
Rinaldei Acc
8.9K posts

Rinaldei Acc
@Rinaldei
Accounting, Auditing, ESG, Sustainability ✍️







Tiba tiba minta maaf nih si sarwendah kata sih manusia biasa tidak luput dari salah


Jadi sebenarnya yang terjadi adalah: dua lembaga indeks global terbesar dunia MSCI dan FTSE secara bersamaan mendegradasi bobot Indonesia, Moody's memberi sinyal merah ke Danantara, dan rupiah akhirnya jebol menembus Rp18.033 per dolar AS hari ini, memaksa IHSG anjlok 2,53% ke level 5.692 dengan arus keluar modal asing yang terus mengalir. MSCI dalam peninjauan kali ini semakin menitikberatkan pada transparansi pasar dan struktur kepemilikan saham yang artinya saham-saham konglomerasi dengan free float rendah dan struktur kepemilikan tertutup khas oligarki Indonesia memang sedang by design dikerdilkan oleh standar global.

Pernyataan Presiden yang Dinilai Kontraproduktif Analis pasar modal dari Traderindo, Wahyu Tri Laksono, menilai pernyataan Prabowo soal pelemahan rupiah lebih bersifat komunikasi publik untuk menenangkan masyarakat, bukan sinyal yang relevan bagi pelaku pasar bahkan dinilai kurang berdasarkan kepentingan ekonomi investor.

Krisis Kepercayaan, Bukan Sekadar Sentimen Sesaat Investor kini tidak hanya meragukan kredibilitas kebijakan pemerintahan Prabowo, tapi juga tertekan oleh penyusutan kelas menengah dan rupiah yang ambruk sementara beberapa bursa global justru mencetak rekor baru masing-masing. Ujian kredibilitas berikutnya datang dari MSCI Global Market Accessibility Review dan FTSE Russell pada 19 Juni 2026, disusul FTSE Rebalancing efektif 22 Juni dan MSCI Annual Market Classification Review 24 Juni 2026. Ini bukan sekadar tekanan jangka pendek ini ujian struktural apakah Indonesia layak tetap di kategori emerging market atau diturunkan.

Danantara & Badan Ekspor Komoditas Kejutan Kebijakan yang Memukul Kepercayaan Investor Saat Presiden Prabowo menyampaikan pidato soal tata kelola ekspor komoditas pada 20 Mei 2026, IHSG sempat terjun lebih dari 2% dalam hitungan menit, lalu ditutup melemah tajam 3,54% ke level 6.094 keesokan harinya. Prabowo mengumumkan regulasi ekspor komoditas strategis termasuk sawit, batu bara, dan ferroalloy melalui BUMN sebagai eksportir tunggal, berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan implementasi penuh September 2026. Pasar langsung bereaksi negatif karena regulasi ini dinilai berpotensi meningkatkan kompleksitas administrasi, memperpanjang proses transaksi ekspor, dan menekan margin perusahaan akibat kurangnya fleksibilitas perdagangan.

kebijakan pemerintah,terutama Danantara, monopoli ekspor komoditas, dan komunikasi kebijakan yg tidak meyakinkan investor lah sebenarnya yg menjadi katalis domestik yg memperparah tekanan eksternal dari MSCI, FTSE, dan Moody's. Masalahnya bukan hanya ekonomi global, tapi kepercayaan yang erosi dari dlm negeri sendiri.

Tidak ada teori konspirasi dalam pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi signifikan saat ini













JUST IN: Prabowo Mengangkat Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN










