hellajane

38 posts

hellajane

hellajane

@hellajani

参加日 Mart 2026
2 フォロー中0 フォロワー
hellajane がリツイート
26, abelc | ditolak ui 2 kali (otw simak)
hi temanteman, banyak yang bilang soal matdas SIMAK UI tadi pagi cukup mirip sama to inten. so, aku izin share soalnya yang sudah aku kerjain.. sorry & correct me if there are any mistakes yah! semoga bisa jadi bahan belajar tambahan buat besok. semangat semuanyah, good luck!
26, abelc | ditolak ui 2 kali (otw simak) tweet media26, abelc | ditolak ui 2 kali (otw simak) tweet media26, abelc | ditolak ui 2 kali (otw simak) tweet media26, abelc | ditolak ui 2 kali (otw simak) tweet media
Indonesia
30
378
2.2K
50.3K
hellajane がリツイート
sahara²⁶⋆.˚
sahara²⁶⋆.˚@shrcornelia·
gimana ya rasa nya lolos ptn terus bangun pagi ga harus mikirin hari ini mau belajar test mandiri apa 😔
Indonesia
17
889
3.4K
34.8K
hellajane
hellajane@hellajani·
@ccnndyan @lazviews Kaa b indo panjang2 gak teks nya? Sama lebih ke literasi atau kayak lbi/ppubm?
Indonesia
1
0
0
39
dyy-camaba'26
dyy-camaba'26@ccnndyan·
@lazviews matdas = 8/10 pls.. cuman yakin 3 doang.. indo = 9/10 masih gampang gampangg sihh kaya lbi ajaa kaya kata serapan, kalimat efektif, pola kalimat yg sama, dll inggris = 8/10 adaa grammar, pokonya mirip kaya to to aja sih kaya lbe jugaa
Indonesia
3
1
6
1.9K
dyy-camaba'26
dyy-camaba'26@ccnndyan·
YUHUUUUU SIMAK UI HARI PERTAMA BERESSS🥺😩😆😤🤗🥰
dyy-camaba'26 tweet media
Indonesia
32
3
501
24.5K
hellajane がリツイート
한승철
한승철@croixsanct·
Dear SEAblings, today in Jakarta, Indonesia, there will be protests by students and various elements of society against the government. These protests will primarily highlights the government's massive spending programs, widespread corruption, economic depression—
English
67
38.4K
68.9K
728.6K
hellajane がリツイート
Schoolfess
Schoolfess@schfess·
sch! guys please up LCC 4 Pilar Provinsi Kalimantan Barat.
Schoolfess tweet media
English
16
242
790
18.9K
hellajane がリツイート
Christa Sydney
Christa Sydney@christasyd·
Plus membandingkan Kartini dengan Cut Nyak Dien dan Martha Christina Tiahahu hanya karena mereka perempuan adalah bentuk seksisme, karena perjuangan CND dan MCT tidak ada sangkut pautnya dengan gender—mereka setara dengan pejuang laki-laki seperti Kapitan Pattimura.
Lemonaye@Lemonn_Festive

Dan lucunya yg kuliat2 mostly COWO lgi yg banding2in perjuangan kartini dgn tokoh2 pejuang perempuan lain wkwk gausahlah mempertanyakan dia kontribusinya apa cm krn dia gak pegang senjata. we are warriors in our own ways

