
Syah Id
2.6K posts



Para warga thread minta tolong dong, aku ada kenalan sama cowok ini dari bumble, ngakunya kerja sejenis Offshore gitu di Sorong tapi aku curiga nya dari seragamnya tuh perusahaan Offshore bukan di Sorong melainkan di sekitar Jawa.
Waktu awal-awal ku tanya kerja di Sorong dimananya doi ga mau jawab. Dia juga bilang katanya gajinya itu langsung jadi deposito, aku ga percaya.
Sekarang doi minta ngajuin cuti tapi minta tolong ke aku buat jadi penanggung jawab cuti, nama, alamat & rekeningku diminta.
cc:threadna.irmarcm

Indonesia
Syah Id 리트윗함

❓ KENAPA KITA RAJIN BERDOA, TAPI HIDUP TERASA TIDAK BERUBAH ?
Banyak orang berkata:
> "Saya sudah berdoa bertahun-tahun."
"Saya sudah minta setiap malam."
"Saya sudah menangis dalam sujud."
Tapi satu pertanyaan jarang diajukan:
Apakah kita benar-benar meminta kepada Allah? Atau hanya menjadikan Allah sebagai pilihan terakhir setelah semua pintu dunia tertutup?
Al-Qur'an tidak berkata:
> "Siapa yang mengabulkan doa orang yang pandai berbicara."
Bukan pula:
> "Siapa yang mengabulkan doa orang yang paling sering meminta."
Allah berfirman:
أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ "Siapakah yang mengabulkan doa orang yang benar-benar terdesak ketika dia berdoa?" (QS. An-Naml: 62)
Al-mudhtar bukan sekadar orang yang punya masalah.
Al-mudhtar adalah orang yang telah putus dari semua sandaran selain Allah.
Ketika manusia mengecewakan... Ketika harta tidak menyelamatkan... Ketika jabatan tidak membantu... Ketika relasi tidak mampu menolong...
Lalu hatinya berkata:
> "Ya Allah, tidak ada lagi yang bisa aku harapkan selain Engkau."
Di situlah doa berubah dari sekadar ucapan menjadi ketergantungan.
Masalahnya, sering kali kita ingin Allah mengabulkan doa, tetapi hati kita masih lebih percaya kepada kemampuan diri, koneksi, uang, strategi, dan manusia.
Lisan berkata:
> "Ya Allah, tolonglah aku."
Tetapi hati berkata:
> "Yang sebenarnya menyelamatkan aku adalah dunia."
Maka pertanyaannya bukan:
"Kenapa Allah belum mengabulkan doaku?"
Tetapi:
"Sudahkah aku benar-benar menjadikan Allah satu-satunya tempat bergantung?"
Karena doa bukan sekadar meminta.
Doa adalah pengakuan bahwa kita lemah.
Dan sering kali Allah menunda jawaban, sampai hati benar-benar memahami pengakuan itu.
Banyak yang mengangkat tangan. Sedikit yang benar-benar berserah.
Dan di antara keduanya terdapat jarak yang sangat jauh.
Indonesia
Syah Id 리트윗함
Syah Id 리트윗함

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika Nabi Musa sedang bermunajat, beliau berkata:
“Wahai Tuhanku! Terkadang aku memiliki kebutuhan duniawi, namun aku merasa malu untuk meminta hal itu kepada-Mu.”
Maka, Allah pun berfirman:
“Mintalah kepada-Ku, bahkan sampai urusan garam masakanmu dan pakan untuk keledaimu.”

Indonesia

@txtharihariWNI @gojekindonesia Naah ini yg sering gw obrolin ke temen2 driver yg deket ma gw
Kalo dapet order buru samperin
Kalo g mo ambil buru kensel
Biar orang g nungguin
Kita kan g tau orang itu buru2 mau kerja
Coba posisi itu dibalik
Ktika kita butuh/buru2
Misal anak kita daah
Salam smuanya
Indonesia

ADAAAA YANG PERNAH BEGINI GA SIK?
Order gocar dari kunciran ke ciledug mesen tapi di diemin aja dari jam 15:55 sampek 17:35 stuck begini ajaaa😌
Yaudah ku ikut diemin karna ga ada confirm & ditlf sengaja ga diangkat, suka bingung kalo nemuin driver model begini
@gojekindonesia
sc:threadsyetyhandayanii


