Feiferiz@MightyWar3
UPDATE : Jadi, dikabarkan bahwa kendaraan AS21 Redback dari Hyundai Aerospace Korea Selatan ditemukan beberapa permasalahan teknis, operasional dan strategis selama pengujian di Australia beberapa tahun lalu. Diantaranya :
• Masalah Teknis
Ada dugaan kerentanan/hack pada sistem Elbit pada turret T2000 dan terjadi masalah integrasi antara turret Elbit dan platform Hanwha.
• Masalah Mobilitas
Dilaporkan AS21 Redback memiliki traksi buruk dan mudah tenggelam di medan lunak atau terrain tertentu. Ditambah Redback mengalami isu panas/overheating pada mesin dan transmisinya, ini juga menyebabkan peningkatan pada thermal footprint pada kendaraan.
• Evaluasi
Berdasarkan Australian National Audit Office yang dievaluasi, bahwa ada resiko teknis sangat tinggi bila terus memaksakan pada AS21 Redback. Meski, pihak Hanwha menjanjikan penyelesaian masalah dengan pengiriman unit pertama pada 2027 dan selesai di 2028. Tapi, Australia menilai itu terlalu cepat untuk menyelesaikan masalah.
Dan, ternyata permasalahan ini juga ditemukan oleh Polandia. Sebelumnya mereka ingin mencari IFV kelas berat untuk mendukung unit berat yang memakai M1A2 Abrams, oleh sebab itu mereka tertarik dengan AS21 Redback dan melakukan pengujian lapangan di Polandia. Namun, berdasarkan laporan tidak resmi bahwa Redback diragukan dan belum satupun negara yang menggunakannya.
Dimana juga ditemukan permasalahan pada thermal footprint dan isu pada turret. Sehingga Polandia belakangan ini memutuskan mengembangkan IFV kelas berat mereka sendiri dengan sasis K9/Krab dengan turret buatan lokal yaitu ZSSW-30 dan program ini dipimpin oleh perusahaan Huta Stalowa Wola.
Sumber :
zbiam.pl/artykuly/nie-t…