fulan_bin_fulan
7.2K posts

fulan_bin_fulan
@Wayid73
اللهمّ صلّي على سيدنا محمد 🫰




Pedagang asongan di Sana'a sedang menjajakan dagangannya. Bukan air mineral atau kacang, melainkan berbagai macam pistol. Perdagangan senjata di Ibukota Yaman ini adalah bisnis legal, fungsinya sebagai self defense equipment. Peredaran senjata diperbolehkan oleh pemerintah Yaman, mencerminkan kesiapsiagaan warga Sana'a untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya dari ancaman agresi militer asing. Kendati setiap orang memiliki senjata api, namun situasi Sana'a sangat kondusif. Tingkat kejahatan sangat rendah, seluruh warga saling melindungi satu dengan lainnya. Kondusifitas ini membuat pemerintah Yaman dapat bekerja secara maksimal, berbagai program penguatan ekonomi mengiringi perkembangan industri pertahanan. Seluruh rakyat dijamin haknya, kebutuhan pangan didistribusikan secara merata, bukan dalam bentuk daging ayam dengan topping belatung, melainkan berupa tepung gandum dan daging segar. Soal pendidikan, itu prioritas. Seperti halnya Iran, penduduk Yaman sangat gandrung dalam hal ilmu pengetahuan. Para pejabatnya rata-rata memiliki gelar akademis yang setara dengan S-2, kendati cerdas para pejabat Yaman tidak pernah menggunakan kecerdasanmya untuk membodohi masyarakat. Para pejabat Yaman yang dipimpin oleh Muhammad Al-Houthi tidak pernah menyewa buzzer untuk menutupi skandal korupsi MBG, karena pejabat Yaman bukan orang-orang oportunis. Meskipun di Yaman tidak menggunakan Pancasila dan UUD'45 dalam konstitusi negaranya, namun pada pemimpin mereka secara tulus mempersembahkan keahliannya dalam rangka membangun negara serta melawan segala penjajahan di muka bumi. Sumber daya alam dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah, tidak pernah mengizinkan negara asing menguasai sumur minyak mereka. Tidak membuka investasi asing, sehingga tidak ada yang namanya penanaman modal asing dengan pembagian saham untuk para pejabatnya. Tentara Yaman secara profesional menjalankan tugasnya, melindungi kedaulatan negaranya dari ancaman invasi asing. Militer Yaman terus meningkatkan kualitasnya, melakukan riset pengembangan alutsista, bukannya malah menyerang warung Madura. Seluruh pimpinan militer Yaman bekerja sesuai dengan tupoksinya, bertempur melawan penjajah Saudi, bukan berperang melawan baliho. Tak heran jika militer Yaman saat ini cukup diperhitungkan oleh lawan, karena seluruh unsur militernya terbangun dari sistem meritokrasi. Singkatnya untuk diterima menjadi anggota militer Yaman cukup dengan menunjukkan skill dan kemampuan, tidak harus menjual sawah warisan kakeknya untuk membayar sogokan. 😁



