Indonesia
11
1.6K
6.2K
195K
hellajane がリツイート
Area Eksak
Area Eksak@areaeksak·
Seperti utbk yg sudah2, untuk PM bagian geometri pasti soalnya BEDA di tiap hari dan sesinya. Beda disini dlm artian BEDA BANGET ya. Day 1 sesi 1 muncul soal jembatan. Nah ini soal sesi 2. Spill dikit aja ya, jugaan pasti beda terus kok 😁. Pertanyaannya isi sendiri ya 😊 #UTBK #SNBT #MBG
Area Eksak tweet media
Indonesia
3
129
1.6K
74.7K
hellajane がリツイート
claudía𐤀
claudía𐤀@TAEEVNT·
Ini soal pm utbk day 1 sesi 2 td, BINGUNG BNGT JUJUR YG INI. Sisanya gampang kayak cuman soal cerita persamaan gitu sama peluang (ani beli 1 pulpen, 1 pensil, 3 buku harganya blablabla). Pk nya ga inget apa² krn bnr² ga ngerti🥲🥲
claudía𐤀 tweet media
Indonesia
13
84
1.2K
57.2K
hellajane がリツイート
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Merayakan Kartini Secara Radikal Kita telah melampaui era memperingati hari Kartini dengan hanya melihat sosok tubuhnya dan memaknainya cukup sebatas busana kebaya, lomba memasak atau menyanyikan lagunya. Peringatan hari Kartini yang demikian menumpulkan pemikiran. Sebab Kartini tidak pantas hanya dinilai dari sosok tubuhnya semata melainkan ide-ide brilian yang lahir dari otaknya yang cemerlang tentang kesetaraan dan kebebasan perempuan, justru inilah yang harus kita rayakan. Jadi hendaknya kebaya Kartini disimbolkan sebagai pembebasan perempuan, bukan ornamen tubuh semata, namun untuk merangsang kegairahan pemikiran melawan dominasi. Segala bentuk dominasi seperti penjajahan, pembodohan, pengekangan agama, dan tradisi serta penindasan perempuan. Sebab Kartini perempuan Jawa yang hidup di abad ke-19 telah memikirkan semua itu dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang dimuat di buku “Habis Gelap, Terbitlah Terang” (HGTT). Kartini mengungkapkan kegeramannya pada tradisi yang mengekang anak perempuan termasuk dirinya yang “dipingit” dari umur 12 hingga 16 tahun.    "Teringat aku, betapa aku, oleh karena putus asa dan sedih hati yang tiada terhingga, lalu mengempaskan badanku berulang-ulang kepada pintu yang senantiasa tertutup itu, dan kepada dinding batu bengis itu." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:30). Perang melawan kebodohan dipahaminya sebagai cara untuk membawa bangsa Bumiputra maju dan keluar dari penjajahan. "Pemerintah tiada akan sanggup menyediakan nasi di piring bagi segala orang Jawa, akan dimakannya, tetapi Pemerintah dapat memberikan daya upaya, supaya orang Jawa itu dapat mencapai tempat makanan itu ada. Daya upaya itu ialah pengajaran. Memberi anak negeri pengajaran yang baik, sama halnya seolah-olah Pemerintah menyerahkan suluh ke dalam tangannya, supaya dapat ia sendiri mencari jalan yang benar, yang menuju ke tempat nasi itu. Bapak akan berusaha sekuat tenaganya akan mengajukan anak negeri, dan aku pun akan turut membantunya." (12 Januari 1900, HGTT, 2009:34). Sikapnya menentang poligami sangat jelas. Kadang Ia menganggap bahwa perkawinan itu menindas dan bukan membahagiakan. "Mengertikah engkau sekarang apakah sebabnya maka sangat besar benciku akan perkawinan? Kerja serendah-rendahnya maulah aku mengerjakannya dengan berbesar hati dan dengan sungguh-sungguh, asalkan aku tiada kawin, dan aku bebas." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:29). Pemikiran Kartini tentang agama termasuk permikiran yang moderat dan toleran. "...sebenarnya agamaku agama Islam, hanya karena nenek moyangku beragama Islam... Orang diajar di sini membaca Qur’an tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti. Pikiranku, pekerjaan gilakah pekerjaan semacam itu. Sekalipun tiada jadi orang saleh, kan boleh juga orang jadi orang baik hati.." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). "Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu?" (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). Kartini memang tidak pernah terlibat dalam sebuah pergerakan apalagi mengorganisir sebuah protes di lapangan. Bentuk protes yang ia lakukan hanyalah lewat tulisan-tulisannya yang mencoba memahami apa yang terjadi di lingkungannya. Tulisan-tulisannya tidak dituangkan ke dalam bahasa Melayu atau Jawa melainkan ke dalam bahasa Belanda dan ditujukan kepada teman Belandanya di Belanda.  Apakah karena Kartini menyadari tulisan-tulisannya tidak akan ditanggapi bila ia menggugat masyarakatnya secara langsung?  Atau bahkan dapat membahayakan dirinya bila pemikirannya diketahui oleh masyarakatnya sendiri? Semangat Kartini pada zamannya adalah semangat yang juga dirasakan oleh sebagian perempuan pada zaman itu. Beberapa pemikir perempuan lainnya seperti Dewi Sartika juga memiliki pemikiran yang maju tentang hak-hak perempuan, dengan nyata membuat sekolah di tahun 1904 yang disebut dengan “Sekolah Istri”. Kartini memang bukan sekedar kebaya. Tapi makna kebaya Kartini hendaknya diinterpretasikan secara kritis. Pemikiran Kartini masih terus harus direnda agar “kebaya” itu menjadi sempurna. Merenda pemikiran Kartini di segala ruang dan sudut bangsa, menjadikan bangsa kritis yang menghargai kesetaraan. --- Satu lagi cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari @jurnalperempuan, yang ditulis oleh Gadis Arivia. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜 (Link artikel lengkap di utas berikutnya)

