
@Gembloenk69 bro lupa rapist terburuk sepanjang sejarah dipegang orang ini
๐ฑ๐ฆ๐
21.8K posts


@Gembloenk69 bro lupa rapist terburuk sepanjang sejarah dipegang orang ini

Iโm guessing that Indonesia wonโt be contributing troops to the Gaza โstabilization forceโ.

what opinion about men do you have that makes people feel like this???

Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota Mรผnchen yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."

Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota Mรผnchen yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."


@doreminjae @Akinagaa_ kalau diinget lagi memang dari kecil, somehow kalo ngobrol sama orang harus 2x jelasin karena mereka gak nangkep maksudnya padahal konteksnya sama. tapi kayaknya aku lebih ke fast thinker ๐ญ btw semogaa kamu selalu dalam keadaan baik yaaa ๐



Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota Mรผnchen yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."





@amouraXexa Dan kalo gua di posisi itu (jangan sampe Ya Allah) memutus tali silaturrahmi adalah opsi yang masuk akal dan jalan terbaik buat si orangtua dan anak, biarin orangtua yang nanggung dosanya karena mutus tali silaturrahmi.