Ulish@uliisshh
Berkunjung ke Banda Neira telah ada di bucketlist-ku sejak lama. Selain karena keindahan alamnya, juga karena banyak sejarah yang ia genggam. Bagiku, mengunjungi pulau ini bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi sebuah kehidupan penuh warna dan arti. Sebuah pengalaman yang patut diabadikan sebelum lembaran hidup berakhir.
Ada banyak pertanyaan yang kerap kali timbul dalam pikiranku sebelum memutuskan datang kemari, hingga sampai pada pertanyaan, "Kenapa harus jauh-jauh ke Banda Neira?". Namun sesampainya di sana, aku sadar bahwa pulau ini memang tak akan pernah cukup jika hanya diceritakan lewat kata-kata.
Aku seperti merasakan debaran alam yang menari seirama dengan kecantikan yang tak tergambarkan. Aku merasa Banda Neira adalah jawaban atas banyak hal, juga rumah segala gundah. Di pulau ini, hidup bertemu keindahan dalam setiap hembusan angin, di setiap sudutnya penuh jejak sejarah masa lampau.
Berkeliling Pulau Banda membuatku semakin yakin, bahwa Banda Neira magis dari sisi mana pun. Perahu-perahu yang berlayar mengitari gunung di tengah lautan, sekawanan lumba-lumba yang bermigrasi, burung-burung yang terbang di ujung senja, hingga potret tokoh-tokoh yang selama ini hanya kubaca dalam buku sejarah, semuanya terasa nyata.
Banda Neira punya kesan tersendiri di hati. la menyenangkan pada setiap sudutnya. Aku ingin berterima kasih pada orang-orang yang sudah membuat Banda Neira tambah menyenangkan, yang sudah menjadikan Banda Neira lebih terasa hangat. Benar kata Sutan Sjahrir, "Jangan mati sebelum ke Banda Neira".
Semoga di garis waktu selanjutnya kita bisa berjumpa kembali, Banda Neira. Sampai waktunya tiba, mari tetap sehat dan bahagia.