Timot
1.3K posts

Timot
@CS17Timot
— Timothy Wijaya Asmoredjo Graduated from University of Melbourne at 1997 Nice to meet you^^

⠀⠀⠀ ⠀⠀Dan ketika mimpi buruk ini terjadi, muncul arwah-arwah yang dipenuhi dengan dendam; beberapa terlihat marah dan lapar. Sedangkan lainnya terlihat menangis ketakutan.

“Bangsat! Liat aja kalian semua. Kalau mati saya bantai satu-satu. Bajingan!" ujar Suteja. Kemudian berusaha untuk mengejar Adityo yang kini menutup pintu darurat ... ⠀⠀⠀... dengan rapat. Sengaja mengunci mereka dan menahan gagangnya dengan besi yang ia temui disana.

“Bangsat! Liat aja kalian semua. Kalau mati saya bantai satu-satu. Bajingan!" ujar Suteja. Kemudian berusaha untuk mengejar Adityo yang kini menutup pintu darurat ... ⠀⠀⠀... dengan rapat. Sengaja mengunci mereka dan menahan gagangnya dengan besi yang ia temui disana.


Arumi hanya mengangguk, ia berbisik—menaruh kedua tangannya diatas meja dan menepuk punggung tangan Adhimas dengan lembut, “Ini yang terbaik buat kita. Setelah ini, gaji akan dikirimkan ke rekening kamu sesuai dengan nominal yang dijanjikan. Jadi, tulis saja ya?”

Andi selamat dari ledakan; namun bagaimana dengan para karyawan yang tersisa dan atasan yang masih menunggu di atas? Nafas Andi tersengal, matanya langsung terpaku pada Arumi yang berada di bawah meja. "Mbak! Mbak, ayo Mbak, saya usahain kita turun ke bawah dengan selamat."

Andi selamat dari ledakan; namun bagaimana dengan para karyawan yang tersisa dan atasan yang masih menunggu di atas? Nafas Andi tersengal, matanya langsung terpaku pada Arumi yang berada di bawah meja. "Mbak! Mbak, ayo Mbak, saya usahain kita turun ke bawah dengan selamat."

Andi selamat dari ledakan; namun bagaimana dengan para karyawan yang tersisa dan atasan yang masih menunggu di atas? Nafas Andi tersengal, matanya langsung terpaku pada Arumi yang berada di bawah meja. "Mbak! Mbak, ayo Mbak, saya usahain kita turun ke bawah dengan selamat."

Andi selamat dari ledakan; namun bagaimana dengan para karyawan yang tersisa dan atasan yang masih menunggu di atas? Nafas Andi tersengal, matanya langsung terpaku pada Arumi yang berada di bawah meja. "Mbak! Mbak, ayo Mbak, saya usahain kita turun ke bawah dengan selamat."


Ruangan itu dilahap si merah, asap mulai menyebar ke penjuru ruangan. Andi berlari menuju lantai enam namun api bergerak lebih cepat dari luar. Andi berteriak kencang, “API! SEMUA TURUN!”

