⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀
Di kafe Dadada—tempat dimana ruang-ruang dengan berbagai pintu warna disewa—sebuah komunitas berlabuh. Goresan pensil dan arang berpasang tangan menggema, diikuti hitungan mundur waktu.
Tiga, dua, satu.
Lekas cari warnamu.
⠀
⠀
Lepas pensil di tanganmu dan dengarkan. 2 orang anggota baru akan datang. Seperti saat kamu temukan koin di jalan—tak peduli besar dan kecil nilai, jemari tangan jahil siap membawanya pulang.
⠀