Indonesia
Syah Id 리트윗함

Surat Al-Ahqaf — Ketika Dakwah Dimulai dari Rumah Sendiri**
Al-Ahqaf adalah surat keempat puluh enam dalam Al-Qur'an. 35 ayat. Dan namanya berarti *bukit-bukit pasir* — lembah berpasir di Arabia Selatan tempat kaum 'Ad membangun peradaban mereka yang megah sebelum dihancurkan angin dalam tujuh malam delapan hari.
Tapi Al-Qur'an tidak menamai surat ini untuk menakut-nakuti dengan kehancuran kaum 'Ad.
Ia menamakannya untuk mengingatkan bahwa bahkan di tengah peradaban yang paling megah — ada manusia-manusia yang memilih kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu datang dari arah yang paling tidak terduga.
Al-Ahqaf adalah surat tentang *siapa yang pertama kali mendengar* — dan apa yang mereka lakukan setelah mendengar.
Dibuka dengan *Ha Mim* dan penegasan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan benar dalam waktu yang ditentukan — bukan permainan, bukan kebetulan, tapi rancangan yang presisi dengan tujuan yang jelas.
Lalu bantahan terhadap kesyirikan — dengan argumen yang paling sederhana dan paling menghancurkan: berhala-berhala yang disembah tidak bisa menciptakan apapun, tidak bisa memberi manfaat, tidak bisa menolak mudarat. Mengapa menyembah sesuatu yang lebih lemah dari yang menyembahnya?
Kemudian perintah berbakti kepada orang tua — dengan detail yang paling manusiawi dan paling menggetarkan dalam seluruh Al-Qur'an.
Lalu kisah kaum 'Ad dan Nabi Hud — peradaban yang paling kuat secara fisik di zamannya, yang dihancurkan oleh angin yang mereka sangka akan membawa hujan.
Kemudian kisah yang paling unik dalam surat ini — sekelompok jin yang mendengar Al-Qur'an dibacakan Rasulullah SAW, lalu kembali kepada kaumnya sebagai da'i yang membawa kebenaran.
Dan ditutup dengan perintah bersabar kepada Rasulullah SAW — seperti para nabi *ulul azmi* sebelumnya bersabar.
Yang paling mencengangkan:
Ayat 15-16 adalah dua ayat yang menjadi salah satu deskripsi paling lengkap tentang perjalanan manusia dari lahir hingga matang dalam Al-Qur'an:
"Kami perintahkan manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdoa: Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai."
Hatta idza balagha asyuddahu wa balagha arba'iina sanah. ketika ia sampai pada kedewasaan penuh dan usianya mencapai empat puluh tahun.
Empat puluh tahun — usia yang Al-Qur'an identifikasi sebagai titik *kematangan sejati* manusia. Bukan dua puluh tahun dengan segala energi dan impulsivitasnya. Bukan enam puluh tahun dengan segala kebijaksanaan dan keterbatasan fisiknya. Tapi empat puluh — ketika energi masih ada tapi pengalaman sudah cukup untuk menggunakannya dengan bijak.
Dan di usia itu — doa yang paling layak dipanjatkan bukan untuk kesuksesan lebih besar, bukan untuk panjang umur, bukan untuk warisan yang akan ditinggalkan. Tapi: *tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu.*
Kaitan dengan psikologi modern:
Kisah jin yang mendengar Al-Qur'an dalam Al-Ahqaf adalah salah satu kisah yang paling mengajarkan tentang *open-minded listening* — mendengarkan dengan pikiran terbuka:
"Katakanlah: Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan Al-Qur'an, lalu mereka berkata:
"Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya."
— QS. Al-Ahqaf: 29-30
Mereka datang bukan karena diundang. Mereka mendengar bukan karena diperintah. Dan ketika mereka mendengar — mereka tidak defensif, tidak mencari alasan untuk menolak, tidak sibuk dengan pertanyaan tentang siapa yang berbicara dan apa kepentingannya.
Mereka hanya *mendengar dan kebenaran yang mereka dengar berbicara langsung kepada fitrah mereka yang paling dalam.
Indonesia

@SatujalanNew لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Alhamdulillah yang telah mengingatkan dari kelalaian🙏👍
Syah Id 리트윗함

Sudahkah Al-Qur'an berbicara kepadamu minggu ini?
Atau ia hanya lewat di mata, tanpa sempat singgah di hati?
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
"Sungguh Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 17)
Kita sering menunggu waktu luang untuk mulai.
Menunggu suasana hati yang tepat.
Menunggu menjadi lebih baik.
Padahal hidayah sering datang bukan setelah kita siap,
tetapi setelah kita membuka Al-Qur'an.
Tidak perlu langsung satu juz.
Tidak perlu memahami semuanya.
Tidak perlu terlihat oleh siapa pun.
Cukup satu langkah.
Satu ayat yang dibaca.
Satu makna yang direnungi.
Satu nasihat yang diamalkan.
Karena perubahan besar dalam hidup,
sering dimulai dari pertemuan sederhana
antara hati yang mau mendengar
dan ayat yang Allah turunkan.
Satu ayat. Satu hari. Satu langkah menuju Allah.
Indonesia
Syah Id 리트윗함

