apil

651 posts

apil banner
apil

apil

@apiillaz

hi

가입일 Eylül 2016
57 팔로잉74 팔로워
apil 리트윗함
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
14
1.3K
8.5K
140K
apil 리트윗함
⋆。𖦹 °
⋆。𖦹 °@arjmxrell·
can i restart my life?
English
42
1K
2.8K
54K
apil 리트윗함
ayunk
ayunk@bingungtrs_·
belakangan ini suka anxious tiap buka Instagram dan LinkedIn — rasanya semua orang udah mencapai milestone-nya masing2, dan gw masih gini gini aja...
Indonesia
119
1.4K
5K
65.2K
apil
apil@apiillaz·
aku tidak mahir. dunia terlalu cepat, untuk aku yg lambat.
Indonesia
0
0
0
89
apil
apil@apiillaz·
sedang mencoba menikmati real life tapi lebih banyak tidurnya.
Indonesia
0
0
0
262
apil 리트윗함
yimika|
yimika|@yimikaaaa·
from the bottom of my heart, i just want life to get better. I'm so tired.
English
42
6K
16.2K
226.8K
apil 리트윗함
Reen
Reen@heretheunsaid·
tapi bener deh, makin dewasa, makin sadar kalau hidup itu isinya cuma acceptance. accepting anything. dan ternyata susah, ya untuk semindful itu.
Indonesia
89
14.5K
33K
359.9K
apil
apil@apiillaz·
setelah bed rest akhirnya bisa makan dan bekerja lagi. tetap kerja klo blm tepar beneran.
Indonesia
9
0
0
8.7K
apil 리트윗함
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Kalian pernah ga sih nangis pas lagi setres dan capek, terus tiba-tiba malah jadi nangisin keluarga, nangisin takdir, dan nangisin kehidupan yang kek gini, bahkan sampe pernah mikir "ini gw disuruh Tuhan hidup cuma buat ngerasain terpuruk kah? fase bahagianya kapan bjirrr".
Indonesia
432
13.3K
44K
558.7K
apil 리트윗함
𝘦𝘭𝘦𝘢୨ৎ
𝘦𝘭𝘦𝘢୨ৎ@glimmerxy·
Fase orang dewasa: 1. Kerja 2. Pulang kerja 3. Tidur (mimpi kerja) 4. Bangun tidur, siap2 kerja 5. Kerja lagi
Indonesia
139
4.3K
10.8K
228.1K
apil 리트윗함
dy𐙚’
dy𐙚’@akuapeachy·
guys.. kalian sehat sehat ya, banyak rezeki, dipermudah segala urusan, apa yang kalian inginkan semuanya bisa tercapai && bahagia selalu, pokoknya kalian harus bisa ada di fase kehidupan yang kalian inginkan🥹🥹
Indonesia
76
1.2K
4.5K
53.5K
apil 리트윗함
⋆࣪ ִֶᴍᴇᴡ。🪭
⋆࣪ ִֶᴍᴇᴡ。🪭@JUNG9795_·
semua orang di keluargaku mengira aku banyak duitnya :) kabulkan prasangka mereka ini yaAllah, aamiin 😭🙏🏻
Indonesia
31
3.1K
10.2K
104.2K
apil 리트윗함
ale
ale@asvctf·
ZXX
47
9K
33K
733.6K
apil 리트윗함
Jejak Rasa
Jejak Rasa@jejakrasa27·
Kamu harus coba, setidaknya sekali dalam hidup, pergi sendirian. Keluar kota atau bahkan keluar negeri, tanpa ditemani siapa pun. Bukan sama teman, bukan sama pasangan, juga bukan keluarga, tapi benar-benar sendiri. Rasain gimana rasanya naik pesawat sendirian, bingung cari gate sendiri, duduk di kereta tanpa ada yang diajak ngobrol, atau naik transportasi umum sambil belajar percaya diri sama diri sendiri. Coba juga makan sendirian, dari restoran yang mahal sampai warung kaki lima di pinggir jalan. Duduk di tenda sederhana, makan bareng orang-orang yang nggak kamu kenal, tapi tetap terasa hangat.
aesthetic vibes@aesthetic2002

I could really use some words of encouragement right now. If you have any, feel free to drop them through a QRT, whether it’s quotes or anything else, totally up to you.

Indonesia
62
302
938
74.2K
apil 리트윗함
apil 리트윗함
apil 리트윗함
abing
abing@dumbesmith·
jangan males kerja ya cantik, yg lain udh punya tulang punggung, kita cuma punya tulang pinggang☺️
Indonesia
71
1.8K
6.3K
82.6K