasil mendapatkan posisi akademik permanen di UK. Dari sekitar hanya 30–40 permanent academics Indonesia di UK (hampir tidak ada yang berasal dari jalur LPDP (in fact, saya pribadi tidak mengenal satupun). That is a very sad number for a country this "big". Hampir tidak mungkin mendapatkan posisi permanen di universitas di UK; apalagi Russell Group univs; tanpa memiliki portfolio postdoctoral yang sangat kuat. Persaingannya terlalu brutal. If you disappear for 2–3 years after your PhD, you are immediately out of the market. Negara-negara seperti China, India, dan bahkan Iran justru memanfaatkan diaspora akademiknya. Mereka menjadi: – jembatan hibah riset internasional – co-supervisor doktoral – pintu masuk kolaborasi laboratorium – penghubung industri dan universitas – agen soft power budaya dan bahasa Akhirnya mendongkrak kualitas dan ranking universitas mereka. Nilai hibah riset yang mengalir melalui jaringan ini seringkali jauh melampaui investasi beasiswa ±2 miliar rupiah per orang. Walaupun itu mahal, but in the global research landscape, that is a small number. A UK-based Indonesian academic who wins Newton Fund / ISPF grants with Indonesian collaborators (I know a few) can easily bring back 2X that amount into the country within a year. Saya sendiri tidak pernah mendapatkan beasiswa pemerintah manapun. Saya harus bekerja paruh waktu untuk menyelesaikan S2 dan S3. But I do feel a certain sadness melihat bagaimana kita belum mampu mendukung orang-orang kita untuk berjaya diluar. Those who won LPDP scholarships are most likely more intelligent and more competent than I ever was. But many of them never got the chance to become globally competitive scientists. That is the part that makes me sad. We still think in zero-sum terms: as if one person flourishing abroad automatically means the country loses. A country is strong ONLY when individuals flourish, wherever they are! Yang perlu kita benahi adalah manajemen beasiswanya: pastikan yang mendapatkan memang benar-benar PANTAS. Sentimen negatif yang begitu kuat ini adalah pertanda adanya kecurigaan bahwa sistemnya tidak sepenuhnya adil. That is what needs to be fixed. Nobody goes to a football match booing the best players. People root for those who truly deserve to be on the field. Scholarship awardees who genuinely earn it will be supported. They will be celebrated. Dan jika seseorang bisa memenangkan posisi postdoc di universitas bergengsi, dalam sistem yang sangat kompetitif, itu sendiri adalah bukti bahwa dia pantas. Go on, champ! We’re proud of you.

Indonesia
17
190
773
121.2K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
08HWO
08HWO@Yanh_Hyung·
Baelor Breakspear Targaryen
08HWO tweet media
Filipino
17
2.7K
20.4K
224.3K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮@nottoolatte·
Gatel mau spill tabiat aslinya tapi ngapain gue susah2 ntar semua org juga tau aslinya gmn dan pasti langsung mendunia wkwkwkwk. Bukan 1-2 korbannya. Ga selamanya kan bisa nyimpen bangke dalam kamar? entar baunya nyebar sendiri. Dari home uni BUANYAK yg udh cut off wkwkwk. Smgt
Indonesia
0
0
2
723
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
Averous I. Noor Esa
Averous I. Noor Esa@avenooresa·
Rich people travel the world and came back with insights as shallow as "oh, my country's underclass service workers are easier to exploit than the working class of developed countries, therefore i won't leave my country" is so fucking sad and depressing.
ngabdul@goraici

Kembali ke Senopati setelah 2 minggu di Amsterdam kaya pulang dr negara miskin ke negara maju. Jam 7 pagi mau sarapan tinggal nyebrang jalan. Di Amsterdam cari yg buka jam 8 sj susah, hrs jalan +/-15 menit. Omeletnya lbh jelek dan harganya 4x lipat Ga jadi #kaburajadulu dah :))

English
256
9.8K
42.6K
2.8M
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
Tec
Tec@EtceteraArt·
Gonna start dumping old ASOIAF sketches lol First up Bobby B 🦌
Tec tweet media
English
133
4K
32K
1.4M
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 me-retweet
Caraxes
Caraxes@spicynoodleboy_·
🚨 S3 LEAK 🚨 daemon and caraxes caught ignoring the war at a coldplay concert
Caraxes tweet media
English
14
265
2.9K
55.4K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮@nottoolatte·
Kyk lu klo blm ketemu gue dalam 1-2 tahun terakhir gabakal ngenalin gue lagi wkwkkw
Indonesia
0
1
18
7.6K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮@nottoolatte·
I lost 20kg ish dalam setahun and I looks like a completely different person now 🦆🦆 no filter, filler, botox apalah, just weightloss but a drastic one 😭
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 tweet media𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮 tweet media
English
53
86
2.3K
116.3K
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮@nottoolatte·
Sampe skrg gue masih ga nyangka demi apapun. Semuda itu, rajin olahraga, meninggal tiba2 krn serangan jantung. Hidup emang gaada yang tau ya.
Indonesia
0
0
0
666
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮@nottoolatte·
I knew him personally juga ga sekedar kenal gitu aja, tp krn sesama spesialisasi HTN sering tanya2 ke beliau dan emg baik bgt.
Indonesia
1
0
0
740
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮
𝓛𝓪𝓽𝓽𝓮@nottoolatte·
Ini kating gue. Orgnya baik bgt, beliau baru menikah pas blm ada sebulan sblm tiba2 meninggal. Bahkan 12 jam an sblm info meninggal masih sehat dateng ke kondangan sama istrinya pertama kali. Umurnya baru 24 tahun. Semoga tenang di sana.
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

TLDR: 1) Permintaan penggugat: "Wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan." 2) Penggugat meninggal dunia 3 minggu lalu karena serangan jantung. 3) MK: "Dengan demikian, dikarenakan pemohon telah meninggal dunia, maka seluruh syarat anggapan kerugian yang didalilkan pemohon tidak terpenuhi oleh pemohon."

Indonesia
1
0
13
1.7K