Guys, boleh bantu aku viralin mamaku?Mamaku sekarang gabung jadi driver perempuan di aplikasi Sida Safe, aplikasi khusus perempuan, ibu & anak.
Jujur aku happy lihat mamaku punya kesibukan baru ini, karena mamaku tuh emang tipe org gabisa diem di rumah
She’s literally 50+ tapi energinya kaya anak muda hobinya jalan, motoran, ngobrol sama orang, dan selalu cari aktivitas baru. Tipe orang yang kalau disuruh diem di rumah malah bete sendiri.
CC:threadsellaptr



Indonesia
Syah Id 리트윗함

Surat Ad-Dukhan — Ketika Satu Malam Mengubah Seluruh Sejarah**
Ad-Dukhan adalah surat keempat puluh empat dalam Al-Qur'an. 59 ayat. Dan namanya berarti *asap* — dari kata *dukhan*, kabut tebal yang menghalangi pandangan, yang membuat manusia tidak bisa melihat dengan jelas, yang menjadi tanda bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi.
Tapi surat ini bukan tentang asap sebagai bencana semata.
Ia adalah surat tentang *malam* — satu malam yang paling bersejarah dalam seluruh perjalanan wahyu, dan bagaimana dari malam itulah cahaya yang mengubah dunia diturunkan.
Ad-Dukhan adalah surat tentang kontras — antara kegelapan yang tampak di permukaan dan cahaya yang mengalir di bawahnya, antara asap yang menghalangi pandangan dan kebenaran yang tidak bisa disembunyikan selamanya.
---
**Jika kita bedah strukturnya:**
Dibuka dengan *Ha Mim* — dan langsung menuju sumpah yang paling intim: *"Demi Kitab yang jelas. Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi."*
*Lailatin mubarakah* — malam yang diberkahi. Para ulama sepakat ini adalah malam Lailatul Qadr — malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam ketika seluruh Al-Qur'an diturunkan sekaligus ke langit dunia sebelum kemudian diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW selama dua puluh tiga tahun.
Satu malam. Seluruh Al-Qur'an. 114 surat. Lebih dari enam ribu ayat. Diturunkan sekaligus — seolah Allah ingin memperlihatkan bahwa wahyu ini bukan proses yang lambat dan tertatih-tatih, tapi keseluruhan yang sudah sempurna sebelum satu kata pun diucapkan.
Lalu peringatan tentang *ad-dukhan* — asap yang akan memenuhi langit sebagai salah satu tanda hari kiamat, yang akan menyiksa manusia dengan siksaan yang pedih.
Kemudian kisah Firaun dan Musa — dengan fokus pada momen ketika Firaun akhirnya meminta Musa untuk berdoa agar azab diangkat, berjanji akan beriman — tapi ketika azab diangkat, ia kembali kepada pengkhianatannya.
Lalu gambaran tentang pohon Zaqqum di neraka — makanan yang paling pahit untuk jiwa-jiwa yang paling keras kepala.
Dan ditutup dengan gambaran surga — dengan sutra, permadani, buah-buahan, dan yang paling indah: *"Demikianlah, dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari."* Bukan kesenangan fisik semata — tapi ketenangan total, kepuasan yang tidak pernah berakhir, dan kehadiran yang tidak pernah terputus.
---
**Yang paling mencengangkan:**
Ayat 3-4 tentang Lailatul Qadr adalah salah satu pernyataan paling menggetarkan tentang hubungan antara satu malam dan seluruh sejarah umat manusia:
*"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kami memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."*
*Yufraqu kullu amrin hakim* — pada malam itu diputuskan segala urusan yang penuh hikmah.
Para ulama menafsirkan ini sebagai malam ketika Allah menetapkan — untuk tahun yang akan datang — seluruh kejadian: siapa yang akan lahir, siapa yang akan mati, rezeki apa yang akan turun, bencana apa yang akan terjadi. Seluruh skenario satu tahun ke depan, diputuskan dalam satu malam.
Dan malam itu tersembunyi di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan — tidak ada yang tahu persis kapan. Sehingga setiap Muslim yang menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan tidak tahu malam mana yang ia sedang jalani — dan ketidaktahuan itu sendiri adalah hikmah, yang memaksa kesungguhan pada setiap malamnya.
Jika manusia tahu persis malam Lailatul Qadr — kebanyakan hanya akan bersungguh-sungguh pada satu malam itu saja.
---
Indonesia
Syah Id 리트윗함
Syah Id 리트윗함
Syah Id 리트윗함

🌿 Jumat hari ini...
Ingat kembali dua kalimat yang menguatkan hidup:
Laa ilaaha illallah
Hanya Allah tempat bersandar.
Muhammadur Rasulullah
Hanya Rasulullah ﷺ teladan hidup.
Syahadat bukan sekadar ucapan.
Ia adalah janji hidup kepada Allah.
Saat hati memegangnya erat,
kita tidak mudah goyah oleh manusia, keadaan, ataupun dunia.
#SatuJalan #JumatBerkah #Syahadat
Indonesia