Indonesia
59
6.5K
17.9K
1.3M
hellajane がリツイート
KeUI2026
KeUI2026@mathlvrs·
@txtambis harusnya soalnya nyebutin a,b bilangan bulat positif,bukan positif doang
KeUI2026 tweet media
Indonesia
1
3
23
5.8K
hellajane がリツイート
Nysa
Nysa@txtambis·
Ciri-ciri Bangun Ruang
Nysa tweet mediaNysa tweet mediaNysa tweet mediaNysa tweet media
Indonesia
9
2.4K
8.3K
329.3K
hellajane がリツイート
Vivi | snbt, skd, rbb
Vivi | snbt, skd, rbb@ambisvivi·
⛔️Update Bahas Soal Asli/FR UTBK 2026⛔️ 📅Day 2 (22 April 2026) -a thread- [1] Soal 1 - sesi 1 PM (teks tentang pulau paradise)
Vivi | snbt, skd, rbb tweet mediaVivi | snbt, skd, rbb tweet mediaVivi | snbt, skd, rbb tweet media
Indonesia
15
910
5.6K
157.9K
hellajane がリツイート
CEK PINNED!
CEK PINNED!@sbmptnfess·
ini masuknya subtes apa ya? yg ujian sesi 1 tadi soal2 kaya gini msuknya ke subtes apa? sender mau dalemin materinya🙏 ptn!
CEK PINNED! tweet media
Indonesia
30
420
3.5K
99.6K
hellajane がリツイート
Area Eksak
Area Eksak@areaeksak·
PM day 2 sesi 2 katanya keluar lagi yg model beginian 🤣 #UTBK #SNBT
Area Eksak tweet media
Indonesia
88
759
7.3K
274.4K
hellajane がリツイート
Ravenvein 🫯
Ravenvein 🫯@itb1920s·
Soal Asli PU Kuantitatif Day 2 Sesi 1 🙀
Ravenvein 🫯 tweet media
Indonesia
47
1.1K
10.9K
248.5K
hellajane がリツイート
tukang haji naik cookies
tukang haji naik cookies@lovefairyna·
pu : 980 ppu : 897 pbm : 994 lbi : 798 lbe : 1000 pk : 884 pm : 786 claim claim claim claim 🍀🍀🍀🍀
Indonesia
249
11.6K
39.4K
321.2K
hellajane がリツイート
Ivan.Aziz
Ivan.Aziz@Ivanaziz15·
ini soal paling gampang seharusnya di utbk... intinya ubah dulu ke desimal dan cari yang mendekati hasilnya.. hapalin juga kayak 1/4, 3/4, 3/5, dll itu desimalnya berapa
Ivan.Aziz tweet media
Indonesia
3
67
751
36K