ebhi 🍉
45.1K posts


Hyper consumerism di Indonesia itu juga karena... Marketing sejak lama udah perlahan2 merambah semua sisi2 di hidup, bahkan di hal2 yang tak terlihat sekalipun Ini terutama di tiktok / shortform content: Orang ngiklanin produk di mana2; Tak ada kejelasan apakah suatu konten itu iklan atau nggak. Endorsement disamarkan sebagai review; Bahkan vlog soal kehidupan saja ada product placementnya. Reply2 post viral dipenuhi iklan. Semua isinya iklan Departemen marketing berusaha keras menormalkan "membeli" dan "mempunyai", sampai2 orang merasa normal untuk beli2 di kondisi apapun. Liburan? "Harus" baju baru. Harus punya HP ini. Foto harus "bagus"; Semuanya harus "ditunjukkan"


bayangin udh flexing olahraga mahal tp mogged sm mbak-mbak yg olahraga cuma sepedaan kl lg mood doang

Setuju sama kakaknya bukan karena gila hormat atau gimana, lebih ke profesional kerja saja Contoh: semisal kerja punya jabatan direktur, ditanya sama OB “kamu gak istirahat?” pasti agak gimana gitu

Setuju sama kakaknya bukan karena gila hormat atau gimana, lebih ke profesional kerja saja Contoh: semisal kerja punya jabatan direktur, ditanya sama OB “kamu gak istirahat?” pasti agak gimana gitu

this scene completely changed how i viewed Bear💔









